Sekolah di Atas Bukit Thukal, Lima Guru Mengajar 12 Siswa

Sekolah di Atas Bukit Thukal, Lima Guru Mengajar 12 Siswa

Sekolah di Atas Bukit Thukal, Lima Guru Mengajar 12 Siswa

Sekolah di Atas Bukit Thukal, Lima Guru Mengajar 12 Siswa
Sekolah di Atas Bukit Thukal, Lima Guru Mengajar 12 Siswa

SDN 2 Pekalongan merupakan satu-satunya sekolah di atas Bukit Phukal atau Jabal Kirdun

di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Mencapai sekolah tersebut harus melewati sawah dan hutan. Siswa sekolah itu berjumlah dua belas orang.

IIR Istianatul Maghfiro membaca buku bahasa Arab. Siswa kelas II SDN 2 Pekalongan tersebut terdengar lancar membacanya. Di samping Iir, ada Dian Istiqomah, siswa kelas III. Mereka belajar bersama dalam satu kelas, tanpa penyekat. Namun, mereka tetap serius dan bersemangat untuk belajar. ”Belajar bersama seperti ini menyenangkan,” kata Iir saat ditemui pada Jumat (12/5).

SDN 2 Pekalongan termasuk istimewa. Sekolah itu berdiri pada 1984. Lokasinya berada di Bukit Phukal atau Jabal Kirdun di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Siswa sekolah tersebut hanya berjumlah 12 orang. Ya, total seluruh siswa kelas I–VI hanya 12 orang. Di Kelas I, terdapat empat siswa; kelas II tiga siswa; dan kelas III dua siswa. Kemudian, kelas IV hingga VI, masing-masing satu siswa. Ada lima guru dan satu kepala sekolah yang mengendalikan kegiatan belajar-mengajar di sana.

Para guru itulah yang menghidupkan kegiatan belajar-mengajar di tiga ruang kelas.

Setiap ruang kelas dibagi dua. Tanpa penyekat seperti lazimnya. Misalnya, kelas I digabung dengan kelas VI. Misalnya, yang terlihat pada Jumat (12/5).

Nur Asikin, siswa kelas VI, bisa membantu mengajari adik kelas. Dia merupakan satu-satunya siswa kelas VI di SDN 2 Pekalongan itu. ”Meski siswa terbatas, para guru sangat antusias mengajar anak didiknya,” kata Kepala SDN 2 Pekalongan A. Firdaus.

”Fasilitas tetap disesuaikan dengan pembelajaran,” lanjut alunmus Unesa Surabaya tersebut. Fasilitas seperti olahraga dan peralatan sekolah berasal dari alokasi bantuan operasional sekolah (BOS).

Keberadaan sekolah itu sangat penting bagi penduduk setempat. Sebab,

hanya sekolah tersebut yang ada di sana. ”Tahun ini Insya Allah ada tiga anak usia sekolah yang mendaftar di sini (SD Negeri 1 Pekalongan, Red),” jelas Firdaus.

Tiga calon siswa di sekolah yang berada di Bukit Phukal atau Jabal Kirdun itu berusia 6,5 tahun hingga 7 tahun. ”Mereka sudah kami data,” katanya. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) sejatinya belum dimulai. Namun, guru di SDN 2 Pekalongan ”bergrilya” blusukan. Tujuannya, mencari dan mendata warga di bawah kaki Bukit Phukal yang memiliki anak usia sekolah untuk menempuh wajib belajar.

Tidak semua siswa di SDN 2 Pekalongan telah menempuh prasekolah di taman kanak-kanak (TK). ”Ada siswa yang belum bisa baca dan tulis ketika masuk SD. Asal usia memenuhi persyaratan, para guru membimbingnya,” ujar alumnus Pascasarjana Universitas Gresik (Ungres) tersebut. ”Usia masuk SD adalah 6,5 hingga 7 tahun,” kata kepala SD sejak 2014 itu

 

Sumber :

http://blog.umy.ac.id/herulampung/contoh-teks-eksplanasi-tentang-musim-kemarau/