Plt Bupati Indramayu Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana di Sekolah

Plt Bupati Indramayu Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana di Sekolah

Plt Bupati Indramayu Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana di Sekolah

Plt Bupati Indramayu Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana di Sekolah
Plt Bupati Indramayu Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana di Sekolah

Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat mengingatkan pentingnya mitigasi

bencana untuk mengurangi risiko serta dampak, termasuk di lingkungan sekolah.

“Perlu kegiatan mitigasi bencana di sekolah-sekolah,” tegas Plt. Bupati Indramayu H.Taufik Hidayat ketika membuka acara Sosialisasi Sekolah Aman Bencana bagi Kepala SD Negeri/Swasta se-Kabupaten Indramayu di Pendopo Indramayu, Selasa (17/12/2019).
Bukan tanpa alasan, dipaparkan Taufik, berdasarkan data BNPB melalui aplikasi Inarisk, Kabupaten Indramayu memiliki risiko bahaya yang tinggi terhadap bencana banjir dan bahaya sedang untuk bencana gempa bumi.

Selain itu berdasarkan data yang dirilis oleh Kemendiknas pada 2018, terdapat 10 sekolah

yang masuk kategori rawan banjir bandang di empat kecamatan yakni Terisi, Gantar, Kertasmaya dan Sukaguniwang.
Sedangkan 11 sekolah memiliki tingkat kerawanan gempa bumi di delapan kecamatan yaitu Gantar, Terisi, Widasari, Krangkeng, Karangampel, Juntinyuat, Sliyeg, dan Sindang.
“Sosialisasi yang diselenggrakan oleh Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini sangat penting. Selanjutnya harus dilanjutkan kepada siswa melalui kegiatan simulasi bencana,” paparnya dalam sambutan.

Pentingnya tindaklanjut tersebut, lanjut Taufik, sekolah cukup strategis untuk

melakukan agen perubahan mitigasi bencana di masyarakat. Selain kepada siswa, mitigasi bencana juga harus diteruskan kepada para orang tua, komite, maupun lingkungan sekitarnya.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana, memaparkan selama tahun 2019 ini telah terjadi sejumlah bencana alam di Kabupaten Indramayu.
Edi menerangkan, pada bulan April telah terjadi bencana banjir di loma kecamatan yang merendam sebanyak 7.815 rumah. Kemudian bencana kekeringan yang mengancam puso tanaman padi seluas 12.358 hektare.
Lalu, bencana tanggul longsor di Desa Kertasemaya, dan beberapa hari lalu bencana angin puting beliung yang menimpa Kecamatan Jatibarang, Widasari, dan Cikedung.

 

Baca Juga :