Hasil Perubahan Anggota Kelompok

Hasil Perubahan Anggota Kelompok

Hasil Perubahan Anggota Kelompok

Hasil Perubahan Anggota Kelompok
Hasil Perubahan Anggota Kelompok
b.      Tugas dan Peranan
Menurut Prof. Munggin (2005 : 107-105)D tugas dari pemimpin kelompok adalah :
1)   Membuat dan Mempertahankan Kelompok
Pemimpin mempunyai tugas untuk membentuk dan mempertahankan kelompok. Melalui wawancara awal dengan calon anggota dan melalui seleksi yang baik, pemimpin kelompok membentuk konseling.
2)   Membentuk budaya
Setelah kelompok terbentuk, pemimpin kelompok mengupayakan agar kelompok menjadi sistem sosial yang terapeutik kemudian dicoba menumbuhkan norma – norma yang dipakai sebagai pedoman interaksi kelompok.
3)   Membentuk norma – norma
Norma – norma di dalam kelompok dibentuk berdasarkan harapan anggota kelompok terhadap kelompok dan pengaruh langsung maupun tidak langsung dari pemimpin dan anggota yang lebih pengaruh.
Menurut Prayitno peran pemimpin kelompok adalah :
1)   Pembentukan kelompok dari sekumpulan (calon) peserta.
2)   Penstrukturan, yaitu membahas bersama anggota kelompok apa, mengapa dn bagaimana layanan BKp atau KKp dilaksanakan.
3)   Pertahapan kegiatan BKp dan KKp
4)   Penilain segera (laiseg )hasil layana BKp dan KKp
5)   Tindak lanjut layanan.
c.       Keterampilan yang harus dimiliki
Pemimpin kelompok harus menguasai dan mengembangkan kemampuan atau ketrampilan dan sikap  untuk terselenggaranya kegiatan kelompok. Ketrampilan dan sikap yang perlu dimiliki menurut Prof. Mungin(2005 :123 – 130 ) meliputi :
1)        Aktif mendengar
2)        Refleksi
3)        Menguraikan dan menjelaskan pertanyaan.
4)        Meringkas.
5)        Penjelasan singkat dan pemberian informasi
6)        Mendorong dan mendukung
7)        Pengaturan nada suara
8)        Pemberian model dan penyiapan diri.
9)        Penggunaan mata.
Hasil Perubahan Anggota Kelompok
Hasil yang dharapkan pada kelompok yaitu dengan anggota memperoleh pemahaman baru dari kegiatan bimbingan dan konseling kelompok. Juga terentaskanya masalah anggota dalam kelompok dalam kegiatan koseling kelompok. Anggota dapat terbuka dalam mengungkapkan pendapat , saran, taupun masalah. Terciptanya hubungan yang hangat / terciptanya dinamika dalam kelompok.