Pengertian Majalah Menurut Para Ahli

Pengertian Majalah Menurut Para Ahli

Pengertian Majalah Menurut Para Ahli

Pengertian Majalah Menurut Para Ahli

  1. Assegaff, 1980:27

Karena termasuk sebagai media cetak, maka pesan-pesan dalam majalah bersifat permanen dan publik dapat mengatur tempo dalam membacanya, selain itu pula kekuatan utamanya adalah dapat dijadikan sebagai bukti.


  1. Defleur Dennis:137

Mirip dengan media cetak lainnya majalah tampil lebih berisikan pengetahuan dari pada hal-hal yang menyangkut selera dan perasaan dari komunikannya. Media ini bukan sarana yang dibaca selintas saja seperti media aktual (Broadcast Media), tidak juga membutuhkan perhatian pada waktu tertentu, media ini tidak dengan segera dapat di kesampingkan seperti Koran, majalah dapat disimpan oleh pembaca selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, kadang-kadang bertahun-tahun.


  1. Depdikbud, 1992:67

Tetapi dari keunggulan yang dimilikinya itu, kita dapat mengambil kelemahan yang utama dari majalah tersebut, yaitu bahwa majalah tidak terbit setiap hari seperti halnya surat kabar yang merupakan sumber berita (menyampaikan informasi) setiap harinya pada setiap orang. “Majalah diminati oleh mereka yang sibuk dan tidak sempat menekuni Koran harian”.


  1. Edwin Emery dkk (1967:62-65)

Majalah merupakan media opini”. Jadi dalam sebuah majalah pun terdapat tulisan-tulisan mengenai opini atau pendapat-pendapat, pandangan-pandangan seseorang mengenai sesuatu yang tentunya berkaitan dengan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat.


  1. Komarudin, 1984:149

Salah satu jenis alat komunikasi dalam bentuk publikasi yang terbit secara berkala seminggu sekali, atau sebulan sekali, atau pada waktu-waktu yang teratur. Majalah ini di terbitkan dengan isi yang antara lain artikel-artikel, berita-berita, cerita-cerita yang mengandung nilai sastra, fiksi dan non-fiksi, puisi, resensi, kritik-kritik, karikatur, lelucon-lelucon, pengisi (filler), tajuk rencana, kadang-kadang iklan.


  1. Wahyudi, 1991:99

“Kepentingan pembaca, pendengar, dan pemirsa, harus selalu di perhatikan dan di utamakan, karena “laku” tidaknya isi pesan yang di “jual” sangat tergantung dari konsumen atau dengan kata lain surat kabar atau majalah, radio, televisi, dan film akan “laku” bila, isi pesan sesuai dengan selera konsumen (audience)”.


Baca Juga :