Contoh Subkultur

Contoh Subkultur

Contoh Subkultur

Contoh Subkultur

Geng Motor

Willis berpendapat bahwa geromolan seperda motor, kebisisngan pengendara yang selalu melaju mengekspresikan kebudayaan nilai dan identitas geng motor. Soliditas , daya tangkap, kekuatan sepeda motor cocok dengan sifat nyata dan penuh percaya diri dari dunia anak – anak muda anggota geng motor. Sepeda motor menegaskan komitmen para anggotanya oleh terhadap hal – hal yang bersifat fisik , ketangguhan dan kekuatan sehingga kejutan dari akselerasi motor agresifitas dari orang – orang yang tak mengenal rasa takut cocok dan menyimbolkan kekuatan maskulin, eratnya persahabatan kekerasan bahasa, dan gaya interaksi sosial mereka.

Menurut Willis subkultur melakukan berbagai kritik penting dan mengemukakan sejumlah pandangan tentang kapitalisme kontemporer dan kebudayaannya. Cara anak – anak pengendara sepeda motor itu dalam menjinakkan brutalnya teknologi demi mencapai tujuan manusia secara simbolis menunjukkan kepada kita teror teknologi raksasa kapitalisme. Dia mengekspresikan alienasi dan banyaknya kerugian yang diderita pada skala manusia. Karya subkultur yang krteatif , ekspresif, dan simbolis bisa dibaca sebagai bentuk perlawanan.

Gaya Punk

Menurut Hebdige , gaya adalah praktik signifikasi yang pada kasus subkultur hura – hura menjadi tampilan penuh rekayasa.Melalaui signifikasi perbedaan gaya membentuk identitas kelompok. British punk adalah contoh favorit Hebdige dia menyatakan bahwa punk bukan hanya merupakan respon atas krisis kemunduran Inggris yang termanifestasi dalam pengangguran, kemiskina, dan berubahnya standar moral. Gaya punk adalah ekspresi kemarahan dan frustasi yang melekat pada satu bahasa yang umumnya ada namun sekarang dimaknai sebagai gejala dari sekumpulan masalah kontemporer.

Gaya punk pada dasarnya adalah cara pemaknaan terpisah, sadar diri dan ironis. Sebagaimana bricolage yang memaknai kebisingan dan kekacauan pada setiap level gaya punk ditata dengan penuh makna. Punk adalah satu gaya memberontak yang menciptakan perpaduan pembangkangan dengan karakter abnormal seperti piercing, binlainers, rambut yang diwarnai, baju yang di corat – coret , dan iconografifetitisme seksual, stocking yang berlubang lubang dan lain – lain. Melalui tarian yang tak teratur, bunyi yang kacau lirik yang tidak terarah, bahasa yang ofensif dan coret – coretan anarkis. Gerakan punk memandang kemapanan sebagai bahaya sosial karena berpotensi membatasi kebebasan berpikir, mencegah orang-orang untuk melihat sesuatu yang benar di masyarakat, dan sebaliknya memaksa mereka untuk menuruti kehendak kekuasaan. Oleh karena itu lah punk sejatinya merupakan semangat anti-kemapanan. Gerakan punk bukanlah sekadar ihwal musik dan penampilan, melainkan pola pikir (state of mind).

Sebagai subkultur, Dick Hebdige (1999:192) memandang punk masa kini tengah menghadapi dua bentuk perubahan yaitu:

  • Bentuk komoditas
    Dalam segi ini, atribut dan seluruh aksesoris yang dipakai oleh subkultur punk telah dimanfaatkan oleh industri sebagai barang dagangan yang didistribusikan kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan. Atribut dan aksesoris punk yang dulu hanya dipakai oleh anak punk sebagai simbol identitas, kini dapat diperoleh dengan mudah di toko-toko jalanan yang menjual aksesoris punk dan dikonsumsi oleh umum. Seperti yang diungkapkan oleh Fox-Genovese dalam Malcolm Barnard (1996:187) “Adopsi gaya punk oleh toko-toko fashion High Street adalah ironi yang menyakitkan”. Barang yang awalnya berfungsi sebagai identitas bagi anak punk, kini telah berubah menjadi barang komoditas yang dimanfaatkan oleh pasar untuk mencari keuntungan.
  • Bentuk ideologis
    Dari segi ideologis punk merupakan ideologi yang mencakup aspek sosial dan politik. Ideologi mereka dahulu sering dikaitkan dengan perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak punk. Berbagai perilaku punk yang dianggap menyimpang, telah didokumentasikan dalam media massa sehingga membuat identitas punk dibalik aksesoris yang melekat di tubuhnya dipandang sebagai seorang yang berbahaya dan berandalan.
    Punk sebagai subkultur telah membentuk bangunan budaya baru yang berbeda dengan budaya mainstream yang dianut oleh kaum muda sejak awal kemunculan di Inggris hingga perkembangannya sampai sekarang. Nilai-nilai yang menjadi substansi punk sebagai subkultur tetap diyakini oleh anggotanya. Walaupun punk telah berganti generasi, tetapi sebagai sebuah subkultur nilai-nilai dan eksistensi punk masih dipertahankan hingga sekarang.

Sumber:

https://movistarnext.com/video-maker-apk/