Delta Nil

PETA DAN ISLAMISASI MODERN MESIR

KEADAAN GEOGRAFIS MESIR

Negara dengan ibukota Kairo ini dibagi menjadi lima kawasan utama, yaitu Lembah Nil, Delta Nil, Gurun Barat, Gurun Timur dan Semenanjung Sinai. Letak astronomi Mesir yaitu pada 22oLU – 31oLU dan 25oBT – 36oBT. Secara geografis Mesir terletak di tepi Laut Merah dan Laut Mediterania. Luas wilayah sebesar 997.739 km2 dengan batas-batas wilayahnya sebagai berikut:
a) Sebelah utara berbatasan dengan Laut Tengah.
b) Sebelah selatan berbatasan dengan Sudan.
c) Sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah.
d) Sebelah barat berbatasan dengan Libya.
C. BENTUK PEMERINTAHAN MESIR
Mesir atau Republik Arab Mesir adalah negara sosial demokrasi berbentuk Republik. Kepala Negara Mesir adalah Presiden. Kepala Pemerintahannya Perdana Mentri. Presiden mengangkat wakil presiden, perdana mentri beserta mentri-mentrinya. Kekuasaan tertinggi berada di tangan Presiden. Presiden Mesir saat ini adalah Abd Fattah as-Sisi. Masa jabatan presiden di Mesir ditentukan selama enam tahun dan dapat dipilih kembali untuk masa jabatan berikutnya.
Mesir menjadi negara Republik sejak 1953. Pada masa sebelumnya, Mesir merupakan negara kerajaan yang diperintah oleh Raja Farouk. Mesir, Suriah, dan Irak pada tahun 1958 bergabung dengan nama Republik Persatuan Arab (RPA). Persekutuan negara-negara tersebut akhirnya bubar dan masing-masing berdiri sendiri. Pada tahun 1972, Mesir mengganti nama menjadi Republik Arab Mesir.


Sumber: https://bengkelharga.com/

Surau milik sultan di Kampung Air berubah menjadi pusat pelatihan dan pendidikan pada 1922

Perkembangan Islam di Brunei

Brunei sejak perempat pertama abad ke-20 mengalami gelombang reformasi. Reformasi Brunei meliputi masalah pendidikan, penegakan hukum dan administrasi Islam.

Reformasi pendidikan di Brunei bermula sejak awal abad ke-20.

Pada abad ini berbagai pembaruan dilakukan utntuk mempersiapkan ulama yang terampil dalam administrasi modern. Surau milik sultan di Kampung Air berubah menjadi pusat pelatihan dan pendidikan pada 1922. Lembaga pendidikan ini dirancang dengan mengacu konsep “sekolah istana” dalam tradisi sejarah Islam. Sejak tahun 1930-an, di setiap sekolah di Brunei dilakukan pendidikan agama dua kali seminggu di sore hari. Untuk mengelola pendidikan agama, pada tahun 1948/1949 dibentuk Nazir Pendidikan Agama dengan seorang Ketua Pengajar Agama.
Reformasi penegakan hukum berawal dari beralihnya kekuasaan Brunei dari sultan ke residen. Hal ini merangsang munculnya institusionalisasi visi dan pengelolaan Islam dengan struktur dan bentuk baru. Untuk mengurusi masalah keislaman kemudian dibentuk Institusi Hal Ehwal Agama. Melalui badan inilah, qadhi mengaplikasikan hukum Islam.
Dalam perkembanganya, kemapanan eksistensi Islam di Brunei dewasa ini dapat dilihat dari bangunan masjidnya yang sangat megah. Sebab, Lukman Hakim Hasibuan menyatakan, “Keberadaan masjid pada suatu tempat menandakan kehidupan masyarakatnya maju”. Masjid Bandar Sri Brigawan di Brunei sebagai masjid jami’ dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan penyebaran Islam, masjid inilah yang kini menjadi mercu tanda dan keangunan dakwah Islam di Brunei. Di samping masjidnya yang berkubah, istana negara Brunei yang disebut Istana Nurul Iman, tempat keluarga sultan, sangat besar dengan kubah yang berlapis emas. Istana ini juga, apalagi dengan namanya “istana Nurul Iman” sebagai simbol eksistensi Islam di Brunei yang semakin mapan saat ini. Lebih lanjut, pendidikan Islam di Brunei telah mengalami reformasi yang pada awalnya dilakukan secara pribadi oleh para ulama melalui lembaga yang dimilikinya. Namun saat sekarang ini, pendidikan agama lebih sistematik, guru-guru agama harus ditatar di sekolah agama yang dikenal. Pendidikan Agama Islam, juga menjadi salah satu mata pelajaran yang diterapkan di seluruh sekolah. Ajaran agama Islam merupakan program pengajaran moral inti sekolah-sekolah di Brunei dan tanpa mengabaikan pelajaran lain termasuk bahasa Inggris tetap menjadi penekanan. Semua disiplin ilmu besar setelah tiga tahun dari pendidikan dasar diajarkan dalam bahasa Inggris. Penekanan pada bahasa Inggris ini diimbangi dengan pengajaran bahasa Melayu sebagai bahasa percakapan asli mereka. Para alumni sekolah-sekolah yang memenuhi syarat, dikirim belajar ke Universitas al-Azhar Kairo. Di samping itu tentunya, sebagian diarahkan untuk tetap melanjutkan kuliah di negeri sendiri, di Universitas Brunei Darussalam.


