Pengertian Uang Kartal

Pengertian Uang Kartal

Karakteristik mata uang

Secara umum, ada beberapa fitur yang membedakan mata uang dari jenis uang lainnya. Fitur mata uang adalah sebagai berikut:

Uang jenis ini hanya dapat dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Uang yang dikeluarkan adalah dalam bentuk uang kertas dan koin.
Penggunaan uang jenis ini dijamin oleh hukum.
Uang ini harus digunakan sebagai alat tukar yang sah untuk kegiatan perdagangan harian di masyarakat.
Dalam undang-undang tentang bank sentral n. 11 tahun 1953, ada dua jenis mata uang dengan karakteristik tertentu, yaitu;

1. Uang negara
Uang negara dikeluarkan oleh pemerintah dan terbuat dari bahan plastik. Karakteristik uang negara:

Dikeluarkan oleh pemerintah
Penggunaannya dijamin oleh hukum
Ada nama negara yang mengeluarkannya
Ditandatangani oleh Menteri Keuangan
2. Uang bank
Pada tahun 1968, hukum n. 13 yang berisi penghentian sirkulasi uang negara dan diganti dengan uang bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral dalam bentuk uang kertas dan kredit.

Karakteristik uang Bank meliputi:

Dikeluarkan oleh Bank Sentral
Dijamin dengan emas atau mata uang asing yang didepositokan ke Bank Sentral.
Ada nama bank sentral negara penerbit.
Ada tanda tangan gubernur bank sentral.
Baca juga: Memahami bank

Jenis dan contoh mata uang
Pada dasarnya uang semacam ini dapat dibagi menjadi dua, atau uang kertas dan koin. Berikut penjelasannya;

A. Uang Kertas
Uang kertas adalah uang yang dibuat dari bahan kertas khusus di mana lukisan dan perangko khusus dicetak, yang digunakan sebagai mata uang tender yang sah. Contoh uang kertas:

Rp. 2.000 uang kertas
Uang kertas dalam denominasi Rp5000
Uang kertas Rp10.000
Uang kertas Rp20.000
Uang kertas Rp.50.000
Uang kertas Rp100.000
Keuntungan uang kertas:

Penggunaannya lebih praktis karena ringan, bahkan jika diangkut dalam jumlah yang lebih besar.
Itu bisa dibawa kemana saja dengan mudah.
Itu bisa dilipat dan disimpan dengan mudah.
Kurangnya uang kertas:

Mudah mengapung / menghilang berkat bentuknya yang tipis dan ringan.
Mudah sobek, kusut, atau rusak.
Sangat mudah terbakar dan letih.
Itu bisa disimulasikan.
B. Koin
Koin adalah uang yang terbuat dari emas atau perak yang dibentuk dengan cara ini. Koin memiliki dua jenis nilai, yaitu; nilai intrinsik (nilai bahan untuk pembuatan koin) dan nilai tukar (jumlah atau nilai uang yang akan ditukar dengan objek).

Contoh koin:

Koin Rp50
Koin denominasi Rp100
Rp. 200 koin
Koin denominasi rp500
Uang pecahan Rp1000, –
Manfaat Koin:

Terbuat dari bahan yang tahan lama dan tahan lama.
Kualitas bahannya bisa dikontrol.
Bentuknya kecil dan mudah diangkut dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Koin-koin akan berdering ketika jatuh sehingga pemilik tahu itu.
Kekurangan koin:

Lebih berat dari uang kertas.
Pemilik akan mengalami kesulitan mengangkutnya jika ada banyak.
Pasokan logam terbatas.
Baca juga: Memahami inflasi


Baca Juga: