Disiplin harus dimulai dari guru

Disiplin harus dimulai dari guru

Disiplin harus dimulai dari guru

Disiplin harus dimulai dari gur
Disiplin harus dimulai dari gur

Hal pertama yang saya terapkan adalah disiplin. Menerapkan disiplin ini gampang-gampang susah. Sebagai guru dan manager di kelas, kita harus pandai menggunakan ilmu tarik ulur. Artinya, sebagai manager, kita harus menerapkan disiplin dan etos kerja, tetapi karena kita juga guru, apalagi guru bagi anak2 yang heterogen, maka kita harus bisa menjadi sahabat, menjadi teman anak-anak, sekaligus mereka menghormati dan menghargai kita sebagai gurunya. Bagaimana caranya? Ya itu tadi, system tarik ulur. Selain itu tentu saja, karena guru adalah role model atau contoh nyata bagi anak-anak, penting untuk diingat dan dilaksanakan, guru pun harus disiplin lebih dulu, sebelum meminta anak2nya untuk berbuat disiplin.

Misalnya saja, kalau kita meminta anak2 untuk datang tepat waktu, maka sebaiknyalah kita datang tepat waktu pula setiap harinya. Kalau kita meminta anak2 untuk tertib dan tidak mengobrol di dalam kelas, maka janganlah guru meninggalkan kelas dan mengobrol di ruang guru, sementara anak2 ditinggal tanpa pengawasan. Selain memberi contoh buruk bagi anak2, meninggalkan kelas tanpa pengawasan berarti membiarkan sesuatu terjadi. Bisa saja ketika guru asyik mengobrol, ada saja anak berantem atau terjatuh.

Sering sekali di setiap pelatihan dimana saya menghadiri atau saya menjadi pembicaranya, guru mengeluh kepada saya tentang sulitnya menerapkan disiplin ini ke anak didik mereka. Anak yang sulit diatur dan sering ngobrol ketika mengerjakan sesuatu bahkan bertengkar fisik dengan sesame teman di kelas. Kemudian saya tanyakan apakah sang guru juga mengobrol di ruang guru dan meninggalkan siswanya, sambil tersipu malu mereka mengiyakan pertanyaan saya tadi.

Contoh lain lagi adalah di SMP dan SMA, guru2 melarang siswanya untuk tidak merokok. Tetapi bagaimana mereka tidak melakukannya kalau ternyata para guru sendirilah yang menyarankan siswa2nya untuk merokok dengan memberi contoh nyata merokok di hadapan para siswa. Apalagi, banyak guru pria yang mengajar di sekolah dasar dan mereka merokok di depan kelas rendah. Itu jelas bukan contoh yang baik bagi anak2. Saya tidak melarang para guru untuk berhenti merokok, tetapi akan lebih baik kalau mereka menahan diri mereka hingga sekolah usai,atau merokoklah di luar area sekolah.

Sumber : https://www.pressnews.biz/@theeacher/dosenpendidikan-releases-abrand-new-article-onthe-respiratory-system-of-different-animals-p43k74kja3bj