Metodologi Tekstual dan Kontekstual

Metodologi Tekstual dan Kontekstual

Metodologi Tekstual dan Kontekstual

Metodologi Tekstual dan Kontekstual

Tekstual dapat diartikan mengacu pada teks. Metodologi tekstual menekankan pada signifikansi teks-teks sebagai kajian Islam dengan merujuk pada sumber-sumber suci dalam Islam, terutama Alquran dan Hadis. Pemahaman hukum mengacu apa adanya yang tertera dalam Alquran atau Hadis tidak memandang latar belakang sosial dan kultur masyarakat dan faktor yang melatarbelakangi permasalahan yang terjadi.

Metodologi kontekstual merupakan metode untuk memahami dalam kerangka konteksnya, baik ruang dan waktu. Pendekatan ini merupakan perangkat komplementer yang menjelaskan motif-motif kesejahteraan dalam ritual Islam, untuk memperkuat asumsi bahwa Islam merupakan entitas yang komprehensif yang melingkupi elemen normatif dan elemen praksis, selain itu menepis pandangan bahwa Islam itu radikal dan keras. Metode ini juga mengacu pada sumber-sumber ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis, akan tetapi dipahami secara berbeda dengan metodologi tekstual, dilihat dari waktu, latar belakang sosial, kultur budaya serta faktor penyebab dan akibatnya.

  1. Metodologi Muqaranah Madzhab

Secara etimologi muqaranah berarti membandingkan. Membandingkan dua hal atau dua perkara atau lebih. Menurut bahasa madzhab berarti jalan atau tempat yang dilalui. Muqaranah madzhab yaitu bidang yang mengkaji dan membahas tentang hukum yang terdapat dalam berbagai madzhab dengan membandingkan satu sama lain agar dapat melihat tingkat kehujjahan yang dimiliki oleh masing-masing madzhab tersebut, serta mencari segi-segi persamaan dan perbedaannya.

  1. Penutup

Dari pembahasan yang dikemukakan di atas, dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan pada adanya upaya penafsiran Alquran dari sejak zaman Rasulullah saw. hingga saat ini. Ulumul Tafsir digunakan untuk mengetahui kandungan kitabullah (Alquran) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw..
  2. Metodologi Ulumul Hadis merupakan metodologi yang digunakan untuk mengetahui fungsi terhadap Alquran dan hadis serta menekankan fungsi dan maksud firman Allah.
  3. Berbagai metode penelitian filsafat Islam dilakukan para ahli dengan tujuan untuk dijadikan bahan perbandingan bagi perkembangan filsafat Islam selanjutnya.
  4. Tasawuf merupakan salah satu bidang studi Islam yang memusatkan perhatian pada aspek rohani manusia yang dapat menimbulkan akhlaq mulia di dalam tasawuf.
  5. Pada metodologi ini dapat diketahui bahwa model penelitian yang digunakan adalah penelitian eksploratif, deskriptif dan menggunakan pendekatan sejarah. Serta dapat mengetahui latar belakang sosial politik yang dikembangkan MUI.
  6. Pemikiran modern dapat diartikan arah pemikiran yang maju menuju kepada pembaharuan, pemikiran ini ada dua macam yaitu metode pemikiran modern yang sekuler dan agamis.
  7. Metodologi pendidikan Islam merupakan cara atau usaha yang dilakukan untuk kegiatan bimbingan dan pengajaran dalam memahami Islam.
  8. Metodologi tekstual menekankan pada signifikansi teks-teks Alquran dan Hadis sebagai kajian Islam dan mengacu apa adanya yang tertera dalam Alquran atau Hadis. Metodologi kontekstual merupakan metode untuk memahami dalam kerangka konteksnya, baik ruang dan waktu.
  9. Metodologi muqaranah madzhab yaitu cara memahami Islam dengan membandingkan hukum yang terdapat dalam berbagai madzhab.

Baca Juga :