Kondisi Belajar Untuk Berbagai Jenis Belajar

 Kondisi Belajar Untuk Berbagai Jenis Belajar

Gagne (dalam Richey, 2000) menyatakan bahwa dibutuhkan belajar yang efektif untuk berbagai jenis/ kategori kemampuan belajar. Kondisi belajar dibagi atas lima kategori belajar sebagai berikut:

1. Keterampilan intelektual (Intellectual Skill): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali keterampilan keterampilan bawahan (yang sebelumnya), pembimbing dengan kata-kata atau alat lainnya, pendemonstrasian penerapan oleh siswa dengan diberikan balikan, pemberian review.

2. Informasi verbal (Verbal Information): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali konteks dari informasi yang bermakna, kinerja (performance) dari pengetahuan baru yang konstruktsi, balikan

3. Stategi kognitif (Cognitive Strategy/problem solving): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali aturan-aturan dan konsep-konsep yang relevan, penyajian situasi masalah baru yang berhasil, pendemonstrasian solusi oleh siswa.

4. Sikap (Attitude): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali informasi dan keterampilan intelektual yang relevan dengan tindakan pribadi yang diharapkan. Pembentukan atau pengingatan kembali model manusia yang dihormati, penguatan tindakan pribadi dengan pengalaman langsung yang berhasil maupun yang dialami oleh orang lain dengan mengamati orang yang dihormati.

5. Keterampilan motorik (Motor Skill): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali rangkaian unsur motorik, pembentukan atau pengingatan kembali kebiasaan-kebiasaan yang dilaksanakan, pelatiahn keterampilan-keterampilan keseluruahn, balikan yang tepat.

C. Masalah-masalah Belajar Internal dan Eksternal

Secara umum kondisi belajar internal dan eksternal akan mempengaruhi belajar. Kondisi itu antara lain, pertama, lingkungan fisik. Lingkungan fisik yang ada dalam proses dan di sekitar proses pembelajaran memberi pengaruh bagi proses belajar. Kedua, suasana emosional siswa. Suasana emosional siswa akan memberi pengaruh dalam proses pembelajaran siswa. Hal ini bisa dicermati ketika kondisi emosional siswa sedang labil maka proses belajarpun akan mengalami gangguan. Ketiga, lingkungan sosial. Lingkungan sosial yang berada di sekitar siswa juga turut mempengaruhi bagaiman seorang siswa belajar.

Di bawah ini adalah masalah-masalah belajar yang bersifat internal dan masalah-masalah yang bersifat eksternal:

1. Masalah belajar internal adalah masalah yang timbul dari dalam diri siswa atau faktor-faktor internal yang ditimbulkan ketidak beresan siswa dalam belajar. Faktor internal berasal dari dalam diri anak itu sendiri, seperti:

a. Kesehatan
b. Rasa aman
c. Faktor kemampuan intelektual
d. Faktor afektif seperti perasaan dan percaya diri
e. Motivasi
f. Kematangan untuk belajar
g. Usia
h. Kematangan untuk belajar
i. Usia
j. Jenis kelamin
k. Latar belakang sosial
l. Kebiasaan belajar
m. Kemampuan mengingat
n. Dan kemampuan penginderaan seperti: melihat, mendengar atau merasakan.

PSIKOLOGI MENGAJAR

PSIKOLOGI MENGAJAR

Pendidikan diwujudkan melalui proses pengajaran. Proses pengajaran yang efektif terbentuk melalui pengajaran yang meliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berpusat pada siswa
  2. Interaksi edukatif antara guru dengan siswa
  3. Suasana demokratis
  4. Variasi metode mengajar
  5. Guru profesional
  6. Bahan yang sesuai dan bermanfaat
  7. Lingkungan yang kondusif
  8. Sarana belajar yang menunjang

Model mengajar dikelompokkan dalam empat rumpun yaitu

  1. Rumpun model pemrosesan informasi, model ini berorientasi pada kecakapan siswa dam memproses informasi. terdiri atas:  model berpikir induktif, model latihan inkuri, inkuri ilmiah, penemuan konsep, pertumbuhan kognitif, model penata lanjutan dan memori.
  2. Rumpun model-model personal, model ini berorientasi kepada individu dan perkembangan keakuan (selfhood), terdiri atas; pengajaran non-direktif, latihan kesadaran, sinektik, sistem-sistem konseptual dan pertemuan kelas.
  3. Rumpun model interaksi sosial, model ini menekankan hubungan individu dengan orang lain atau masyarakat, terdiri dari; penentuan kelompok, inkuiri (penemuan sosial), metode laboratori, jurisprudensial, bermain peran, model penata lanjutan, dan simulasi sosial.
  4. Rumpun model behavior (perilaku), model ini menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perilaku yang tidak dapat diamati, terdiri dari: manajemen kontingensi, kontrol diri, relaksasi, pengurangan ketegangan, latihan asertif desensitasi, latihan langsung.

