PSIKOLOGI MENGAJAR

PSIKOLOGI MENGAJAR

Pendidikan diwujudkan melalui proses pengajaran. Proses pengajaran yang efektif terbentuk melalui pengajaran yang meliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berpusat pada siswa
  2. Interaksi edukatif antara guru dengan siswa
  3. Suasana demokratis
  4. Variasi metode mengajar
  5. Guru profesional
  6. Bahan yang sesuai dan bermanfaat
  7. Lingkungan yang kondusif
  8. Sarana belajar yang menunjang

Model mengajar dikelompokkan dalam empat rumpun yaitu

  1. Rumpun model pemrosesan informasi, model ini berorientasi pada kecakapan siswa dam memproses informasi. terdiri atas:  model berpikir induktif, model latihan inkuri, inkuri ilmiah, penemuan konsep, pertumbuhan kognitif, model penata lanjutan dan memori.
  2. Rumpun model-model personal, model ini berorientasi kepada individu dan perkembangan keakuan (selfhood), terdiri atas; pengajaran non-direktif, latihan kesadaran, sinektik, sistem-sistem konseptual dan pertemuan kelas.
  3. Rumpun model interaksi sosial, model ini menekankan hubungan individu dengan orang lain atau masyarakat, terdiri dari; penentuan kelompok, inkuiri (penemuan sosial), metode laboratori, jurisprudensial, bermain peran, model penata lanjutan, dan simulasi sosial.
  4. Rumpun model behavior (perilaku), model ini menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perilaku yang tidak dapat diamati, terdiri dari: manajemen kontingensi, kontrol diri, relaksasi, pengurangan ketegangan, latihan asertif desensitasi, latihan langsung.

Komentar /refleksi:
Dalam bab ini meliputi psikologi belajar yang di dalamnya terdapat proses pengajaran yang efektif. Agar dapat terjadi proses pengajaran seperti itu maka guru harus mampu menciptakan proses pengajaran dalam suasana pembelajaran yang baik. Selanjutnya yaitu mengenal model-model mengajar, seperti kita ketahui bahwa mengajar merupakan tugas utama seorang guru, dengan bahasan yang ada pada bab ini, dapat diharapkan ketika menjadi seorang guru dapat mengenal model-model mengajar dan memilihnya secara tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta keadaan lingkungannya.

BAB IX PSIKOLOGI GURU

Peranan (role) guru artinya keseluruhan perilaku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Di dalam keluarga guru perperan sebagai pendidik dalam keluarga atau family educator, sedangkan di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (sosial developer), pendorong (social motivator), penemu (sosial inovator) dan sebagai agen masyarakat (social agent).

Beberapa faktor yang ikut mempengaruhi kinerja guru:

  1. imbalan kerja
  2. rasa aman dalam pekerjaan
  3. kondisi kerja yang baik
  4. kesempatan pengembangan diri
  5. hubungan pribadi

Kompetensi guru adalah pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus ada pada seseorang agar dapat menunjukan perilakunya sebagai guru. Kompetensi guru meliputi kompetensi personal, kompetensi profesional, kompetensi sosial, kompetensi intelektual dan kompetensi spiritual. Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian, tanggung jawab dan rasa kesejawatan yang didukung oleh etika profesi yang kuat.

Kepribadian merupakan keseluruhan perilaku dalam berbagai aspek yang secara kualitatif akan membentuk keunikan atau kekhasan seseorang dalam interkasi dengan lingkungan diberbagai situasi dan kondisi. Dalam lingkup pendidikan, penampilan guru merupakan hal yang amat penting untuk mewujudkan kineja secara tapat dan efektif. Dengan demikian sifat utama seorang guru adalah kemampuannya dalam mewujudkan penampilan kualitas kepribadian dalam interaksi pendidikan yang sebaik-baiknya agar kebutuhan dan tujuan tercapai secara efektif.

Komentar /refleksi:
Dalam keseluruhan proses pendidikan, khususnya di sekolah guru memegang peranan yang paling utama, perilaku guru dalam proses pendidikan akan memberikan pengaruh bagi pembinaan siswa. Dalam psikologi guru pada bab ini merupakan kajian psikologis terhadap berbagai aspek perilaku guru khasnya dalam proses pendidikan di sekolah.

https://carbomark.org/league-of-masters-apk/