Prudential Indonesia Lajutkan Implementasi Kurikulum Cha-Ching di Jakarta

Prudential Indonesia Lajutkan Implementasi Kurikulum Cha-Ching di Jakarta

Prudential Indonesia Lajutkan Implementasi Kurikulum Cha-Ching di Jakarta

Prudential Indonesia Lajutkan Implementasi Kurikulum Cha-Ching di Jakarta
Prudential Indonesia Lajutkan Implementasi Kurikulum Cha-Ching di Jakarta

Setelah sebelumnya sukses meningkatkan literasi keuangan pada siswa Sekolah Dasar di Sidoarjo

, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kini melanjutkan pengenalan

Kurikulum “Cha-Ching” pada instansi pendidikan di Jabodetabek, untuk membantu menanamkan keterampilan pengelolaan uang dasar, khususnya pada anak-anak berusia antara 7 hingga 12 tahun. Kegiatan ini sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 76 tahun 2016, untuk mengimplementasikan pendidikan keuangan pada masyarakat Indonesia.

Nini SumoHandoyo Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia mengatakan, “Prudential Indonesia memahami bahwa sebuah bisnis yang bertanggung jawab adalah bisnis yang memiliki komitmen berkelanjutan untuk mengembangkan masyarakat serta lingkungan sekitarnya. Sesuai dengan fokus “We DO Good” yang dicanangkan Prudential di awal tahun, kami terus berkomitmen untuk mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat Indonesia, terutama anak-anak di tingkat sekolah dasar, salah satunya melalui program Cha-Ching.”

Dasar pengajaran dari Kurikulum Cha-Ching adalah untuk menanamkan empat konsep utama

dalam pengelolaan uang, yaitu Memperoleh (Earn), Menyimpan (Save), Membelanjakan (Spend)_, dan Menyumbangkan (Donate) dalam kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan dari pendidikan keuangan sejak dini adalah untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya nilai uang, sehingga anak-anak diharapkan dapat membuat keputusan finansial yang lebih baik saat dewasa. Kurikulum Cha-Ching ini sejalan dengan studi dari University of Cambridge yang mengungkapkan bahwa anak-anak mulai membentuk kebiasaan finansial sejak usia 7 tahun. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan pemahaman dasar mengenai keuangan sejak usia tersebut.

Marc Fancy, Executive Director Prudance Foundation mengatakan

,‚ÄĚKami adalah menjamin masa depan komunitas kami di wilayah Asia termasuk di Indonesia dengan memajukan bidang pendidikan, kesehatan dan keselamatan. Bidang pendidikan sendiri mempunyai peran yang sangat fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia. Dengan populasi golongan menengah dunia yang diperkirakan akan naik dari 1,8 miliar di 2009 menjadi 4,9 miliar di 2030, di mana 66% diantaranya berasal dari Asia, dan juga mengingat peningkatan inklusi keuangan yang cukup pesat, adalah suatu keharusan bagi semua individu untuk membekali diri’

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/14