Komentar /refleksi:
Dalam bab ini meliputi psikologi belajar yang di dalamnya terdapat proses pengajaran yang efektif. Agar dapat terjadi proses pengajaran seperti itu maka guru harus mampu menciptakan proses pengajaran dalam suasana pembelajaran yang baik. Selanjutnya yaitu mengenal model-model mengajar, seperti kita ketahui bahwa mengajar merupakan tugas utama seorang guru, dengan bahasan yang ada pada bab ini, dapat diharapkan ketika menjadi seorang guru dapat mengenal model-model mengajar dan memilihnya secara tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta keadaan lingkungannya.

BAB IX PSIKOLOGI GURU

Peranan (role) guru artinya keseluruhan perilaku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Di dalam keluarga guru perperan sebagai pendidik dalam keluarga atau family educator, sedangkan di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (sosial developer), pendorong (social motivator), penemu (sosial inovator) dan sebagai agen masyarakat (social agent).

Beberapa faktor yang ikut mempengaruhi kinerja guru:

  1. imbalan kerja
  2. rasa aman dalam pekerjaan
  3. kondisi kerja yang baik
  4. kesempatan pengembangan diri
  5. hubungan pribadi

Kompetensi guru adalah pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus ada pada seseorang agar dapat menunjukan perilakunya sebagai guru. Kompetensi guru meliputi kompetensi personal, kompetensi profesional, kompetensi sosial, kompetensi intelektual dan kompetensi spiritual. Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian, tanggung jawab dan rasa kesejawatan yang didukung oleh etika profesi yang kuat.

Kepribadian merupakan keseluruhan perilaku dalam berbagai aspek yang secara kualitatif akan membentuk keunikan atau kekhasan seseorang dalam interkasi dengan lingkungan diberbagai situasi dan kondisi. Dalam lingkup pendidikan, penampilan guru merupakan hal yang amat penting untuk mewujudkan kineja secara tapat dan efektif. Dengan demikian sifat utama seorang guru adalah kemampuannya dalam mewujudkan penampilan kualitas kepribadian dalam interaksi pendidikan yang sebaik-baiknya agar kebutuhan dan tujuan tercapai secara efektif.

Komentar /refleksi:
Dalam keseluruhan proses pendidikan, khususnya di sekolah guru memegang peranan yang paling utama, perilaku guru dalam proses pendidikan akan memberikan pengaruh bagi pembinaan siswa. Dalam psikologi guru pada bab ini merupakan kajian psikologis terhadap berbagai aspek perilaku guru khasnya dalam proses pendidikan di sekolah.

https://carbomark.org/league-of-masters-apk/

ASPEK-ASPEK PERILAKU PEMBELAJARAN

ASPEK-ASPEK PERILAKU PEMBELAJARAN

Motivasi dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan dorongan untuk mewujudkan perilaku tertentu yang terarah kepada pencapaian suatu tujuan tertentu. Perilaku belajar terjadi dalam situasi interaksi belajar-mengajar dalam mencapai tujuan dan hasil belajar. Dalam berbagai teori penelitian, ternyata terdapat kaitan yng erat antara kepuasan yang dicapai dalam elajar denga unjuk kerja dan motivasi. Kepuasan yang diperoleh siswa dari prosse belajar dapat menunjukkan unjuk kerja yang  dan dapat meningkatkan motivasi belajar. Unjuk kerja yang dicapai seseorang dapat mendapatkan kepuasan dan kemudian dapat meningkatkan motivasi, dalam kaitan ini hendaknya dapat ditimbulkan suasana belajar yang sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan agar dapat menghasilkan unjuk kerja yang baik. Faktor yang mempengaruhi kepuasan siswa dalam belajar yaitu imbalan hasil belajar, rasa aman dalam belajar, kondisi belajar yang memadai, kesempatan untuk memperluas diri, hubungan pribadi.
Ada beberapa prinsip motivasi yang dapat dijadikan acuan yaitu prinsip kompetisi, prinsip pemacu, prinsipganjaran dan hukuman, kejelasan dan kedekatan tujuan, pemahaman hasil, peengembangan minat, lingkungan yang kondusif, keteladanan.

Pengamatan dan perhatian merupakan aspek tingkah laku yang mempunyai peranan penting dalam proese pembelajaran. Keefektipan suatu pross peembelajaran akan banyak dipengaruhi oleh kulitas pengamatan dan perhatian yang diberikan. Pengamatan atau perception, merupakan salah satu bentuk perilaku kognitif, yaitu suatu proses mengenal lingkungan dengan menggunakan alat indera. Prosses pengmatn tejadi karena adanya rangsangan dari lingkungan yang diterima oleh individu denan enggunaan alat indera. Rangsangan itu kemudian diteruskan ke pusat kesadaran yaitu otak untuk kemudian diberika makna dan tafsiran. Dilihat dari proporsi penggunaan alat indera ada beberapa gaya pengamatan yaitu: gaya pengamatan visual, gaya auditif, gaya taktil, gaya kinestetik.