Sumber: https://ngegas.com/

Sistem pemerintahan yang dianut oleh Tunisia adalah

SEJARAH UMAT ISLAM MASA MODERN DI TUNISIA

Keadaan Negara Tunisia Setelah Merdeka

1. Sistem Pemerintahan dan Politik Tunisia
Sistem pemerintahan yang dianut oleh Tunisia adalah Unitary semi-presidensial. Kepala negaranya adalah seorang Presiden sedangkan kepala pemerintahannya adalah seorang Perdana Menteri. Presiden Tunisia dipilih secara langsung oleh rakyatnya untuk masa jabatan 5 tahun sedangkan Perdana Menteri dipilih oleh parlemen yang pada umumnya adalah pemimpin partai atau koalisi mayoritas. Parlemen Tunisia yang disebut dengan unicameral Assembly of the Representatives of the People atau Majlis Nuwwab ash-Sha’b ini terdiri dari 217 kursi dengan masa jabatan 5 tahun.
Di hubungan luar negeri, Republik Tunisia adalah negara anggota Liga Arab, PBB, OKI, GNB, WTO, UAM, dan Uni Afrika.
2. Keadaan Geografi dan Demografi Tunisia
Luas wilayah Tunisia adalah sebesar 163.610 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 11.403.800 jiwa berdasarkan estimasi tahun 2017. 40% dari wilayahnya merupakan gurun sahara dan sisanya adalah tanah subur yang dapat ditanami berbagai komoditas pertanian. Mayoritas penduduk di Tunisia adalah etnis Arab (98%) dan beragama Islam (98%), serta agama kristen, yahudi dan lainnya (2%). Bahasa resmi Tunisia adalah bahasa Arab. Selain itu, bahasa Perancis juga banyak dituturkan oleh masyarakat Tunisia.
3. Pertahanan dan Keamanan Tunisia
Sebagai Negara kecil yang berpenduduk 10 juta jiwa, Tunisia memiliki kekuatan pertahanan dan keamanan dengan skala kecil juga. Angkatan bersenjata hanya beranggotakan 49.000 orang, terdiri dari 27.000 tentara angkatan darat, 5000 tentara angkatan laut, 3.500 tentara angkatan udara, dan wajib militer 13.500 orang. Wajib militer selama 2 tahun diharuskan bagi laki-laki yang beumur dibawah 45 tahun.
Kementerian Dalam Negeri Tunisia membawahi satuan khusus yang tergabung dalam Garda Nasional yang beranggotakan 12.000 orang, di samping satuan polisi yang jumlah anggotanya 60.000orang. Kedua unit tersebut merupakan tulang punggung sistem keamanan di Tunisia. Tunisia terkenal dengan tingkat keamanan yang tinggi serta jaminan stabilitas dalam negeri, hal mana telah berperan sangat besar dalam menjamin kelancaran investasi dan program pembangunan nasional.

Recent Posts

Memasuki periode 1929-1930, perancis kembali memecah wilayah suriah

Revolusi Druze dan Kemerdekaan Suriah

Istilah Druze berasal dari nama pemimpin mereka Mohammad al-Darazi salah seorang murid Khalifah al-Hakim (985-1021) dari Dinasti Fatimiyyah di Mesir. Sebagian orang syiah tersebut kemudian membentuk sekte tersendiri bernama Druze. Mereka mulai mendiami Jabal al-Druze sejak abad ke-18 M.
Pada tahun 1923, para pemimpin Jabal al-Druze telah mencapai kesepakatan mengenai otonomi dengan otoritas Perancis. Mereka berharap memperoleh tingkat otonomi yang sama seperti saat berada dibawah pemerintahan Utsmani.
Masyarakat Druze diperintah oleh dewan tokoh, yang disebut majelis. Majelis memilih satu diantara mereka untuk menduduki jabatan eksekutif terbatas secara tradisional peran ini telah didominasi oleh keluarga al-Trash sejak tahun 1860 M. Akan tetapi tidak lama setelah kesepakatan dengan Perancis dibuat, Selim al-Atrash mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Kekosongan kekuasaan menimbulkan perpecahan dalam keluarga al-Atrash, karena mereka saling merebut untuk menduduki posisi yang ditinggalkan Selim al-Atrash. Konflik internal menyebabkan majelis memilih orang luar untuk menduduki jabatan itu untuk sementara, dengan menunjuk seorang perwira Perancis bernama Kapten Charbillet. Meskipun awalnya ia hanya ditunjuk untuk memimpin selama tiga bulan, tetapi pada perkembangannya jabatannya diperpanjang tanpa batas waktu.
Kapten Charbillet memulai kepemimpinannya dengan melakukan modernisasi diberbagai bidang. akan tetapi dalam prosesnya ia menarik pajak secara penuh, melucuti persenjataan penduduk, dan menggalakan kerja paksa terhadap tahanan dan petani. Tentu saja kebijakan tersebut sangat memberatkan rakyat.
Sementara itu, Sultan Pasha al-Atrash anggota paling ambisius dari keluarga al-Atrash, mengirimkan delegasi ke Beriut. Delegasi ini diutus untuk menginformasikan kepada komisaris tinggi perancis, jendral Maurice Sarrail, bahwa kebijakan Kapten Carbillet bertentangan dengan sebagian besar penduduk Druze. Laporan itu tidak membuat Jendral bergeming, ia justru memenjarakan delegasi tersebut. Setelah kabar ini tersebar, penduudk Druze kembali mengalihkan dukungan mereka kepada keluarga al-Atrash yang pada tiutik ini mendukung Sultan al-Atrash dan memberontak melawan Perancis dan Majelis.
Pada tanggal 23 Agustus 1925, Sultan Pasha al-Atrashsecara resmi mendeklarasikan revolusi melawan Perancis. Ia memanggil berbagai etnis dan komunitas agama Suriah untuk melawan dominasi orang asing di tanah mereka. Sultan Pasha al-Atrash berhasil meminta bantuan dari sebagian besar gerakan pemberontakan di suriah, yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Hasan al-Kharrat, Nasib al-Bakri, Abd al-Rahman shah bandar dan fauzi al-Qawuqji.
Meskipun demikian pertempuran sebenarnya telah dimulai sejak 22 Juli 1925, dengan ditandai meletusnya pertempuran al-Kafr. Kemudian pertempuran al-Mazra’a pada 2-3 Agustus 1925 dan dilanjutkan pertempuran salkhd, al-Musayfirah dan Suwayda.
Setelah serangkaian kemenangan pemberontakan, perancis mengirim ribuan tentara ke suriah dan lebanon dari maroko dan senegal, yang dilengkapi dengan persenjataan modrn. Hal ini secara dramatis mengubah hasil dan memungkinkan perancis untuk merebut kembali banyak meskipun perlawanan sengit berlansung hingga musim semi 1927.

Perancis menjatuhkan hukuman mati terhadap Sultan al-Atrash dan para pemimpin nasional lainnya.

akan tetapi sultan al-Atrash dan beberapa pemberontak melarikan diri ke Trans-Yordan yang akhirnya mereka di ampuni.
Memasuki periode 1929-1930, perancis kembali memecah wilayah suriah pada 23 Mei 1929 Lebanon berubah menjadi Republik Lebanon dan pada 22 Mei 1930 suriah berubah menjadi Republik Suriah. Kebijakan ini membuat suriah terpecah menjadi dua Republik, Lebanon dengan ibu kotanya di Beirut dan Suriah ibu kotanya di Damaskus.
Dimulai pada tahun 1930-an dan terus berlanjut hingga periode kemerdekaan, elitkonservatif Suriah menerima perlawanan dari perwira meliter muda dari latar belakang kelas menengah, berpendidikan akademi militer di Homs. Selain dari perwira militer, mereka juga memperoleh perlawanan dari golongan intelektual dan politisi berpendidikan Barat.
Ekspresi golongan muda yang paling berpengaruh adalah Harakat al-Ba’ath al-Arabi (Partai Kebangkitan Arab). Partai ini didirikan pada tahun 1940 oleh Michel Aflq dan Salah al-Din Bitar, dua guru sekolah dasar suriah yang pernah belajar di paris pada dekade 1930-an. Mereka mengembangkan doktrin kesatuan Arab, keadilan sosial, demokrasi anti-kolonialis dan kebebasan. Selain itu mereka juga mengembangkan perasaan religius Arabisme untuk menyegarkan semangat kebangsaan Arab.
Pada tahun 1949, mereka bergabung dengan Akram al-Hawrani, seorang agitator sosial dan penggerak sejumlah pemberontakan di Homs. Selain itu, ia juga merupakan konspirator yang memiliki jaringan di tubuh militer.
Konflik antara generasi tua dan elit pejabat militer baru dan kalangan intelegensia semakin memanas pada akhir 1940-an. Serangkaian kekalahan Perancis pada perang dunia II akhirnya mengantarkan pada pembentukan sebuah rezim Suriah yang merdeka pada 24 Oktober 1945. Seiring dengan kemerdekaan suriah pasukan perancis juga meninggalkan wilayah itu. Pasukan terakhir Perancis meninggalkan Suriah pada 17 April 1946. keluarnya Perancis dari Suriah menjadi penanda merdekanya rakyat dari pendudukan bangsa Barat yang diakui secara internasional.


