Biografi Kapten Peiere Andreas Tendean Versi Bahasa Inggris

Biografi Kapten Peiere Andreas Tendean Versi Bahasa Inggris

Name: Captain Peiere Andreas Tendean
Born: Jakarta, February 21, 1939
Religion: Protestant
General Education:
– SD in Magelang
– Junior B
– SMA B
Military education: ATEKAD

Military Career:
– Participated in the operation Sapta Marga in North Sumatra. He was sworn in as Second Lieutenant in 1962 Czi
– Danton Yon Zipur 2/Dam Bukit Barisan II
– Education Intelligence in 1963
– Had infiltrated Malaysia Dwikora time while serving DIPIAD
– 965 was appointed as the Minister of Defence, Adjutant / Kasab Gen. AH Nasution when the rank is Second Lieutenant, then rose to First Lieutenant.
Signs Respect: Heroes of the Revolution
Died: Jakarta, October 1, 1965
Buried: Kalibata Heroes Cemetery in Jakarta

Posthumous Tendean Captain Pierre was born on February 21, 1939 in Jakarta. He is one of the victims of the events of September 30th Movement plus an Indonesian national hero.
Son of DR. AL Tendean from Minahasa, his mother was a French bleed named Cornel ME. Pierre is the second of three brothers. The brother plus sister all women, so that as the only son of his parents he was a beacon of hope.

After Pierre graduated from elementary school in Magelang, continue to the junior part B plus then to the high school section in Semarang. After graduating from high school suggested that his parents Pierre entered the Faculty of Medicine. However, Pierre had to have their own choice, like masuh National Military Academy, plus aspired to become a military officer.
Pierre entered ATEKAD Force VI in London in 1958 plus was sworn in as Second Lieutenant Czi 1962. After experiencing the task, among others, as Danton Yon Zipur 2/Dam II plus following the Education Intelligence in 1963 plus had been infiltrated into Malaysia while serving time Dwikora DIPIAD, then in 1965 was appointed as the Minister of Defence, Adjutant / Kasab Gen. AH Nasution with the rank of First Lieutenant.

In the office of Adjutant Gen. A.H. Nasution is Pierre Tendean fall as a shield against any attempt G 30 S / PKI to kidnap / kill Gen. AH Nasution.
At hordes G 30 S / PKI still plus tried to kidnap Mr. Nas on the early morning of October 1, 1965, Pierre, who was sleeping in the pavilion’s house Nas, soon woke up, heard a noise in the house because Nas pack. When he came out, he was captured by the kidnappers gang by Idris plus Jahurup Pratu. When Pierre explained that he was the Adjutant Nasution, then the mob that he misheard Nas pack. Then he tied her hands plus taken by truck to the Crocodile Hole.

In crocodile pit with Brigadier General Pierre besama Sutoyo entered into the house which is located near the old well. After brutally tortured by members of the G 30 S / PKI based on the final turn was murdered plus put into a crocodile pit with other Army leaders.

Baca Juga :

Mobil Dapat Subsidi Rp 120.000 Per Hari

Mobil Dapat Subsidi Rp 120.000 Per Hari

Mobil Dapat Subsidi Rp 120.000 Per Hari

Mobil Dapat Subsidi Rp 120.000 Per Hari
Mobil Dapat Subsidi Rp 120.000 Per Hari

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dengan mampu menghemat anggaran subsidi energi separuhnya atau Rp 150 triliun, banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk membangun infrastruktur. Pemilik mobil mendapat subsidi Rp 120.000 per hari.

”Yang paling mudah diukur membangun infrastruktur jalan. Dengan dana Rp 60 triliun bisa dibangun jalan dengan kualitas bagus dari Aceh hingga Lampung. Dengan dana Rp 100 triliun bisa dibuka akses jalan yang bagus di selatan Jawa,” kata Hatta Rajasa di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi I Forum Dialog Kerja Sama Asia (ACD) di Kuwait City, Kuwait, Rabu (17/10/2012), seperti dilaporkan wartawanKompas Hermas E Prabowo. Hatta ditanya soal kemungkinan pengurangan subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 sekitar Rp 306 triliun dan pemanfaatan dana pengurangan subsidi.

Hatta selanjutnya memberikan contoh, dengan dana hasil pengurangan subsidi, Rp 250 triliun, pembangunan jalan kualitas bagus di trans-Kalimantan, Sulawesi, dan Papua bisa diselesaikan. ”Dengan akses jalan yang bagus, bayangkan betapa besar mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Menurut Hatta, yang terjadi di Indonesia, 70 persen orang yang tidak berhak atas subsidi bahan bakar minyak (BBM) ikut menikmati. Pemilik mobil mendapat subsidi hingga Rp 120.000 per hari. Ini sangat tidak adil.

”Namun, bagaimana parlemen dan politisi melihat itu. Saat pemerintah akan menaikkan harga BBM, ada peluang menyikat. Energi habis terkuras untuk perdebatan itu,” katanya.