Perhatian dapat diartikan sebagai peningkatan aktivitas mental terhadap suatu rangsangan tertentu. Perhatian dapat lebih memusatkan pengamatan individu kepada suatu rangsangan, sehinnga pengamatan menjadi lebih efektif. Guru dapat membantu siswa dalam memusatkan memelihara perhatan dalam proses pembelajaran dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Isyarat, memberikan isyarat-isyarat tertentu kepada siswa pada saat memulai pelajaran atau pada saat pergantian aktivitas.
  • Gerakan, senantiasa bergerak dan berkeliling ke seluruh kelas selama menyajikan pelajaran.
  • Variasi,menggunakan gaya variasi dalam gaya mengajar.
  • Minat, memberikan minat siswa sebelum dan selama proes pengajaran.
  • Pertanyaan, mengajukan pertanyaan selama proses pengajaran berlangsung, mendorong siswa untuk memberikan jawaban denga kata-kata sendiri.

https://ntclibya.com/maze-bandit-apk/

Pengertian Administrasi Pendidikan

Pengertian Administrasi Pendidikan

Pengertian Administrasi Pendidikan

Administrasi dalam bahas Indonesia

kata Administrasi itu sendiri. Merupakan serapa dalam bahas Belanda ‘Administratie’ yang bersifat terbatas dan hanya menyangkut sebagian kecil dari pengertian yang sebenarnya. Dimaksudkan ialah ketata-usahaan yang diartikan sebagai kegiatan penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pendataan secara tertulis semua kegiatan yang diperlukan dengan maksud memperoleh suatu ikhtisar dalam keseluruhan dan dalam hubungannya yang sama. Administrasi pendidikan adalah suatu proses penyelenggaraan dan pengurusan segenap tindakan atau kegiatan dalam setiap usaha kerja sama kelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Administrasi pendidikan adalah proses keseluruhan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personil, materiil, maupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Dalam administrasi pendidikan terkandung unsur-unsur, yaitu :

 1) Tujuan yang akan dicapai,

2) Adanya proses kegiatan bersama,

3) Adanya pemanfaatan sumber daya,

4)Adanya kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan terhadap sumber daya yang ada.

Dengan melihat kepada unsur–unsur pokok dalam administrasi seperti telah di kemukakan terdahulu, jelas bahwa bidang–bidang yang tercakup di dalam proses kegiatan administrasi pendidikan itu luas.


Sumber:

https://haciati.co/travian-apk/

Tugas dan Peranan

Tugas dan Peranan

Tugas dan Peranan

 Tugas dan Peranan
Tugas dan Peranan
Menurut Prof. Munggin (2005 : 107-105)D tugas dari pemimpin kelompok adalah :
1)   Membuat dan Mempertahankan Kelompok
Pemimpin mempunyai tugas untuk membentuk dan mempertahankan kelompok. Melalui wawancara awal dengan calon anggota dan melalui seleksi yang baik, pemimpin kelompok membentuk konseling.
2)   Membentuk budaya
Setelah kelompok terbentuk, pemimpin kelompok mengupayakan agar kelompok menjadi sistem sosial yang terapeutik kemudian dicoba menumbuhkan norma – norma yang dipakai sebagai pedoman interaksi kelompok.
3)   Membentuk norma – norma
Norma – norma di dalam kelompok dibentuk berdasarkan harapan anggota kelompok terhadap kelompok dan pengaruh langsung maupun tidak langsung dari pemimpin dan anggota yang lebih pengaruh.
Menurut Prayitno peran pemimpin kelompok adalah :
1)   Pembentukan kelompok dari sekumpulan (calon) peserta.
2)   Penstrukturan, yaitu membahas bersama anggota kelompok apa, mengapa dn bagaimana layanan BKp atau KKp dilaksanakan.
3)   Pertahapan kegiatan BKp dan KKp
4)   Penilain segera (laiseg )hasil layana BKp dan KKp
5)   Tindak lanjut layanan.
c.       Keterampilan yang harus dimiliki
Pemimpin kelompok harus menguasai dan mengembangkan kemampuan atau ketrampilan dan sikap  untuk terselenggaranya kegiatan kelompok. Ketrampilan dan sikap yang perlu dimiliki menurut Prof. Mungin(2005 :123 – 130 ) meliputi :
1)        Aktif mendengar
2)        Refleksi
3)        Menguraikan dan menjelaskan pertanyaan.
4)        Meringkas.
5)        Penjelasan singkat dan pemberian informasi
6)        Mendorong dan mendukung
7)        Pengaturan nada suara
8)        Pemberian model dan penyiapan diri.
9)        Penggunaan mata.

