Tingkatkan Ketakwaan, Santri Antar Pesantren Lomba Baca Kitab Kuning

Tingkatkan Ketakwaan, Santri Antar Pesantren Lomba Baca Kitab Kuning

Tingkatkan Ketakwaan, Santri Antar Pesantren Lomba Baca Kitab Kuning

Tingkatkan Ketakwaan, Santri Antar Pesantren Lomba Baca Kitab Kuning
Tingkatkan Ketakwaan, Santri Antar Pesantren Lomba Baca Kitab Kuning

Keberadaan kitab kuning selama ini dianggap sebagai kitab yang sulit dibaca. Padahal dulu agama Islam disebarkan oleh para ulama dengan menggunakan panduan kitab kuning, disamping alquran.

Nah, belakangan ini kitab kuning selama ini memang hanya dipelajari oleh santri pondok pesantren

. Untuk melihat sejauh mana kemampuan santri dalam membaca kita gundul itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD DKI Jakarta maupun di DPR memperlombakan pembacaan kitab kuning tersebut. Event ini berlangsung selama dua pekan, yakni dari hari Minggu (8/10) ini hingga Minggu (22/10) mendatang.

Ketua panitia Lomba Kitab Kuning DPW PKS DKI Jakarta, Herie Marjanto

mengungkapkan, lomba ini diadakan hampir di seluruh provinsi di tanah air, salah satunya DKI Jakarta.
Tingkatkan Ketakwaan, Santri Antar Pesantren Lomba Baca Kitab Kuning
Ilustrasi (Dziki Oktomulyadi/Banten Pos)

“Kegiatan ini dalam rangka kita menghargai, mencintai, dan mengenang para ulama kita yang telah mengajarkan agama melalui perantara Kitab Kuning dalam rangka untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” jelas Herie di Jakarta, Minggu (8/10).

Herie yang juga Ketua Bidang Pembangunan Umat (BPU) DPW PKS DKI Jakarta

menyebut, lomba ini diikuti 89 peserta. “Kami (DKI Jakarta) menargetkan tahun ini bisa menjadi juara nasional. Mudah-mudahan kita bisa raih itu,” tambahnya.

Dalam lomba ini, Herie menyatakan bahwa pihaknya tidak membatasi diri untuk menerima pendaftaran dari para santri. Disediakan kuota sekitar 25 persen untuk beberapa pesantren di sekitar Jakarta untuk mengirimkan peserta. Meskipun demikian, diutamakan pondok pesantren yang memang berlokasi di Jakarta.

“Termasuk juga pondok pesantren dari ormas apapun, seperti NU, Muhammadiyah, PERSIS, dan sebagainya. Kita sangat terbuka sekali untuk menerima utusan untuk ikut lomba ini,” harap Herie.

Sebagai tambahan, Kitab Kuning yang dilombakan adalah Kitab Fathul Mu’in karya Syaikh Zainuddin Abdul Aziz Al-malbary. Bagi pemenang disediakan hadiah umrah untuk juara I. Juara II Nasional berhadiah Rp 20 juta dan Juara III Nasional berhadiah Rp 15 juta.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/vokal-dan-konsonan.html