Sumber: https://vds.co.id/

Syria atau Suriah beribukota di Damaskus

SEJARAH SYRIA

Keadaan Geografis Syria

Secara geografis Syria atau Suriah termasuk salah satu negara di Timur Tengah atau Asia Barat Daya. Letak Syria atau Suriah berbatasan dengan Turki di sebelah Utara, Irak di sebelah timur, Yordania di sebelah Selatan dan Israel, Lebanon serta Laut Tengah di sebelah barat. Luas Suriah sekitar 185. 180 km2. Syria atau Suriah beribukota di Damaskus dan bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa arab.

Dataran pantai paling barat adalah daerah pertanian terbaik dan pemukiman penduduk terbesar di Syria atau Suriah. Syria atau Suriah memiliki dua pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Tartus dan al-Ladhigiyah. Pelabuhan ini berada pada garis pantai di laut tengah yang panjangnya sekitar 180 KM , diapit oleh Turki dan Lebanon. Barisan pegunungan dan beberapa lembah subur yang ditempati beberapa kota besar, menjadi pembatas sebagian besar dataran pantai dan pedalaman. Selanjutnya, dataran tinggi dan gurun pasir berbatu terletak di sebelah timur pegunungan. Gurun pasir ini mencakup lebih dari setengah wilayah negara Suriah. Luas dari gurun pasir membentang sampai ke Yordania, Irak bagian barat dan Saudi Arabia bagian utara.
Selain itu, gurun pasir Suriah juga berbatasan dengan berbatasan dengan daerah subur di utara yang dialiri Sungai Efrat. Sebuah bendungan dibangun di sungai ini untuk memasok hampir 35% kebutuhan listrik Suriah.

B. Sejarah Suriah Pra-Kemerdekaan
Pada awal abad ke-20 atau tepatnya sebelum tahun 1918, Suriah masih menjadi salah satu wilayah Turki Utsmani yang saat itu sedang mengalami masa kemunduran. Di tengah situasi yang semakin terdesak oleh negara-negara Barat, posisi Suriah menjadi semakin penting bagi Utsmani. Ketika itu diupayakan agar Suriah menjadi basis ekonomi yang penting di bidang pertanian dan perindustrian.
Akan tetapi, kondisi berubah pasca kekalahan Turki Utsmani di Perang Dunia I. Banyak daerah Utsmani akhirnya menjadi daerah jajahan negara-negara Barat, termasuk Suriah.
Seperti halnya negara Timur Tengah lainnya, Suriah menyimpan cadangan minyak di gurun pasirnya. Selain itu Suriah juga merupakan daerah penting bagi Suez. Untuk itu, banyak negara-negara Barat memperebutkan Suriah pada masa menjelang keruntuhan Utsmani.
Pada 16 Mei 1916 atau menjelang kekalahan Turki Utsmani di Perang Dunia I yang sudah diprediksi. Inggris, Rusia dan Perancis mengesahkan perjanjian Sykes-Picot yang membagi wilayah-wilayah Utsmani untuk mereka. Inggris akan memperoleh wilayah di antara Laut Mediterania dan Sungai Yordan yang mencakup Yordania, Irak Selatan dan tambahan beberapa daerah kecil termasuk pelabuhan Haifa dan Arce Palestina. Perancis akan memperoleh Turki Tenggara, Irak Utara, Suriah dan Lebanon. Sementara Rusia akan memperoleh Istanbul, Selat Turki dan Armenia.
Pada 5 Oktober 1918, Perancis menyerbu Suriah dan merebut Beirut. Turki yang di tengah kehancuran, membalasnya dengan menyerang Mudros pada 30 Oktober 1918. Setelah serangan Turki, Inggris dan Perancis pada 8 November 1918 menjanjikan kemerdekaan kepada Suriah. Janji itu mengakibatkan berkobarnya nasionalisme Arab di Suriah. Faisal, putra dari Syarif Husain yang ingin berkuasa di Suriah menjadi pemimpin gerakan itu.
Faisal bersama T.E Lawrence (Lawrence of Arab) pergi ke London untuk memperjuangkan kemerdekaan Suriah di dalam sidang perdamaian Versailes tanggal 6 Februari 1919 M. Perjanjian Versailles memutuskan untuk mengirimkan panitia yang akan menyelidiki kesiapan Suriah menjadi negara merdeka. Panitia ini terdiri dari dua orang, yakni H. C king dan CH. R. Crane . Setelah diadakan penyelidikan di Suriah, King dan Crane menyarankan agar Suriah di tempatkan di bawah mandat Perancis dengan Faisal sebagai rajanya. Usulan itu ditolak oleh Perancis, akibatnya bangsa Arab di Suriah menjadi membenci Perancis dan semakin berkobar semangat nasionalisme Arab.
Situasi yang memanas, perkumpulan al-Fatat sebuah organisasi mahasiswa-mahasiswa arab di Perancis, menjelma menjadi partai kemerdekaan Arab dan memimpin gerakan nasionalisme Suriah. Mereka juga menuntut penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa resmi di samping bahasa Turki.