Langkah-langkah dalam RPC

Langkah-langkah dalam RPC

Langkah-langkah dalam RPC

 Langkah-langkah dalam RPC
Langkah-langkah dalam RPC
  1. Prosedur client memanggil client stub
  2. Client stub membuat pesan dan memanggil OS client
  3. OS client mengirim pesan ke OS server
  4. OS server memberikan pesan ke server stub
  5. Server stub meng-unpack parameter-parameter untuk memanggil server
  6. Server mengerjakan operasi, dan mengembalikan hasilnya ke server stub
  7. Server stub meng-pack hasil tersebut dan memanggil OS server
  8. OS server mengirim pesan (hasil) ke OS client
  9. OS client memberikan pesan tersebut ke client stub
  10. Client stub meng-unpack hasil dan mengembalikan hasil tersebut ke client

 

7.        Contoh RPC dengan SUN RPC

Fungsi yg dipanggil client melalui RPC:

bin_date_1:

No arguments.

Result in long integer: waktu saat ini, dlm jumlah detik sejak 00:00:00 GMT,

January 1, 1970.

str_date_1

Mengkonversi hasil bin_date_1 menjadi readable ASCII sring.

Berkas yg dibuat programmer:

Server procedure: date_proc.c

RPC specification file: date.x

Client main function: rdate.c

date.x -> rpcgen ->

Server stub: date_svc.c

date.h

Client stub: date_clnt.c

Generate executable client program:

cc o rdate rdate.c date_clnt.c lrpclib

Generate executable server program:

cc o date_svc date_proc.c date_svc.c lrpclib

Sumber : http://sildenafil-us.info/your-college-lecturer-is-the-best-lecturer-if-he-she-has-these-qualities/

Asal-usul Sejarah Berdirinya Candi Borobudur

Asal-usul Sejarah Berdirinya Candi Borobudur

Candi borobudur merupakan warisan budaya indonesia yang terkenal hingga ke semua dunia, bangunan ini adalah candi budha terbesar didunia dan ditetapkan sebagai keliru satu warisan budaya dunia oleh UNESCO. Bentuknya yang megah & detil arsitekturnya yang unik membuat semua orang dambakan mengunjungi borobudur yang penasaran bersama ceritanya,borobudur mengambil perhatian dunia sejak HC cornelius menemukan lokasinya atas perintah Sir Thomas Stamford Raffles terhadap th. 1814.pekerjaan menggali wilayah yang dianggap monumen besar sesudah itu dilanjutkan oleh hotman keliru satu pejabat pemerintah belanda yang selagi itu para arkeolog berlomba lomba melacak sadar asal usul candi budha terbesar didunia ini.

Asal usul candi borobudur
candi borobudur diyakini merupakan peninggalan kerajaan Dinasti Sailendra masa pemerintahan raja Samaratungga berasal dari Kerajaan Mataram Kuno dan selesai dibangun terhadap abad ke-8.banyak sekali misteri candi borobudur yang belum terkuak ,apa sesungguhnya nama asli candi borobudur tidak tersedia prasasti atau buku yang menyebutkan bersama pasti mengenai pembanguan borobudur,ada yang menyebutkan nama selanjutnya berasal berasal dari nama samara budhara punya arti gunung yang lerengnya terletak beranda beranda tersedia terhitung yang menyebutkan borobudur berasal berasal dari ucapan para budha yang mengalami pergeseran satu satu nya tulisan yang menyebutkan borobudur pertama kali adalah thomas Sir Thomas Stamford Raffles didalam bukunya yang berjudul sejarah pulau jawa .para ahli sejarah memperkirakan Sir Thomas Stamford Raffles menyebut borobudur berasal dari kata bore dan budur ,bore bermakna ialah desa sebuah desa yang terletak di dekat wilayah letak candi borobudur ditemukan tetapi budur bermakna purba

sejarah berdirinya candi borobudur diperkirakan dibangun terhadap th. 750 masehi oleh kerajaan syailendra yang terhadap selagi itu menganut agama budha,pembangunan itu terlampau misterius karena manusia terhadap abad ke 7 belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi namun borobudur dibangun perhitungan arsitektur yang canggih ,hingga kini tidak satu pun yang sanggup menyebutkan bagaimana cara pembangunan dan sejarah candi borobudur ini

Sudah banyak ilmuan berasal dari semua penjuru dunia yang mampir namun tidak satu pun yang sukses mengutarakan misteri pembangunan borobudur. Salah satu pertayaan yang membuat para peneliti penasaran adalah berasal dari mana asal batu-batu besar yang tersedia di candi borobudur dan bagai mana menyusunnya bersama presisi dan arsitektur yang terlampau rapih. Ada yang memperkirakan batu itu berasal berasal dari gunung merapi namun bagaimana membawanya berasal dari gunung merapi menuju wilayah candi mengingat lokasinya berada di atas bukit.

Candi borobudur punya 72 stupa yang berupa lonceng ajaib, Stupa terbesar terletak di puncak candi selagi yang lain melingkari stufa hingga kebawah. Ketika ilmuan menggambar denah candi borobudur, mereka menemukan pola-pola aneh yang mengarah terhadap faedah borobudur sebagai jam matahari, jarum jamnya berupa bayangan stupa yang besar dan jatuh tepat di stupa lantai bawah namun belum di ketahui secara pasti bagaimana proporsi selagi yang di laksanakan bersama pakai candi borobudur tersedia yang menyebutkan jam terhadap candi borobudur menunjukan tanda kapan masa bercocok tanam atau masa panen.

