Hadapi Industri 4.0. Masyarakat Harus Mampu Bersaing

Hadapi Industri 4.0. Masyarakat Harus Mampu Bersaing

Hadapi Industri 4.0. Masyarakat Harus Mampu Bersaing

Hadapi Industri 4.0. Masyarakat Harus Mampu Bersaing
Hadapi Industri 4.0. Masyarakat Harus Mampu Bersaing

Menghadapi era revolusi industri 4.0 masyarakat dituntut harus mampu bersaing

dan meningkatkan kapasitas sumber dayanya. Sinkronisasi antarmindset pemikiran dan kreativitas harus dikembangkan.

Untuk itu, mahasiswa sebagai kelompok intelektual harus ikut berperan lebih dalam peningkatan kapabilitas dalam menghadapi industri 4.0.

Sebagai langkah meningkatkan kualitas SDM khususnya di lingkup mahasiswa, Pengurus Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMIKI) Wilayah II (Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten) menggelar Forum Dialog Komunikasi Kebangsaan di Golden Boutiqe Hotel, Jakarta, Kamis (12/9).

Hadir sebagai narasumber, Budiman Sudjatmiko selaku Ketua Umum Innovator 4.0 Indonesia,

Wahyu Aji selaku CEO GNFI (Good News From Indonesia), Mahbub Ubaedi Alwi selaku Ketua Umum PP IMIKI.

Acara ini juga dihadiri para peserta perwakilan dari masing-masing Cabang diantaranya Jakarta, Bandung, Banten dan Karawang.

Ketua Umum IMIKI Wilayah II, Cecep Irwansyah mengatakan, kegiatan tersebut sebagai peningkatan kualitas SDM mahasiswa ilmu komunikasi.

”Ini kegiatan yang positif dan bisa menjadi pembelajaran berharga untuk mahasiswa,

khususnya mahasiswa Ilkom dan mahasiswa pada umunya, juga untuk merespon tantangan bangsa Indonesia kedepan akan seperti apa,” kata Cecep, disela-sela acara.

Sementara itu, Ketua umum inovator 4.0 Indonesia, sekaligus anggota DPR RI, Budiman Sudjatmiko menuturkan, mahasiswa harus berkolaborasi dan bahu-membahu untuk menyelesaikan permasalahan bersama.

”Contoh, kalau kamu tidak bisa matematika ajak orang matematika bikin kelompok, kalau kelompok harus ada beragam bidang, ada orang sejarah, matematika ada orang sastra, dan filsafat dan ada orang komputer. Berdialog apa yang bisa dilakukan,” terangnya, saat di temui usai dialog publik pemantapan pekan kerja nyata Revolusi Mental Bagi Mahasiswa yang digagas oleh Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (imiki) wilyah 2 (Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten) bekerja sama dengan Kementrian dalam negeri di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat pada Kamis (12/9)

Dia melanjutkan, mahasiswa perlu berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, berkolaborasi dengan bidang ilmu lain untuk berkreasi.

”Untuk meningkatkan kreativitas. Dulu jaman saya mahasiswa bisa menulis artikel dimuat di kompas sudah keren, hari ini untuk menjadi mahasiswa keren bukan hanya sekedar bisa menulis artikel, tapi kalau bisa buat aplikasi yang bisa digunakan oleh banyak orang,” paparnya.

Salah satu hal yang juga harus dimiliki oleh mahasiswa yaitu nilai gotong royong dan harus ditanamkan oleh mahasiswa saat ini.

”Bisa gotong royong dan kreativitas, gotong royong kreatif, kreatif yang bergotong royong,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Jurnalis sekaligus pemilih Good News From Indonesia, Wahyu Aji menuturkan mahasiswa harus mampu menyelesaikan masalah disintegrasi, ujaran kebencian, dan mampu menjadi pionir dalam menangkal banjirnya informasi.

 

Sumber :

http://revistas.uned.es/index.php/accionpsicologica/comment/view/520/460/121055