Kemenag Kota Bogor Mengeluh Minimnya Penambahan Guru PAI

Kemenag Kota Bogor Mengeluh Minimnya Penambahan Guru PAI

Kemenag Kota Bogor Mengeluh Minimnya Penambahan Guru PAI

Kemenag Kota Bogor Mengeluh Minimnya Penambahan Guru PAI
Kemenag Kota Bogor Mengeluh Minimnya Penambahan Guru PAI

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, mengeluhkan minimnya

penambahan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penambahan guru PAI ini diperlukan melihat besarnya jumlah guru PAI yang dibutuhkan di berbagai jenjang pendidikan dari SD hingga SMA.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kota Bogor, Sufyan Suri, mengatakan, kekurangan guru PAI disebabkan karena sudah lama tidak ada penambahan guru PAI. Sufyan juga mempersoalkan hak penetapan regulasi penambahan guru. “Sekarang kan penetapan regulasi bukan lagi di Kemenag, melainkan di Diknas terutama Pemda,” tambahnya.

Sufyan mengatakan, selama ini yang bisa dilakukan Kemenag Kota Bogor

hanya bisa mengajukan penambahan saja ke Pemda serta memberi laporan kebutuhan ke Kanwil Kemenag. Jumlah kebutuhan guru PAI yang dilaporkan Kemenag Kota Bogor ke Kanwil sebanyak 396 guru PAI.

Di antara 396 guru PAI tersebut, kebutuhan terbagi di SD sebanyak 219 guru, SMP sebanyak 71 guru, dan SMA sebanyak 106 guru. Menurut Sufyan, jumlah guru yang meninggal dan pensiun pada 2018 sebanyak 30 orang. Sedangkan jumlah guru PAI yang akan pesiun di tahun 2019 sebanyak 22 orang.

Sufyan, menyampaikan, tahun 2018 Pemda telah melakukan rekruitmen guru PAI.

Namun, menurut dia, rukruitmen tersebut hanya menetapkan enam guru PAI saja. Ke enam guru PAI tersebut ditugaskan mengajar di SMP.

“Di antara tingkatan sekolah SD sampai SMA, yang paling membutuhkan tambahan guru PAI yakni di tingkat SD,” ungkapnya.

 

Baca Juga :