Perbandingan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional

Perbandingan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional

Perbandingan Ekonomi Islam dengan Ekonomi KonvensionalPerbandingan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional

Terdapat perbedaan paradigma yang mendasari ekonomi konvensional dan paradigma yang mendasari ekonomi Islam. Keduanya tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin untuk di kompromikan, karena masing-masingnya didasarkan atas pandangan dunia yang berbeda. Ekonomi konvensional melihat ilmu sebagai sesuatu yang sekuler ( berorientasi hanya pada kehidupan duniawi-kini dan disini), dan sama sekali tidak memasukkan Tuhan serta tanggung jawab manusia kepada Tuhan di akhirat dalam bangun pemikirannya. Oleh karena itu ekonomi konvesional menjadi bebas nilai ( posivistik ). Sementara itu, ekonomi Islam justru dibangun atas, atau paling tidak diwarnai oleh prinsip-prinsip religius ( berorientasi pada kehidupan dunia-kini dan disini- dan sekaligus kehidupan akhirat-nanti dan disana.)

Ada beberapa permasalah mendasar yang membedakan antara paradigma yang dianut oleh system ekonomi Kapitalis, Sosialis, dan Islam.

Permasalah kepentingan

Menurut pendapat ekonomi Kapitalis kepentingan individu diutamakan diatas kepentingan umum. Maka dalam ekonomi setiap individu bebas bersaing untuk mendapatkan keuntungan tanpa ada batasan tertentu. Begitu juga dalam kepemilikan dan pemakaian harta benda. Menurut pendapat Madzhab ini dengan memperhatikan kepentingan individu maka secara tidak langsung kepentingan umum juga akan berjalan baik. Kemudian dibolehkan bagi setiap individu untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa perduli dengan kebutuhan masyarakat umum, bahkan tidak boleh ada campur tangan Negara sama sekali dalam pelaksanaan ekonomi. Keuntungan seseorang didapat sesuai dengan kerja keras yang dihasilkan. Kelebihan system ini adalah setiap orang bebas bekerja dan menggunakan kemampuannya dalam menaikan taraf hidupnya. Kelemahan system ini adalah munculnya banyak pengangguran dan permasalahan ekonomi karena tidak mereatanya pendapatan dan peredaran uang yang terjadi.

Sedangkan dalam pandangan ekonomi Sosialis kepentingan bersama lebih utama didahulukan daripada kepentingan individu. Maka Negara berhak ikut campur pada permasalahan ekonomi dan melarang kepemilikan individu pada suatu harta benda. Mereka berkeyakinan dengan memperhatikan kepentingan berasama, maka saat itu kepentingan pribadi individu otomatais akan terperhatikan. Kelebihan system ini adalah terpenuhinya kebutuhan masyarakat luas, hasil produksi dan mengurangi jumlah pengangguran juga permasalahan ekonomi. Ini semua karena kepentingan bersama lebih diperhatikan. Tetapi kelemahannya dari system ini adalah tidak adanya persaingan yang baik dalam peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, ini disebabkan karena kebebasan individu dikekang dan tidak dapat bergerak secara leluasa.

Sumber :

https://whypoll.org/