Kemajuan Peradaban Islam di Spanyol

Kemajuan Peradaban Islam di Spanyol

Pada masa kekuasaan Islam di Spanyol, umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana. Banyak prestasi yang mereka peroleh, di antaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Pengetahuan
  2. Filsafat

Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke 9 M. Selama pemerintahan Bani Umayyah yang ke 5, Muhammad Abd ar Rahman (832-866 M). Atas inisiatif al-Hakam (961-976 M) karya-karya ilmiah dan filosofis diimpor dari Timur dalam jumlah besar, sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitas-universitasnya mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di dunia Islam.

Tokoh pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakar Muhammad bin as-Sayigh yang lebih dengan Ibnu Bajah, dilahirkan di Saragosa. Tokoh kedua adalah Abu Bakar bin Tuffail, penduduk asli Wadi Asy, sebuah dusun kecil di sebelah Timur Granada. Selain itu, ada juga Ibnu Rusyd dari Cordova.

  1. Sains

Ilmu-ilmu kedokteran, astronomi, kimia, dan lain-lain juga berkembang dengan baik, Abbas bin Farnas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ibrahim ibn Yahya an-Naqash terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang bisa menentukan jarak antara tata surya dan bintang. Ahmad ibn Abbas ahli dalam bidang obat-obatan. Umm al-Hasan binti Abi Jaffar dan saudara al-Hafidz adalah dua orang ahli kedokteran.

Thabib bin Qurra’ dianggap sebagai bapak ilmu kimia. Ar-Razi karangannya terkenal dalam bidang penyakit campak dan cacar. Ibnu Shina, orang eropa menyebutnya Avicena adalah seorang dokter yang terkenal dengan karangannya tentang kedokteran al-Qanun fi at-Thib.

  1. Fiqih

Dalam bidang fiqih, Spanyol islam dikenal sebagai penganut mazhab Maliki. Yang memperkenalkan mazhab ini di sana adalah Ziyad bin Abdurrahman. Pekembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibnu Yahya yang menjadi qadhi pada masa Hisyam binAbdurrahman. Ahli-ahli fiqih lainnya di antaranya adalah Abu bakar bin al-Quthiyah, Munzir bin Sa’id Al-Baluthi, dan ibnu Hazm  yang tekenal.

  1. Musik dan Kesenian

Dalam bidang musik dan seni suara, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan bin Nafi’ yang dijuluki Zaryab. Setiap kali diadakan pertemuan dan jamuan, Zaryab selalu tampil mempertunjukkan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai pengubah lagu. Ilmu yang dimilikinya itu diturunkan kepada anak-anaknya baik pria maupun wanita, dan juga kepada budak-budak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas.

  1. Bahasa dan Sastra

Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Diantara para ahli yang mahir dalam bahasa Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa yaitu Ibnu Sayyidih, Ibnu Malik pengarang Alfiyah, Ibnu Huruf, Ibnu Al-Hajj, Abu Ali al-Isybili, Abu Hasan bin Usfur, dan Abu Hayyan al-Gharnathi. Seiring dengan kemajuan bahasa, karya-karya sastra banyak bermunculan seperti al-Iqd al-Farid karya Ibnu Abd Rabbih, al-Dzakirah fi Mahasin  ahl al-Jizarah oleh Ibnu Bassam,serta al-Qalaid buah karya al-Fath bin Khaqan.[5]