Sumber: https://pss-sleman.co.id/

Pengertian Kalimat penjelas

Pengertian Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Apa yang dimaksud dengan kalimat utama dan penjelas? Dan bagaimana menemukan kaliamat-kalimat tersebut di dalam sebuah paragraf? Berikut penjelasannya lebih jauh mengenai ke 2 kalimat ini.

– Pengertian kalimat utama adalah kalimat yang mengandung gagasan utama. Adapun yang dimaksud dengan gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan suatu paragraf. Gagasan utama menyatakan hal-hal umum, yang merangkum seluruh gagasan yang ada dalam suatu paragraf. Pragraf yang baik hanya mengandung satu gagasan utama.

Ciri-ciri kalimat utama:

Kalimat utama mengandung suatu permasalahan yang bisa dikembangkan secara terperinci.
Kalimat utama merupakan suatu kalimat yang utuh atau bisa berdiri sendiri tanpa adanya penghubung baik penghubung antar kalimat maupun penghubung intra kalimat.
Biasanya kalimat utama terletak di awal paragraf. Namun pada kalimat induktif kalimat utama terletak di akhir suatu paragraf dan biasanya menggunakan kata-kata berupa: “Sebagai kesimpulan, Jadi…, Dengan demikian…”
Mempunyai arti yang jelas walaupun tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.
– Pengertian Kalimat penjelas adalah kalimat yang mengandung gagasan penjelas. Adapun yang dimaksud dengan gagasan penjelas adalah gagasan yang menjelaskan suatu gagasan utama. Penjelasannya itu bisa dalam bentuk perincian atau uraian-uraian, contoh-contoh atau ilustras, kutipan-kutipan dan sebagainya. Untuk mengetahui lebih jelas tentang Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas Mari kita lihat contoh kalimat utama dan Contoh kalimat penjelas seperti dibawah ini.
Ciri-ciri kalimat penjelas:
Berupa pendukung suatu kalimat utama yang menyajikan deskripsi, contoh, perbandingan, alasan dan penjelasan mengenai topic yang dibahas.
Merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
Kalimat penjelas memerlukan kata-kata penghubung seperti “Bahkan, contohnya, terlebih lagi, misalnya, contohnya dan lain-lain”. kalimat-kalimat penjelas membutuhkan kata penghubung agar suatu paragraf menjadi Koherence atau berkesinambungan antar kalimat.
Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas
Perhatikan paragraf-paragraf berikut.
1). Memasuki abad ke-21, sejumlah masalah kependudukan menghadang umat manusia secara “tum pang tindih”. Sebagal contoh, masalah lanjut usia (lansia) rnuncul pada saat pertambahan penduduk masih besar. Kemiskinan menjadi kian kasat mata di tengah rumithya masalah ketenagakerjaan. Masalah kes ehatan pun turut mewarnal lanskap kehidupan pada awal milenium ketiga, terutama yang rnenyangkut kesehatan wanita dan anak-anak. .
Kalimat utama dan Kalimat Penjelasnya
Paragraf tersebut menyampaikan gagasan tentang tumpang tindihnya masalah kependudukan yang dihadapi manusia. Gagasan itulah yang menjadi dasar pembahasan dalam paragraf tersebut. Oleh karena itu, gagasan itu disebut gagasan utama. Gagasan utama dinyatakan secara jelas dalam kalimat pertama. Dengan demikian, kalimat pertama merupakan kalimat utama paragraf di atas. Adapun kalimat-kalimat di bawahnya merupakan kalimat penjelas.

2). Salah satu penyebab terjadinya unjuk rasa adalah adanya ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagal aturan. Para pengunjuk rasa tidak menemukan pelampiasan atas ketidakpuasan yang rnereka rasakan. Tekanan amarah yang tidak menemukan celah untuk keluar itu akhirnya menjadi amuk massa. Ha-hal tersebut mengakibatkan berbagal unjuk rasa sering berujung pada anarkisme massa jika aspirasi rnereka tidak tersalurkan, Mereka ingin aksi mereka diperhatikan.
Kalimat utama dan Kalimat Penjelasnya
Paragraf menyatakan gagasan tentang penyebab terjadinya unjuk rasa, yakni ketidakpercayaan terhadap pelaksanaan berbagai aturan. Gagasan itulah yang menjadi dasar dari pembahsan paragraf tersebut. gagasan itu ada dalah kalimat pertama. Dengan demikian, kalimat pertama merupakan kalimat utama, sedangkan kalimat-kalimat berikutnya merupakan kalimat penjelasnnya.

Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas
Setelah memahami pengertian dan ciri dari kalimat utama dan penjelas berikut adalah contoh menemukan kalimat utama dan penjelas dalam sebuah paragraf.
Paragraf 1
Demam berdarah merupakan ancaman bagi manusia di seluruh belahan dunia. Banyak kasus demam berdarah yang terjadi di seluruh dunia. Jumlah kasus demam berdarah yang paling tinggi di tempati oleh Asia terutama di Asia timur dan selatan. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi sehingga memungkinkan nyamuk dengue berkembang. Sedangkan Australia dan Amerika menempati peringkat ke 2 dan ke 3 dalam kasus demam berdarah. Jumlah kasus demam berdarah di benua ini lebih kecil karena letak geografis dan iklimnya yang membuat nyamuk dengue susah untuk berkembang.
Pada paragraf di atas semua kalimat membicarakan tentang demam berdarah. Berdasarkan ciri-ciri yang telah kita pelajari sebelumnya. kita bisa melihat kalimat pertama merupakan sebuah kalimat yang utuh. sedangkan kalimat-kalimat setelahnya bersifat mendukung dengan memberikan contoh, alasan, dan bukti yang merupakan ciri dari kalimat penjelas.
Jadi bisa di pastikan bahwa kalimat utama pada paragraf di atas ada pada kalimat pertama sehingga paragraf ini disebut paragraf deduktif.

Kalimat utama: Demam berdarah merupakan ancaman bagi manusia di seluruh belahan dunia.
Kalimat Penjelas: Ada di kalimat ke 2 hingga ke 6.

Paragraf 2
Banyak faktor yang bisa mempengaruhi tingginya kolesterol di dalam tubuh. Sebagai pemicunya adalah banyaknya lemak yang kita konsumsi salah satunya adalah dari minyak goreng. Kolestrol yang menumpuk ini akam meyumbat alairan darah kita sehingga akan menggangu kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga akan menyebabkan penyumbatan darah. Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.

Paragraf di atas membicarakan tentang Bahaya kolesterol bagi tubuh. kalimat pertama, hingga kalimat keempat merupakan kalimat penjelas. Pada kalimat pertama penulis mengajukan sebuah fakta dan di djelaskan oleh kalimat-kalimat selanjutnya. kemudian di bagian akhir penjelasan-penjelasan tersebut dirangkum dalam satu kaliamt di kalimat terakhir dicirikan dengan adanya kata “Dengan demikian”

Berdasarkan penjelasan dan contoh di atas, kalimat utama dari paragraf tersebut terletak di akhir paragraf sehingga paragraf ini disebut dengan paragraf Indukif.
Kalimat utama: Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.
Kalimat penjelas: ada pada kalimat 1 hingga kalimat 4.

Recent Posts

Mubiyarto, 1993

Penyebab-penyebab Kemiskinan

Kemiskinan tidak disebabkan oleh faktor tunggal, dan juga tidak terjadi secara linier. Sebaliknya, kemiskinan bersifat majemuk dan disebabkan oleh multi faktor yang saling terkait satu dengan yang lain. Secara prinsip ada tiga faktor penyebab kemiskinan, yaitu faktor struktural, faktor kultural, dan sumberdaya alam yang terbatas (Mubiyarto, 1993; Sumodiningrat 1998; Rocman, 2010; Handoyo, 2010).

Faktor struktural penyebab kemiskinan berupa:

