Penyelesaian perkara perdata melalui sistem peradilan

Penyelesaian perkara perdata melalui sistem peradilan

Penyelesaian perkara perdata melalui sistem peradilan

Penyelesaian perkara perdata melalui sistem peradilan

  1. Memberi kesempatan yang tidak adil (unfair), karena lebih memberi kesempatan kepada lembaga-lembaga besar atau orang kaya. Yang dimaksudkan disini, karena dengan kekayaan orang tersebut dapat menyuap jaksa atau bahkan dapat memanipulasi data.
  2. Sebaliknya secara tidak wajar menghalangi rakyat biasa (ordinary citizens) untuk perkara di pengadilan. Disini orang besar atau orang kaya dengan kekuasaan mereka serta kepandaiannya mereka mengerti akan prosedur yang harus dilalui, jauh dengan kalangan rakya biasa yang tidak mengerti atau kekurang pahaman mereka akan setiap prosedur, dengan kekurang pahaman kalangan biasa hal ini bisa sangat mudah mereka dibohongi oleh kalangan besar dengan manipulasi data atau fakta yang sesungguhnya terjadi.

Tujuan memperkarakan suatu sengketa:

  1. Untuk menyelesaikan masalah yang konkret dan memuaskan,

kenapa suatu konflik diperkarakan, karena keduanya sama-sama menginginkan ap yang diperebutkan itu menjadi miliknya. Oleh karenanya mereka memperkarakan suatu sengketa dan mencari pemecahannya yang menurut mereka itu adil.

  1. Pemecahannya harus cepat (quickly), wajar (fairly) dan murah (inexpensive)

Yang dimaksud adalah karena kedua belah pihak sudah lama menunggu suatu konflik yang telah berkepanjangan ini segera usai. Oleh karena itu kedua  belah pihak memperkarakan dengan melaporkan kepada polisi atau pengacara atau dengan penyelidikan bermaksud untuk lebih cepat mendapatkan hasil yang diperkarakan..

Selain dari pada itu berperkara melalui pengadilan:

Memperkarakan sengketa melalui pengadilan justru akan membuat semakin lama karena begitu banya prosedur yang harus diikuti. Selain itu juga dalam pengadilan prosesnya lebih dan sangat forma. Disamping biaya yang sangat tinggi karena harus membayar administrasi dan pengacara yang super mahal, memperkarakan melalui pengadilan justru secara umum tidak dianggap dan kurang memberi kesempatan yang wajar bagi yang rakyat biasa. Berikut  lebih ringkasnya dari penjelasan barusan :

  1. Lama dan sangat formalistik (waste of time and formalistic),
  2. Biaya tinggi (very expensive),
  3. Secara umum tidak tanggap (generally unresponsive),
  4. Kurang memberi kesempatan yang wajar (unfair advantage) bagi yang rakyat biasa.

 

https://promo-honda.id/office-hd-presentations-full-apk/