Kontruksi Kapal dan Perawatan Kapal

Kontruksi Kapal dan Perawatan Kapal

Dalam sistem konstruksi kapal dikenal 2 sistem yaitu konstruksi yang biasanya digunakan pada lambung kapal yaitu sistem konstruksi pantek dan sistem konstruksi overlapping. Beban yang terus menerus merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap berkurangnya kekuatan konstruksi lambung kapal kayu. Umur kelelahan konstruksi selalu menjadi perhatian serius dalam perancangan konstruksi. Hal tersebut berkaitan erat dengan cycle yang diijinkan dan diterima oleh konstruksi. Untuk memprediksi secara tepat beban maksimum maupun cycle yang diizinkan pada struktur dapat dilakukan dengan metode statistik. Metode statistik ini mengolah data hasil pengujian fatigue dengan hasil akhirnya berupa besarnya cycle pada tingkat keandalan tertentu dimana konstruksi tersebut masih layak dioperasikan (Syarif, 2008).

Penyusunan juklak Konstruksi dan Perawatan kapal bertujuan menciptakan standardisasi konstruksi rancang bangun kapal perikanan yang baku untuk dapat digunakan oleh para nelayan khususnya nelayan – nelayan kapal perikanan skala kecil (di bawah 30 GT), sebagai salah satu upaya untuk dapat meningkatkan produktifitas (Ariyanto, 2009).

  1. Karakteristik Kapal Perikanan

Menurut Setianto (2007), Kapal perikanan sebagaimana layaknya kapal penumpang dan kapal niaga lainnya maupun kapal barang, harus memenuhi syarat umum sebagai kapal. Berkaiatan dengan fungsinya yang sebagian besar untuk kegiatan penangkapan ikan, maka harus juga memenuhi syarat khusus untuk mendukung keberhasilan kegiatan tersebut yang meliputi: kecepatan, olah gerak/mneuver, ketahanan stabilitas, kemamapuan jelajah, konstruksi, mesin penggerak, fasilitas pengawetan dan prosesing serta peralatan penangkapan.

  1. Kecepatan

Kapal penangkap ikan biasanya membutuhkan kecepatan yang tinggi, karena untuk mencari dan mengejar gerombolan ikan. Disamping iitu juga untuk mengangkut hasil tangkapan dalam keadaan segar sehingga dibutuhkan waktu relatif singkat.

  1. Olah Gerak

Kapal perikanan memerlukan olah gerak/manuver kapal yang baik terutama pada waktu operasi penangkapan dilakukan. Misalnya pada waktu mencari, mengejar gerombolan ikan, pengoperasian alat tangkap dan sebagainya.

  1. Ketahanan Stabilitas

Kapal perikanan harus mempunyai ketahanan stabilitas yang baik terutama pada waktu operasi penangkapan ikan dilakukan. Ketahanan terhadap hempasan angin, gelombang dan sebagainya. Dalam hal ini kapal perikanan sering mengalami olengan yanng cukup tinggi.

  1. Jarak Pelayaran/Kemampuan jelajah

     Kapal perikanan harus mempunyai kemampuan jelajah, untuk menempuh jarak yang sangat tergantung pada kondisi lingkungan perikanan, seperti: pergerakan gerombolan ikan, fihing ground dan musim ikan. Sehingga jarak pelayaran bisa jauh, sebagai contoh Tuna Long Line.

Sumber :

https://okabawes.co.id/indonesia-belajar-dari-china-soal-teknologi-reaktor-pendingin-gas-temperatur-tinggi/