Misteri candi borobudur & angka 1
Bagian didalam rangka arsitektur candi borobudur jika di amati secara matematik tersedia misteri yang menarik yang mengarah berasal dari angka satu, beberapa bilangan yang berada di candi jika di jumlahkan angkanya akan tetap membuahkan angka satu bagaimana ceritanya, sebelum saat menceritakan misteri angka satu perlu di ketahui mengenai tingkatan ranas spiritual budha yang tersedia di candi borobudur. Tingkatan yang pertama adalah Kamadhatu yaitu dunia yang masih di kuasai oleh kama atau nafsu rendah anggota ini beberapa besar tertutup oleh tumpukan batu yang di buat untuk memperkuat konstruksi candi tingkatan ke dua adalah rupadhatu yaitu dunia udah sanggup membebaskan diri berasal dari nafsu namun masih terikat rupa dan wujud area selanjutnya adalah 4 pundak beranda yang membentuk korang kriling yang tersedia terhadap dindingnya di menghias galery relief lantai yang berupa persegi terhadap 4 lorong itu tersedia 1.400 gambar relif panjang relif sepenuhnya 2 1/2 kilometer bersama 1.212 panel dekoratif tingkatan ketiga adalah Arupadatu merupakan tingkatan tertinggi yang melambangkan ketiadaan wujud yang sempurna terhadap area ini denah lantai yang berupa lingkaran yang melambangkan bahwa manusia udah bebas berasal dari segala keinginan berasal dari ikatan wujud dan rupa namun belum meraih Nirwana. Pertama candi borobudur punya 10 tingkatan jikalau di jumlahkan 1 di tambah 0 hasilnya 1 angka satu lainnya mucul terhadap area Arupadatu area ini adalah area 4 tingkat paling atas candi, terhadap tingkat pertama terkandung satu candi tingkat ke dua terkandung 16 candi tingkat ketiga terkandung 24 candi tingkat ke 4 terkandung 32 candi jumlah candi yang berada di area arupadhatu adalah 73 buah jikalau di jumlahkan 7 dan 3 hasilnya adalah 10 dan jikalau di jumlahkan ulang 1 bersama 0 hasilnya 1. angka satu yang paling akhir nampak terhadap jumlah total terhadap patung candi borobudur tersedia 505 buah patung disana jika angkanya di jumlahkan hasilnya terhitung angka satu.

Candi Borobudur dibangun diatas sebuah danau Purba
Misteri mengenai terdapatnya danau purba nampak ketika seorang seniman belanda mengajukan sebuah teori bahwa dulunya dataran gedung area borobudur berdiri merupakan sebuah danau, jikalau di memandang berasal dari atas borobudur melambangkan sebuah bunga teratai, teratai umumnya tumbuh di atas air postur budha yang berada di puncak borobudur melambangkan sutra teratai yang banyak di temui didalam naskah agama budha teori ini menimbulkan pertentangan yang cukup pelik. Para arkeolog menemukan bukti-bukti arkeologi yang tunjukkan bahwa kawasan kurang lebih borobudur terhadap masa pembangunan candi adalah dataran kering bukan dasar danau purba selagi ahli geologi tambah menopang seniman Belanda ini. Mereka menemukan endapan senimen lumpur di dekat candi penelitian ini di laksanakan th. 2000 dan menopang keberadaan danau purba di kurang lebih borobudur bukti selanjutnya menunjukan bahwa dasar bukit dekat borobudur dulu ulang terendam dan jadi tepian danau kurang lebih abad ke-13 dan ke-14. itulah penjelasan mengenai candi borobudur yang tunjukkan bahwa nenek moyang kami sanggup membuat karya megah selama masa semoga karya ini terjaga berasal dari generasi ke generasi.

