Dugaan Praktek Monopoli, India Tingkatkan Status Penyelidikan Terhadap Google

Dugaan Praktek Monopoli, India Tingkatkan Status Penyelidikan Terhadap Google

Dugaan Praktek Monopoli, India Tingkatkan Status Penyelidikan Terhadap Google

Dugaan Praktek Monopoli, India Tingkatkan Status Penyelidikan Terhadap Google
Dugaan Praktek Monopoli, India Tingkatkan Status Penyelidikan Terhadap Google

Pejabat Komisi Persaingan India (CCI) memutuskan untuk meningkatkan status

pemeriksaan terhadap Google, menjadi penyelidikan menyeluruh.

Google dituduh menyalahgunakan posisi dominan platform Android untuk menekan para pesaing. Keputusan tersebut diambil setelah CCI menentukan keluhan terhadap perusahaan yang pantas dilakukan setelah penyelidikan awal.

Menurut laporan Reuters, perwakilan Google diperkirakan akan dipanggil untuk menghadap Komisi Persaingan India dalam beberapa bulan mendatang sebagai bagian dari penyelidikan, yang diperkirakan berlangsung sekitar satu tahun.

Detail penyelidikan tidak dirilis untuk umum, tetapi sumber mengatakan kepada Reuters

bahwa penyelidikan mengacu pada praktik Android Google yang dilakukan oleh Komisi Eropa (EC).

Kasus yang berlangsung selama tiga tahun itu, telah berujung pada penalti senilai € 4,3 miliar yang dibebankan kepada raksasa teknologi mesin pencari itu.

Mengikuti keputusan EC, Google mengatakan akan menghentikan bundling aplikasi dengan platform Android dan sebagai gantinya membebankan biaya lisensi kepada produsen untuk memasukkannya.

Keputusan tersebut juga menciptakan layar pengaturan perangkat baru

untuk memungkinkan pengguna di Uni Eropa, memilih layanan pencarian dan browser default mereka.

Sebagai OS terpopuler, Android, digunakan oleh pembuat perangkat secara gratis. Tak tanggung-tanggung, fitur ini terdapat pada sekitar 85% populasi smartphone dunia.

Di India sendiri, menurut perkiraan Counterpoint Research, sekitar 98% ponsel pintar yang dijual pada 2018 menggunakan platform Android. Sementara data dari StatCounter menunjukkan Android memegang hampir 91% pasar OS selular di India pada April 2019.

 

Baca Juga :