Sumber Pendanaan dan Pegelolaan Pinjaman

Sumber Pendanaan dan Pegelolaan Pinjaman

2.4.1 Sumber Pendanaan

Siamat (2005: 746) menjelaskan bahwa, dalam menghimpun dana Pegadaian tidak diperkenankan menghimpun secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan, misalnya; giro, deposito dan tabungan, seperti yang dilakukan oleh pihak perbankan. Untuk memenuhi kebutuhan dananya, Pegadaian memiliki sumber-sumber dana sebagai berikut:

  1. Modal sendiri

Triandaru & Budisantoso (2008: 214) mengemukakan bahwa Pegadaian memiliki modal sendiri yang terdiri dari:

  1. Modal awal, kekayaan negara di luar APBN sebesar Rp. 205 miliar
  2. Laba ditahan, yang merupakan akumulasi laba sejak Perum Pegadaian berdiri pada masa Hindia Belanda.
  3. Penyertaan modal pemerintah
  4. Pinjaman jangka pendek dari perbankan dan pihak lainnya

Menurut Triandaru & Budisantoso (2008: 214), pinjaman jangka pendek dari pihak lain yaitu dapat berupa utang kepada rekanan, utang kepada nasabah, utang pajak, biaya yang masih harus dibayar, pendapatan diterima di muka, dll.

  1. Pinjaman jangka panjang yang berasal dari KLBI
  2. Dari masyarakat melalui penerbitan obligasi

Sampai dengan tahun 1994, Pegadaian telah dua kali menerbitkan obligasi yang berjangka waktu masing-masing 5 tahun. Penerbitan pertama pada tahun 1993 sebesar Rp. 25 miliar dan penerbitan kedua pada tahun 1994 juga sebesar Rp. 25 miliar, sehingga sampai dengan tahun 1994 total obligasi yang telah diterbitkan sebesar Rp. 50 miliar (Triandaru & Budisantoso, 2008: 214).

sumber :