Relief Candi Borobudur & Kisah Mahabarata
Di didalam candi borobudur terkandung sebuah relief yang mengisahkan mengenai satu karya sastra yang cukup terkenal yaitu MAHABARATA.maha barata ini sesungguhnya bukan kisah nyata dan terhitung bukan kitab agama karena penulisnya bukan Nabi namun maha barata ini karya sastra didalam kitab adi parwa itu maha barata kitab pertama nah tersedia kisah mengenai pandawa dan kurawa keduanya leluhurnya serupa yaitu bangsa kuru namun membawa karakter yang berlainan kurawa kususnya durya dana itu membawa karakter yang licik dia penngen kuasai ini warisan kerajaan oleh kelompoknya kurawa atau yang terwakili 100 orang bersama duryadana ini. Maka durya dana menimbulkan kunti ibunya pendawa maka bersama anaknya lima pendawa lima di undang untuk pergi ke suatu area untuk bermalam dan bermain di sana nahh ketika mereka bermalam maka rumahnya tuh di bakar untungkan kunti dan pandawa tidak terbakar hidup-hidup namun sanggup meloloskan diri dan menyelamatkan di hutan di dekatnya. Dalam perjalannya di sedang hutan maka pandawa hingga terhadap kerajaan yang namanya pancala rajannya drupada,di kerajaan itu sedang tersedia sayembara untuk memperebutkan banyak hal namun di antaranya adalah memperebutkan drupadi itu adalah drupadi ini putri kerajaan pancala ini lantas pandawa ini pakai pakaian penyamaran pakaian brahmana mengikuti sayembara dan pastinya arjuna yang mewakili dia membawa kehebatan didalam hal memanah memenangkan sayembara ini. Sesampainya pandawa di rumah dia menceritakan kepada ibunya kunti kemenangan tersebut, “kami memenangkan sayembara kami sanggup hadiah lantas ibunya bersama suara berwibawa seorang ibu begini nak apapun yang kamu dapatkan kamu perlu adil itu hadiah perlu di bagi lima namun ibu, namun tidak alasan kamu perlu mendengar orang tua di bagi rata, namun bu , tidak tapi-tapian. lantas setuju di bagi lima nah kunti ibunya baru sadar bahwa hadiahnya terhitung drupadi seorang wanita karena tidak sudi menjilat lidahnya dan kata-katanya maka apa boleh buat drupadi perlu menikahi 5 orang laki-laki.

Demikian artikel mengenai “Asal-usul Sejarah Berdirinya Candi Borobudur”, yang sanggup saya sampaikan, dan semoga bermanfaat untuk meningkatkan ilmu wawasan kami semua yang meluangkan diri membaca artikel di atas sepenuhnya. Terimakasih udah mampir dan meluangkan untuk membaca!

Sumber : https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

baca juga :

Pengertian Penalaran Induktif

Pengertian Penalaran Induktif

Pengertian Penalaran Induktif
Pengertian Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah

Cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.
contoh penalaran induktif adalah :kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata:. setiap hewan punya matapenalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.

Induktif terbagi 3 macam,yaitu:

a. Generalisasi 
Pada generalisasi tersebut,peristiwa yang kita kemukakan harus memadai agar yang kita tarik adalah kesimpulan yang terpercaya suatu kebenarannya.
Generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta.Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual menuju kesimpulan umum yang mengikat seluruh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki. ( Mundiri, 1994 : 127 )
Menurut Gorys Keraf dalam buku Argumentasi dan Narasi, Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tadi. ( Gorys Keraf, 1994 : 43 )
1.Generalisasi Sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki semua, contoh. Semua bulan masehi mempunyai hari tidak lebih dari 31 hari. Dalam penyimpulan ini, keseluruhan fenomena, yaitu jumlah hari pada setiap bulan dalam satu tahun diselidiki tanpa ada yang ditinggalkan. Generalisasi semacam ini, memberikan kesimpulan yang sangat kuat dan tidak dapat dipatahkan tetapi prosesnya tidak praktis dan tidak ekonomis.
2. Generalisasi Sebagian, yaitu generalisasi dimana kesimpulannya diambil berdasarkan sebagian fenomena yang kesimpulanya berlaku juga bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki, misalnya. Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia adalah menusia yang suka bergotong-royong kemudian diambil kesimpulan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong, maka penyimpulan ini adalah generalisasi sebagian

(probabilitas).

Generalisasi juga bisa dibedakan dari segi bentuknya ada 2, yaitu : loncatan induktif dan yang bukan loncatan induktif. (Gorys Keraf, 1994 : 44-45)

1. Loncatan Induktif

Generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namun fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Fakta-fakta tersebut atau proposisi yang digunakan itu kemudian dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan.
Contoh : Sisa suka berenang.Deni juga suka berenang.Reni suka main bola.Teti suka main bulutangkis.Dapat disimpulkan bahwa anak-anak komplek bahari suka olahraga.

2. Tanpa Loncatan Induktif

Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.
Misalnya, untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat orang Indonesia pada umumnya, diperlukan ratusan fenomena untuk menyimpulkannya.
Contoh: Rika suka bermain bola basket.Rino juga suka bermain bola basket.Tino suka bermain sepak bola.Jadi dapat disimpulkan ke tiga anak tersebut menyukai permainan bola.

1. Loncatan Induktif

Generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namun fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Fakta-fakta tersebut atau proposisi yang digunakan itu kemudian dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan.
Contoh : Sisa suka berenang.Deni juga suka berenang.Reni suka main bola.Teti suka main bulutangkis.Dapat disimpulkan bahwa anak-anak komplek bahari suka olahraga.

