Kebijakan Pendapatan

Kebijakan Pendapatan

Kebijakan PendapatanKebijakan Pendapatan

Kebijakan pendapatan (income policy) atau disebut kebijakan harga dan upah (price and wage policy) adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi atau mengendalikan tingkat kenaikan harga-harga, upah nominal, dan bentuk-bentuk pendapatan lainnya. Contoh : kebijakan upah minimum (minimum wages policy) (di Indonesia UMR), kebijakan harga tertinggi (ceiling price policy) yang diterapkan untuk beberapa jenis barang kebutuhan pokok, kebijakan harga dasar (floor price policy) (di Indonesia : kebijakan harga dasar gabah),dan lain-lain.

Jadi, kebijakan fiskal dan moneter adalah dua sejoli yang merupakan alat utama bagi perencanaan ekonomi nasional untuk mengendalikan keseimbangan makro perekonomiannya.

2.2.5. Kebijakan Ekonomi Internasional

Kebijakan ekonomi internasional (international economic policy) adalah kebijakan yang ditunjukan untuk mempengaruhi posisi keuangan dan moneter dari suatu negara. Di dalam kelompok ini termasuk kebijakan perdagangan (commercial policy) seperti tarif, kuota, dan lain-lain, dan kebijakan nilai tukar (exchange rate policy) seperti kebijakan devaluasi dan revaluasi.

Berbagai jenis kebijakan makroekonomi tersebut di atas memiliki beberapa tujuan atau sasaran, atau yang sering disebut sebagai tujuan kebijakan makroekonomi (macroeconomic policy goals), yaitu : (1) terciptanya tingkat kesempatan kerja yang tinggi (high levels of employment atau full employment) atau terciptanya tingkatan pengangguran yang serendah mungkin (low unemployment rate) (2) terciptanya setabilitas harga (price stability) atau tingkat inflasi yang relative rendah (low inflation rate); (3) terciptanya tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan (high rates and sustained economic growth); (4) terciptanya keseimbangan di dalam neraca pembayaran internasional (balance of payment equilibrium) atau disebut juga keseimbangan eksternal (external balance) dan stabilitas dalam nilai tukar mata uang (stability in exchange rate); dan (5) terciptanya pembagian pendapatan yang lebih merata (a more equal distribution of income).