Madu dan Racun dari Komodo

Madu dan Racun dari Komodo

Madu dan Racun dari Komodo

Madu dan Racun dari Komodo
Madu dan Racun dari Komodo

JEJAK spesiesnya yang sangat tua, bukan satu-satunya penyebab ketenaran komodo (Varanus komodoensis). Satwa purba ini juga dikenal memiliki keunggulan indra maupun alat serangan yang berbahaya. Gigitan komodo kerap disebut termasuk serangan hewan yang paling berbahaya. Insiden gigitan satwa yang secara alami hanya ditemui di Indonesia ini kerap menjadi pemberitaan. Ini pula yang terjadi pada Rabu (3/5) di Desa Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Seorang wisatawan asing bernama Loh Lee Aik, 68, menderita luka gigitan yang cukup besar.

Gigitan komodo berbahaya ialah racun yang berasal dari gigitannya. Pada 2009, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Zoo and Wildlife Medicine, peneliti dari University of Queensland, Bryan Fry, memperlihatkan efek gigitan komodo berdasarkan pemindaian medis di bagian tengkorak. Sebelum penelitian itu ,definisi racun yang dimiliki komodo merupakan kumpulan bakteri yang terhimpun di dalam mulut reptil tersebut. Para peneliti mengatakan jumlah bakteri yang terdapat di dalam mulut komodo mencapai hingga 58 jenis dan 93% diantaranya tergolong berpotensi patogen.

Diketahui juga, bertambah banyaknya jenis bakteri di mulut komodo seiring

dengan waktu penggigitan korban. Namun, pascapemindaian dalam penelitian, Fry mengatakan reptil tersebut memiliki dua kelenjar racun di bagian rahang bawah, yaitu di bawah sela-sela gigi. Racun komodo terdiri dari beberapa jenis protein beracun dan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, menyebabkan pendarahan hebat, mencegah pembekuan darah, dan menginduksi syok bagi korbannya.

Dengan begitu disimpulkan bahwa kumpulan bakteri yang terhimpun

di dalam mulut komodo bukan satu-satunya aktor utama yang dapat melumpuhkan target serangannya.
Racun yang dikeluarkan dari mulut komodo diketahui cepat bereaksi pada korban. Selain itu, rata-rata gigitan komodo dilakukan dengan tenaga yang kuat hingga menghasilkan luka robek yang besar. Gigitan kuat menyebabkan racun mudah untuk masuk dan memberikan efek kepada korban.

Namun, Fry menekankan, yang berperan dalam melumpuhkan target tetap bukan racun

, melainkan besaran lukanya. “Racun memang membantu, namun kuncinya terletak pada luka robekan dari gigitan,” jelas Fry. Kombinasi serangan gigitan dan racun tersebut menandakan komodo merupakan predator yang penuh dengan strategi dalam memangsa targetnya.

 

sumber :

https://rajasatour.id/raskulls-apk/