2. Tanpa Loncatan Induktif

Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.
Misalnya, untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat orang Indonesia pada umumnya, diperlukan ratusan fenomena untuk menyimpulkannya.
Contoh: Rika suka bermain bola basket.Rino juga suka bermain bola basket.Tino suka bermain sepak bola.Jadi dapat disimpulkan ke tiga anak tersebut menyukai permainan bola.

b.Analogi

Dalam analogi, kita membandingkan dua macam hal.Dalam penalaran ini kita hanya memperhatikan persamaannya,tanpa memperhatikan perbedaannya.Jadi,kesimpulan yang didapat didasarkan pada persamaan diantara dua hal yang berbeda.
proses penalaran untuk menarik kesimpulan/referensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran suatu gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensial penting yang bersamaan.

Tujuan dari penalaran secara analogi yakni ;

~ Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
~ Analogi dilakukan untuk menyingkap kekeliruan.
~ Analogi dilakukan untuk menyusun klasifikasi.
Contoh: Alam semesta berjalan dengan sangat teratur seperti halnya mesin.Matahari,bumi,bulan dan bintang berjuta jumlahnya beredar dengan teratur,seperti halnnya roda mesin yang rumit berputar.Semua bergerak mengikuti irama tertentu.Mesin rumit pada penciptanya yaitu manusia.Manusia yang pandai,teliti,bijaksana.Tidakkah alam yang maha besar dan beredar rapi sepanjang masa inni tidak pula ada penciptanya?Pencipta yang Maha Pandai,Maha Teliti,dan Maha Agung?.
c.KausalHubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Dengan menghubungkan fakta yang satu dengan fakta yang lainnya.ampai pada kesimpulan yang menjadi sebab dari fakta itu.atau dpat juga kita sampai pada akibat dari fakta itu.Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antar masalah yaitu sebagai berikut:
1) Sebab akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Disamping ini pola seperti ini juga dapat menyebabkan B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang diaanggap penyebab kadang-kadang lebih dari satu. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, diperlukan kemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan penalaran. Hal ini akan terlihat pada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap suatu akibat yang nyata.
2) Akibat sebab
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Jadi hampir mirip dengan entimen. Akan tetapi dalam penalaran jenis akibat sebab ini, Peristiwa sebab merupaka simpulan.
3) Akibat-akibat
Akibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu akibat yang lain.
Contoh:
• Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek, ibu langsung menyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu penyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan.

Perjanjian Renville

Perjanjian Renville

Perjanjian Renville

Perjanjian Renville
Perjanjian Renville

Perjanjian Renvile

Perjanjian Renvile terjadi pada 17 Januari 1948, dan perjanjian ini adalah perundingan yang dilakukan oleh pihak Belanda dan Indonesia atas usulan Dewan PBB serta KTN (Komisi Tiga Negara). Penamaan kata Renville di dasari pada tempat dilaksanakannya perundingan tersebut yaitu di  atas kapal Renville yang digunakan untuk mengangkut pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat yang bernama USS Renville.

Perundingan ini dihadiri oleh dua perwakilan dari Indonesia dan Belanda. Mr. Amir Syarifudin sebagai wakil dari Indonesia dan R. Abdulkadir Widjojoatmodjo sebagai wakil dari Belanda yang berasal dari Indonesia. Ditempatkannya seorang R. Abdulkadir Widjojoatmodjo adalah siasat dari Belanda agar dunia Internasional mengetahui bahwa permasalahan di Indonesia adalah permasalahan dalam negerinya sendiri.

Latar Belakang Perjanjian Renville

Tujuan diadakannya Perjanjian Renville adalah untuk menyelesaikan pertikaian antara Indonesia dan Belanda. Perundingan di Kapal Renville ini dilaterbelakangi karena adanya Agresi Militer Belanda I dimana Belanda menyerang Indonesia pada 21 Juli 1947 sampai 4 Agustus 1947. Penyerangan Belanda kepada Indonesia menimbulkan reaksi keras oleh sejumlah negara.

Pada 1 Agustus 1947, dewan keamanan PBB memberi perintah agar kedua negara (Indonesia dan Belanda) menghentikan peperangan. Pada 4 Agustus 1947, Indonesia dan Belanda mengumumkan gencatan dan mengakhiri Agresi Militer I.

Penyebab Agresi Militer Belanda I

Penyebab Agresi Militer Belanda I disebabkan oleh adanya perselisihan tentang penafsiran perjanjian linggarjati, dimana Belanda tetap mendasarkan tafsiran pidato Ratu Wilhelmina pada 7 Desember 1942. Ratu Wilhelmina mengutarakan bahwa Indonesia akan dijadikan negara Commonealth Belanda, dan hal ini sangat merugikan bagi Indonesia.

Adanya penolakan tersebut, sehari sebelum Agresi Militer Belanda I, Belanda tidak terikat dalam Perjanjian Linggarjati, dan pada 21 Juli 1947 meletuslah Agresi Militer Belanda I. Perundingan antara Indonesia dan Belanda dimulai pada 8 Desember 1947 bertempat di kapal Renville yang sedang berlabuh di teluk Jakarta. Hasil dari perundingan ini adalah saran – saran KTN dengan pokok pemberhentian tembak menembak pada Garis van Mook dan peletakan senjata serta pembentukan daerah kosong militer. Dan pada akhirnya pada 17 Januari 1948 Perjanjian Renville ditanda tangani. Pada 19 Januari 1948 aksi tembak menembak dihentikan.

