Revisi UU Guru dan Dosen Diharapkan Untungkan Guru

Revisi UU Guru dan Dosen Diharapkan Untungkan Guru

Revisi UU Guru dan Dosen Diharapkan Untungkan Guru

Revisi UU Guru dan Dosen Diharapkan Untungkan Guru
Revisi UU Guru dan Dosen Diharapkan Untungkan Guru

Badan Keahlian DPR saat ini tengah merancang dan menyusun naskah akademik revisi Undang-Undang

(UU) No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Supriano, mengatakan, adanya revisi UU Guru dan Dosen pastinya akan bertujuan baik.

“Tidak ada salahya direvisi UU tersebut, asal memberikan kebaikan dan kemudahan kepada guru.

Bukan sebaliknya, justru memberatkan guru,” kata Supriano yang ditemui SP di Gedung Kemdikbud Jakarta, Selasa (2/10) sore.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang memperjuangkan nasib guru. Pemerintah terus berupaya memberikan kelayakan kepada guru untuk mengangkat kembali posisi mereka sebagai profesi terhormat. Salah satunya adalah dengan terus berupaya memenuhi hak guru dan memperbaiki kesejahteraan para guru melalui pembukaan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Selain itu, ada juga skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Sementara ketika ditanya mengenai usulan UU Guru dan Dosen dipisahkan, mantan Direktur Pembinaan SMP

ini mengatakan, hal itu masih dalam kajian. Namun, semuanya harus dikembalikan ke prinsip awal, yakni mempertimbangkan kesejahteraan guru.

“Ini kan lagi dikaji, kita lihat kajiannya. Dipisah atau tidaknya, yang penting menguntungkan bagi guru. Apakah guru bisa lebih baik dengan dilakukannya revisi UU?” ujarnya.

 

Baca Juga :