(Struktur sosial masyarakat yang menyebabkan sekelompok orang berada pada lapisan miskin. Keluarga miskin dengan kepemilikan lahan yang sempit, atau bahkan tidak punya sama sekali. Anak-anak yang lahir dari keluarga seperti ini, sejak awal sudah mewarisi kemiskinan tersebut. Mereka sulit mendapatkan akses untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan untuk memperbaiki kualitas diri dan hidupnya sehingga jatuh dalam situasi kemiskinan yang tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.
Praktek ekonomi masih jauh dari nilai-nilai moral Pancasila yang bertumpu pada kebersamaan, kekeluargaan, dan keadilan. Dalam praktek kehidupan lebih mengarah pada praktek ekonomi pasar bebas yang mengagungkan kompetisi dan individu dari pada kebersamaan, kekeluargaan, dan masih jauh dari nilai keadilan.
Pasal 33 UUD 1945 masih belum efektif untuk diterjemahkan dalam peraturan organik yang lebih operasional untuk mengatur praktek kegiatan ekonomi. Undang-undang dan peraturan pemerintah sebagai turunan dari pasal 33 tersebut masih dibutuhkan. Sejumlah Undang-Undang Organik dan peraturan telah dibuat oleh lembaga tinggi negara yang berkompeten. Namun, bukan berarti permasalahannya selesai dengan Undang-Undang Organik tersebut. Kenyataanya masih muncul berbagai masalah yang berdampak pada potensi peningkatan jumlah penduduk miskin. Pengelolaan sumber daya air, tambang dan gas yang kurang baik dapat menimbulkan jumlah penduduk miskin. Sebagai contoh sumber daya air yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan air sungai tercemar. Pada hal selama ini sungai menjadi sumber air keluarga, terutama bagi rumah tangga miskin. Tidak berfungsinya air sungai sebagai sumber air bersih menyebabkan rumah tangga miskin membeli air bersih, setidahnya untuk minum, atau terpaksa mengkonsumsi air yang tercemar tersebut. Sebagai akibatnya mereka mengeluarkan biaya hidup untuk membeli air. Hal itu akan menambah jumlah kemiskinan penduduk. Sumber daya alam yang melimpah tidak otomatis dapat mensejahterakan penduduk sekitar. Kasus tambang di Papua menggambarkan realitas itu. Tambang emas, tembaga yang sangat besar itu belum dapat mengentaskan kemiskinan penduduk sekitar dan membebaskan dari keterbelakangan. Hal itu dapat terjadi karena: (1) nilai kontrak yang terlalu murah, (2) distribusi hasil yang belum berpihak pada kaum miskin sekitar, (3) pengelolaan yang salah.
Paradigma ekonomi masih bertumpu pada ekonomi neoliberal yang kapitalistik. Dalam Peradaban global diakui bahwa pengaruh ekonomi kapitalistik demikian besar. Bahkan peradapan kehidupan umat manusia pada abad XXI ini telah dimenangkan oleh peradaban kapitalistik. Karena itu, pemikiran-pemikiran neo liberalisme, di sadari atau tidak banyak mempengaruhi kebijakakan ekonomi di Indonesia. Praktek ekonomi yang bertumpu pada modal dan pasar bebas menjadi dasar dalam aktivitas ekonomi. Sebagai contoh terbaru adalah kebijakan yang longgar terhadap keberadaan pasar modern supermaket/minimarket. Pemerintah daerah belum memiliki aturan yang jelas tentang masalah ini. Sementara dilapangan telah bergulir pembangunan supermaket tersebut demikian cepatnya. Sebagai akibatnya banyak toko-toko di pasar tradisional atau di luarnya yang mengalami penurunan pembeli, karena tidak dapat bersaing. Aturan yang telah ditetapkan jarak 500m dari pasar tradisional, ternyata tidak dapat berjalan efektif.
Konsistensi terhadap nilai-nilai moral Pancasila yang masih kurang. Pancasila merupakan seperangkat nilai-nilai luhur dan mulia yang menggambarkan hubungan mausia dengan Tuhan, Manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam. Jabaran nilai-nilai luhur tersebut tersurat dan tersirat dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila mengajarkan praktek ekonomi yang demokratis, berkeadilan, efisien, dan berkelanjutan, dan menempatkan posisi negara sebagai entitas yang penting sebagai regulatator dan eksekutor. Namun, kenyataanya praktek ekonomi lebih berpihak kepada ekonomi modal besar dari pada rakyat. Nasib ekonomi kerakyatan menjadi kurang jelas, dan kurang berkelnjutan.
Faktor kultural penyebab kemiskinan berupa:
Penyakit individu (patologis) yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.
penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga.
penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.
penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
Faktor sumberdaya alam yang terbatas berupa:
Tanah yang semakin tandus dan terkontaminasi bahan kimia.
Curah hujan yang rendah hingga kering.
Wilayah tambang yang sudah tinggal sisa-sisa.
Kepemilikan lahan yang semakin menyempit dan hanya bekerja sebagai buruh tani.

Sumber: https://bugscode.id/

Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton

Program Penanggulangan Kemiskinan

Beberapa program yang tengah digalakkan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan. Fokus program tersebut meliputi 5 hal antara lain pertama menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok; kedua mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin; ketiga menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat; keempat meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar; dan kelima membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.

Dari 5 fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terkait 5 program tersebut antara lain:
a. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :

Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton

Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer

b. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:

Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.

c. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.

d. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :

Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);

Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;

Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit;

e. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :

Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).

Sumber: https://bogorchannel.co.id/

Max Weber

Tokoh Perintis Sosiologi

Auguste Comte

Auguste Comte adalah salah satu pemikir handal di bidang sosiologi. Bukunya Course de philosophie positive, menjadikan Comte disebut Bapak Sosiologi atau peletak dasar sosiologi. Pemikiran Auguste Comte yang dijadikan dasar pemikiran sosiologi antara lain sebagai berikut.
A. Membedakan sosiologi ke dalam statistika sosial dan dinamika sosial.
B. Pengembangan tiga tahap pemikiran manusia (tahap teologi, metafisis, dan positif) yang menjadi ciri perkembangan pengetahuan manusia dan masyarakat.
C. Gejala sosial dapat dipelajari secara ilmiah melalui metode – metode pengamatan, percobaan, perbandingan dan sejarah.
D. Fakta kolektif historis dan masyarakat terikat pada hukum – hukum tertentu dan tidak pada kehendak manusia.

2. Emile Durkheim
Emile Durkheim salah satu tokoh sosiologi yang dipengaruhi oleh tradisi pemikiran Prancis – Jerman. Durkheim termasuk salah satu peletak dasar – dasar sosiologi modern. Bagi Durkheim, fenomena sosial yang tumbuh berserakan dalam kehidupan masyarakat ini adalah nyata. Oleh karena itu, gejala – gejala sosial yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sesungguhnya dapat dikaji dengan metode – metode empiris, dan bukan secara filosofis.

