Prof. Bambang Saputra Berikan Kado Anak Negeri Untuk Sang Presiden

Prof. Bambang Saputra Berikan Kado Anak Negeri Untuk Sang Presiden

Prof. Bambang Saputra Berikan Kado Anak Negeri Untuk Sang Presiden

Prof. Bambang Saputra Berikan Kado Anak Negeri Untuk Sang Presiden
Prof. Bambang Saputra Berikan Kado Anak Negeri Untuk Sang Presiden

Melihat kondisi kebangsaan kita yang memprihatinkan, Profesor Bambang Saputra merasa tergerak

hatinya untuk menulis buku yang berjudul ‘Kado Anak Negeri Untuk Sang Presiden’. Isi dari buku tersebut hari senin (11/2) kemarin di bedah dalam acara Dialog Kebangsaan bertajuk Memupuk Kesadaran Kebangsaan dalam Bingkai Ketuhanan d JCC Senayan Jakarta. Dengan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain; Prof. Dr. Ananda Faisar, SH, MH, Dr. Arrazy Hasyim MA, Kaspudin Noor, SH, Msi, Drs. H. Aminudin Yakub, MA, Vasco Ruseimy, ST, dan Jilal Mardani, serta Heri Suherman, SH bertindak sebagai moderator.

Dari dialog bisa ditarik benang merah yang jelas yakni Cinta Tanah Air (hubb al wathan) adalah fitrah kemanusiaan. Cinta Tanah Air, adalah perasaan bangga dan ikut memiliki sebuah wilayah tertentu. Perasaan ini diwujudkan dalam sikap rela berkorban untuk melindungi wilayahnya dari berbagai ganggungan dan ancaman. Cinta Tanajh air memperkuat dasar membangun masyarakat, dengan melakukan amal kebajikan, serta memperkuat tali persaudaraan.

Inilah salah satu pandangan penting dari Bambang Saputra yang dinukilkan dalam bukunya

, bahwa; manusia harus menjalankan fungsi dan perannya sebagai khalifah (pemimpin; sejatinya pemimpin). Ia dibebani tanggungjawab memakmurkan bumi.

Mencintai tanah air dan menjaga kekayaan alam, ujar Bambang, adalah bagian dari penjelmaan kesadaran berketuhanan yang mendalam. Sebaik-baik kesadaran berketuhanan adalah terletak pada dalamnya cinta dan luasnya pengabdian untuk menjaga Tanah Air sendiri.

“Saya memberikan suatu masukan bagaimana roda pemerintahan itu berjalan semestinya

dan mencari solusi kesadaran para pemimpin yang berketuhanan dengan menjaga amanat masyarakat Indonesia dengan baik,”tutur Profesor Bambang Saputra, di sela sela acara dialog Sebelum berdiskusi soal bukunya, pria kelahiran 26 Mei 1981 ini juga membacakan puisi ciptaannya berjudul ‘Tembang Jiwa Anak Negeri’ dan pemutaran film tentang anak-anak desa yang menginginkan perubahan positif di daerahnya.

“Puisi itu saya ciptakan untuk para neragawan dan untuk filmnya sendiri memiliki pesan moral khusus dari anak anak desa yang merupakan orang-orang pinggiran yang berharap pembangunan seperti bandhara, tol, pabrik dan pembangunan lainnya supaya bermanfaaat bagi orang di sekitarnya dan saya berharap siapapun presidennya harus bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,”ucap Alumni UIN Sumatera Utara, Medan, yang juga menyutradarai dan memproduseri sendiri film dokumenter tersebut.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/teks-laporan-hasil-observasi/