Siswa MAN 1 Yogyakarta Raih Medali Emas di Ajang “International Robotic Competition” di Malaysia

Siswa MAN 1 Yogyakarta Raih Medali Emas di Ajang “International Robotic Competition” di Malaysia

Siswa MAN 1 Yogyakarta Raih Medali Emas di Ajang “International Robotic Competition” di Malaysia

Siswa MAN 1 Yogyakarta Raih Medali Emas di Ajang International Robotic Competition di Malaysia
Siswa MAN 1 Yogyakarta Raih Medali Emas di Ajang International Robotic Competition di Malaysia

Prestasi Internasional kembali diukir siswa Madrasah

. Kali ini oleh Abizard Rahadiyan Wahyudi dan Ammarsatya Esza, siswa MAN 1 Yogyakarta yang meraih medali emas dalam International Robotic¬† Competition yang digelar ‘International Islamic University Malaysia’ (IIUM).

“Alhamdulillah Abizard dan Ammarsatya berhasil mengharumkan¬† MAN 1 Yogyakarta, Kanwil Kemenag DIY, dan Madrasah Indonesia pada umumnya. Semoga bisa menjadi jalan kesuksesan untuk siswa yang telah berprestasi tersebut,” ungkap Kepala MAN 1 Yogyakarta, Wiranto Prasetyahadi di Yogyakarta, Sabtu (14/9).

Menurutnya, prestasi ini kembali menjadi bukti bahwa siswa Madrasah bisa berprestasi di ajang internasional, bersaing dengan sekolah umum bahkan sekolah dari negara lain.

“Siswa Madrasah harus tampil penuh percaya diri karena sudah banyak

yang dapat membuktikannya, berprestasi akademik dan non akademik,” paparnya lagi.

Abizard dan Ammarsatya meraih emas pada cabang creative. Ada delapan kategori yang dilombakan pada International Robotic  Competition di Malaysia. Selain creative, cabang lainnya adalah soccer robot, autonomous sumo, mini combat, trashure hunt, time rush, rove, dan drone.

Menurut Abizard, robot karyanya dengan Ammarsatya adalah automated egg sorter, based on convegor and light sensor (Robot yang mensortir telor secara otomatis berbasis cahaya).

“Melalui robot ini, akan memudahkan dalam memilah dan membedakan antara telur segar dan telur busuk,” ujarnya penuh semangat.

Siswa kelahiran, Sleman, 3 Mei 2003 itu menuturkan

, ide kreatif didapatkan ketika ia berkunjung di salah satu peternakan ayam petelur. Saat itu, ia melihat cara memilah telur ayam yang berjumlah banyak, tetapi hanya menggunakan cara yang sederhana, yaitu air atau dengan diterawang satu persatu dengan cahaya. Tentu hal ini, menurutnya tidaklah efektif dan efesien.

“Belajar dari kesulitan tersebut, kami lantas mempunyai gagasan dan ide bagaimana cara membantu para peternak agar mempermudah memilah dan membedakan telur yang masih segar dan telur yang sudah busuk,” tandasnya lagi.

Sebelumnya, Abizard juga telah meraih banyak prestasi dalam bidang robotik. Antara lain, Juara 1 Aurora Robotic Competition di Universitas Negeri Purwokerto Tahun 2016, Juara 3 Madrasah Robotic Competition Kemenag Pusat Tahun 2016, Juara 1 Aurora Robotic Competition di Universitas Negeri Purwokerto Tahun 2017, Juara Harapan 1 E-Bote Competition, Taman Pintar MIPA UGM Tahun 2017, Juara 1 Madrasah Robotic Competition Kemenag Pusat Tahun 2018, dan Juara 3 KRPY Taman Pintar UGM Tahun 2018.

 

Baca Juga :