Lantik 212 Pejabat Struktural dan Fungsional

Lantik 212 Pejabat Struktural dan Fungsional

Lantik 212 Pejabat Struktural dan Fungsional

 

Lantik 212 Pejabat Struktural dan Fungsional

Wali Kota Bogor

Bima Arya melantik sebanyak 11 pejabat struktural, 32 fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, termasuk 169 fungsional Satpol PP di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (18/12/2018).

Diantaranya Dody Ahdiat

Diantaranya Dody Ahdiat yang sebelumnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menjadi Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asperbangkesra), Boris Derurasman yang sebelumnya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) menjadi Sekretaris DPRD (Setwan), Achsin Prasetyo yang sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjadi Asisten Administrasi Umum, Dadang Sugiarta yang sebelumnya Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) menjadi Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Bima menuturkan, pelantikan kali ini adalah gelombang awal dari proses penyesuaian jabatan rotasi, mutasi dan promosi yang akan segera berlangsung dalam skala yang lebih besar.

Di penghujung tahun ini dan di penghujung dari masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota perlu dipastikan tuntasnya program yang dicanangkan selama lima tahun dan adanya keberlanjutan masa transisi antara periode pertama dengan kedua. kata kata motivasi bahasa inggris untuk pelajar

“Disinilah konteks penyesuaian posisi di lingkungan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Saya meyakini bahwa apa yang sekarang dilakukan dan apa yang nanti akan terjadi itu akan meningkatkan kinerja dan capaian kita atas hal-hal yang telah ditargetkan,” ungkap Bima.

Pada kesempatan itu secara teknis dan spesifik Bima menitipkan pesan kepada pejabat yang dilantik

“Kepada Asisten, bapak berdua ibarat kabinet adalah menteri koordinator yang membantu Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda dalam menjalankan roda pemerintahan. Fungsi koordinasi inilah yang seringkali lemah, konsep kuat tetapi pelaksanaan lemah,” kata Bima.

Oleh karena itu Bima menitipkan tugas kepada dua Asisten untuk menjalankan kursi koordinasi semaksimal mungkin. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasan dan pertanggungjawaban. Jangan lagi ada persoalan di lapangan karena miss komunikasi atau miss koordinasi.

“Jadi kami titip kepada bapak asisten berdua untuk betul-betul menjalankan fungsi seperti menteri koordinator yang mengawasi dan mengkoordinasikan semua yang tupoksinya berada di bapak berdua,” harap Bima.

Sedangkan untuk Setwan

Bima meminta untuk menjembatani antara seluruh jajaran Pemkot dengan legislatif. Memastikan bahwa semua taat aturan dan tidak ada kompromi bagi hal-hal yang melanggar aturan.

Selanjutnya untuk Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebentar lagi akan memasuki masa-masa yang harus benar-benar dijaga, yaitu Pemilu 2019.

“Karena itu kami menitip agar terus berkoordinasi beserta seluruh jajaran dan menginformasikan kepada atasan segala dinamika keseharian yang ada. Membangun komunikasi yang baik dengan semua masyarakat sehingga terjaga stabilitas dan kebersamaan,” tuturnya.