Isi dari Perjanjian Renville

Berikut ini adalah isi dari Perjanjian Renville, diantaranya :

  1. Akan dibentuk negara RIS dan Belanda masih akan berdaulat hingga RIS terbentuk
  2. RIS dan Indonesia berdiri sejajar sebagai negara Uni Indonesia Belanda
  3. Belanda dapat menyerahkan kekuasaannya ke pemerintah federal sementara, sebelum RIS terbentuk
  4. Indonesia akan menjadi bagian dari RIS
  5. Akan diadakan pemilu dalam pembentukan Konstituante RIS antara enam bulan hingga satu tahun
  6. Tentara Indonesia yang berada pada wilayah Indonesia harus meninggalkan tempat untuk bergabung di Republik Indonesia.

Dampak Perjanjian Renville

Akibat adanya Perjanjian Renville bagi pemerintah Indonesia, diantaranya :

  1. Adanya pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) membuat Republik Indonesia semakin sempit.
  2. Timbul anggapan bahwa Kabinet Amir Syarifuddin menjual negara kepada Belanda dan menyebabkan kabinet ini berakhir
  3. Perekonomian Indonesia di blokade oleh Belanda
  4. Tentara militer Indonesia yang berada di daerah RIS harus ditarik mundur ke wilayah Republik Indonesia
  5. Belanda mememecah belah Indonesia dengan membuat negara boneka, diantaranya negara Borneo Barat, negara Madura, negara Sumatera Timur serta negara Jawa Timur

Demikianlah Artikel Perjanjian Renville

Sekianlah artikel Perjanjian Renville kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Perjanjian Kapitulasi Tuntang

Perjanjian Kapitulasi Tuntang

Perjanjian Kapitulasi Tuntang

Perjanjian Kapitulasi Tuntang
Perjanjian Kapitulasi Tuntang

Perjanjian Kapitulasi Tuntang

Perjanjian Kapitulasi Tuntang atau terkadang disebut juga Perjanjian Tuntang adalah perjanjian antara pihak Inggris dan Belanda dalam hal penyerahan kekuasaan dari pemerintah Belanda kepada Inggris. Perjanjian ini dilaksanakan di Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada 1811. Dari Perjanjian Tuntang inilah, Inggris mulai menjajah Indonesia yang diawali oleh Gubernur Raffles yang berkedudukan di Batavia.

Latar Belakang adanya Kapitulasi Tuntang

Adanya kebangkrutan VOC pada 1799 membuat VOC terpaksa dihapuskan dan kemudian pemerintahan di Indonesia diserahkan kepada pemerintah Belanda. Adapun faktor yang menyebabkan VOC bangkrut antara lain :

  • Adanya korupsi di tubuh VOC
  • Kurangnya keahlian oleh para pegawai VOC berimbas pada tidak berjalannya perdagangan dengan baik
  • Adanya peperangan dengan pribumi secara berkepanjangan
  • Menurunnya moral penguasa akibat diadakannya sistem monopoli
  • Tidak berjalannya sistem verplichte leverentie

Pada 1800, Perancis oleh pimpinan Napoleon Bonaparte

Pada 1800, Perancis oleh pimpinan Napoleon Bonaparte hampir menguasai daratan Eropa sehingga negara jajahan bangsa – bangsa di Eropa harus diserahkan kepada Perancis tak terkecuali Hindia Belanda. Napoleon kemudian mengirim utusan Willem Daendels untuk menjadi Gubernur di Batavia dengan tugas mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris serta mengisi kas Hindia Belanda.

Herman Willem Daendels

Herman Willem Daendels kemudian menjual tanah – tanah negara kepada swasta, untuk menstabilkan keuangan Hindia Belanda. Namun hal tersebut melanggar undang – undang, maka dengan adanya pelanggaran tersebut Daendels digantikan oleh Jansens.

Pada tanggal 26 Agustus 1811

Pada tanggal 26 Agustus 1811 pasukan Inggris menyerang Hindia Belanda. Tidak banyak yang bisa dilakukan Jansens dalam membendung serangan Inggris. Jansens menarik mundur pasukannya ke Semarang. Di Semarang, pasukan Jansens dibantu oleh pasukan Eropa yang berada di Semarang dan Surabaya, serta prajurit dari Kraton Surakarta dan Yogyakarta. Namun Inggris terlalu kuat dan mengharuskan Jansens mundur sekali lagi ke Tuntang.

Pada akhirnya Jansens menyatakan menyerah kepada Jenderal Auchmuty. Belanda mengaku kalah oleh Inggris dan berpindahlah kekuasaan dari tangan pemerintahan Jansens ke Pemerintahan Inggris.