Pada prinsipnya Durkheim menolak penjelasan ilmiah tentang tindakan (institusi sosial) yang hanya mendasarkan analisis pada karakteristik individu, seperti insting, kemauan, imitasi, dan kepentingan pribadi. Menurut Durkheim sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial, yaitu setiap cara bertindak yang telah baku ataupun tidak, yang dapat melakukan pemaksaan terhadap individu. Fakta sosial bersifat eksternal terhadap individu. Fakta sosial bisa berupa cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang memperlihatkan ciri – ciri tertentu yang berada di luar kesadaran individu.

3. Karl Marx
Sebagai seorang penulis sosiologi sumbangan Marx terletak pada teori kelas. Marx berpendapat bahwa sejarah masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Perkembangan pembagian kelas dalam ekonomi kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda, yaitu kaum borjuis (kaum kapitalis) dan kaum proletar.

4. Max Weber
Max Weber menyatakan bahwa yang dipelajari oleh sosiologi adalah tindakan sosial. Tindakan manusia disebut tindakan sosial apabila mempunyai arti subjektif. Tindakan itu dihubungkan dengan tingkah laku orang lain. Menurut Weber sosiologi berusaha memberikan pengertian tentang aksi – aksi sosial. Metode – metode yang digunakan dalam ilmu – ilmu alam tidak dapat diterapkan begitu saja pada masalah – masalah yang dikaji dalam ilmu – ilmu sosial.

Sosiologi membantu mempelajari dan memahami perilaku manusia dan sekaligus menelaah sebab – sebab terjadinya interaksi sosial. Karya Weber tentang perkembangan sosiolog, misalnya analisis tentang wewenang, birokrasi, sosiologi agama, organisasi – organisasi ekonomi dan sebagainya.

5. Charles Horton Cooley
Charles Horton Cooley mengembangkan konsepsi mengenai hubungan timbal balik dan hubungan yang tidak terpisahkan antara individu dengan masyarakat. Pada waktu manusia berada di bawah dominasi kelompok utama yaitu keluarga, kelompok sepermainan dan rukun tetangga, manusia akan saling kenal antara warga – warganya serta kerja sama pribadi yang erat.

6. Herbert Spencer
Herbert Spencer adalah orang inggris yang menguraikan materi sosiologi secara rinci dan sistematis. Menurut Spencer, objek sosiologi yang pokok adalah keluarga, politik, agama, pengendalian sosial dan industri termasuk asosiasi masyarakat setempat, pembagian kerja, pelapisan sosial, sosiologi pengetahuan dan ilmu pengetahuan serta penelitian terhadap kesenian dan keindahan. Pada tahun 1876 Spencer mengetengahkan sebuah teori tentang “evolusi sosial”.

Ia menerapkan secara analog Teori Darwin mengenai “Teori Evolusi” terhadap masyarakat manusia. Ia yakin bahwa masyarakat mengalami evolusi dari masyarakat primitif ke masyarakat industri. Herbert Spencer juga mengembangkan suatu sistematika penelitian masyaraakt dalam bukunya yang berjudul Principles of Sociology.

Recent Posts

Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lain

Objek Kajian Sosiologi

Sosiologi pada dasarnya mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya. Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi, misalnya seorang sosiologi mengkaji dan mengamat kenakalan remaja di Indonesia saat ini. Mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah.

Objek kajian sosiologi sebagainama kedudukannya sebagai ilmu sosial adalah masyarakat dilihat dari sudut hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia tersebut dalam masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, yang menjadi kajian sosiologi adalah sebagai berikut.

1. Hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia lainnya.
2. Hubungan antara individu dengan kelompok.
3. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lain.
4. Sifat – sifat dari kelompok – kelompok sosial yang bermacam – macam coraknya.

Pokok kajian sosiologi mencakup tentang beberapa hal, yaitu sebagai berikut.
1. Hakikat sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji tentang hubungan sosial, yaitu hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat serta hubungan antara individu dan antarkelompok dalam masyarakat serta hubungan antar individu dengan lingkungannya termasuk lingkungan alamnya.

2. Interaksi sosial yang menyangkut komunikasi langsung maupun tidak langsung antar warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif.

3. Proses sosialisasi termasuk pengaruhnya terhadap perkembangan diri dan kepribadian seseorang dalam masyarakat.

4. Struktur sosial yang terdiri dari sistem norma, sistem kedudukan dan peran dari masing – masing masyarakat dari lapisan bawah hingga lapisan atas.

5. Keragaman kehidupan sosial budaya, termasuk nilai – nilai sosial.

6. Perubahan – perubahan sosial baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar serta bahan kajian yang lebih detail berkaitan dengan perilaku sosial dalam masyarakat.

Sumber: https://wisatalembang.co.id/