Pentingnya Melek Keuangan buat Persiapkan Biaya Pendidikan Anak

Pentingnya Melek Keuangan buat Persiapkan Biaya Pendidikan Anak – Setiap orangtua tentu menginginkan yg terbaik bagi anaknya. Hal ini keliru satu diwujudkan dengan memberikan pendidikan yang berkualitas. Tak sedikit pula orangtua yg mempertimbangkan buat menyekolahkan anak ke luar negeri.

Menempuh pendidikan pada luar negeri memang mempunyai berbagai sisi positif. Selain menciptakan anak lebih berdikari, belajar di luar negeri juga memberikan pengalaman bagi anak buat menyesuaikan diri menggunakan kehidupan di luar negeri.

Ditambah lagi, anak akan menguasai bahasa asing yg sebagai tentunya akan menjadi poin tambahan pada global karier. Baik menyekolahkan anak pada pada juga di luar negeri, keduanya tetap membutuhkan perencanaan yang matang.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), biaya pendidikan pada Indonesia semakin tinggi sebanyak 15-20 % setiap tahun. Sedangkan di luar negeri, nomor inflasi sebesar tiga sampai lima persen. Biaya pendidikan yang tak sedikit ini menimbulkan kekhawatiran bagi poly orangtua di Indonesia.

Survei dunia Value of Education yg dilakukan sang HSBC, keliru satunya di Indonesia menerangkan 34 persen orangtua yg anaknya sedang duduk pada bangku perkuliahan khawatir tidak memiliki keuangan yang bertenaga buat mendukung pendidikan anak mereka.

“Kuncinya adalah perencanaan sejak dini, realistis pada menghitung porto, terapkan norma finansial yang baik serta berinvestasi pada keterampilan anak yg akan berguna di masa depan,” ujar Head of Health Management HSBC Indonesia Steven Suryana di Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Menerapkan Disiplin Keuangan

Salah satu yg sebagai tantangan dalam menerapkan kebiasaan keuangan pada Indonesia, menurut Steven, adalah prinsip menabung yg masih melekat pada masyarakat.

Padahal menurut beliau, perbankan kini banyak menyediakan aneka macam fasilitas yang lebih menguntungkan pada jangka panjang, contohnya melalui investasi & iuran pertanggungan.

“Bukan berarti tabungan gak krusial, ya. Tapi kita lihat juga, perlu terdapat suatu perencanaan yang bisa melawan inflasi,” tambah Steven pada www.sekolahan.co.id/.

Hal ini pun turut dibenarkan sang pakar edukasi Ina Liem. Dia menilai, disiplin keuangan menjadi kunci yg sangat berpengaruh dalam perencanaan pendidikan, tidak hanya berdasarkan sisi porto pendidikan itu sendiri saja, namun jua bagi perkembangan anak.

“Sebetulnya, anak itu harus dididik (pada hal keuangan) dibagi 3. Yang 1/3 memang buat spend, lantaran pasti ada kebutuhan. Sepertiganya untuk ditabung, dan sepertiganya lagi anak harus mengerti investasi,” kata Ina.

Ina jua meneruskan, yang menjadi problematika saat ini adalah tren parenting style milenial yg permisif.

Dampaknya, anak terus bergantung dalam orangtua, termasuk berdasarkan segi keuangan, sebagai akibatnya kemampuan penyelesaian kasus (persoalan solving) dan organisasi anak kurang berkembang. Selain itu, anak pula cenderung akan kurang mempunyai dorongan dan determinasi pada berkarier.

Oleh karenanya, orangtua perlu menanamkan kesadaran keuangan pada anak semenjak dini. Dengan demikian, anak ikut terlibat dalam perencanaan keuangan buat masa depannya. “(Melek finansial dan kesuksesan berkarier) sangat berkaitan,” tambah Ina.