Bagaimanapun, lanjut Hatta, peta jalan energi harus diselesaikan. Sampai tahun 2015 harus bisa mengubah struktur dari pemberian subsidi. Kalau bisa dimanfaatkan dengan baik, bisa diberikan dalam bentuk subsidi langsung.

Ekonom Econit, Hendri Saparini, di Jakarta, menegaskan, subsidi energi sekitar Rp 306 triliun pada RAPBN 2013 adalah akibat nihilnya strategi ketahanan energi nasional. Selagi strategi itu nihil, volume konsumsi pasti menggelembung dan memaksa anggaran negara untuk elastis.

”Harus dilihat akar persoalannya. APBN itu adalah muara dari kebijakan berbagai sektor. Saya tidak menyarankan harga BBM naik atau tidak. Tetapi, yang lebih mendasar adalah apakah akar persoalan itu berusaha dipecahkan pemerintah atau belum,” kata Hendri.

Akar persoalan yang dimaksud Hendri dalam hal subsidi BBM berada di produksi dan konsumsi. Di produksi, persoalannya PT Pertamina membeli minyak bumi dari pemburu rente di pasar sehingga harganya tinggi. Di konsumsi, pada soal tingginya laju pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor karena buruknya moda transportasi massal. Sementara untuk subsidi listrik, persoalannya adalah kurangnya pasokan gas dan batubara untuk pembangkit.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Satya Wira Yudha, menyatakan, pemerintah seharusnya dapat menekan besaran subsidi energi. ”Penghematan subsidi energi itu bisa dilakukan melalui beberapa cara, yaitu revisi harga, efisiensi pemakaian BBM, serta konversi BBM ke gas dan energi alternatif,” ujarnya.

(KOMPAS.COM, KUWAIT CITY EVY/RYO/LAS)

Menurut pendapat saya kenaikan harga BBM dan kerugian negara dapat dicegah dengan mengawasi lebih ketat lagi tentang subsidi BBM agar dapat diterima oleh masyarakat kecil dan tidak jatuh ke orang yang salah. Karena seringkali subsidi BBM diterima dan dinikmati oleh orang yang mampu dari segi materi, padahal subsidi BBM bertujuan untuk membantu rakyat kecil.

Sumber : https://write.as/danuaji88/education-is-one

Cerita Rakyat Keong Mas

Cerita Rakyat Keong Mas

Berikut ini adalah cerita rakyat keong mas yang dapat anda dapat jadikan sebagai referensi bacaan. Alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang raja Kertamerta namanya. Ia adalah raja di kerajaan Daha. Ia pun memiliki dua orang putra bernama Dewi Galuh dan Candra Kirana. Mereka hidup bahagia.

Suatu hari datanglah seorang pangeran bernama Inu Kertapati untuk melamar salah satu dari anak sang raja. Lalu, mereka melangsungkan acara tunangan. Ternyata Dewi Galuh pun juga menaruh hati padanya. Hal ini menyebabkan sang kakak membuat rencana untuk menyingkirkan Candar Kirana dari kerajaan.

Dewi Galuh meminta bantuan penyihir untuk membuat adiknya berupa buruk. Namun sayangnya penyihir itu tidak dapat masuk ke istana. Lalu ia memfitnah Candra Kirana hingga ia dikeluarkan dari kerajaan.

Di perjalanan ia bertemu dengan penyihir jahat lalu diubah menjadi keong. Penyihir tersebut mengatakan bahwa kutukan itu akan hilang saat ia bertemu dengan tunangannya Raden Inu Kertapati.

Suatu hari Raden Inu Kertapati mencari Candra Kirana karena ia tahu bahwa Candra Kirana masih hidup. Ia tak lelah mencarinya hingga suatu hari ia bertemu dengan Candra Kirana. Lalu raden tersebut membawanya pulang ke istana. Tak lupa Candra Kirana mengajak nenek yang selama ini merawatnay saat ia berubah menjadi keong.

Akhirnya setelah sampai di istana ia menceritakan semuanya kepada sang ayah lalu ayah pun minta maaf. Sedangkan galuh dewi melarikan diri ke hutan. Sejak saat itulah Candra Kirana dan Inu Kertapati menikah dan hidup bahagia bersama.

Baca Juga :

Kisah Kambing yang Bijaksana

Kisah Kambing yang Bijaksana

Di atas sungai terdapat sebuah jembatan yang sangat sempit. Suatu hari, ada seekor kambing yang sedang menyeberangi jembatan ini. Tepat di tengah jembatan, ia bertemu kambing lainnya dan tidak ada tempat bagi mereka untuk lewat.

“Kembalilah!” seru dua kambing itu bersamaan, “tidak ada tempat bagi kita berdua.”

“Mengapa harus aku yang kembali?” kata kambing lainnya. “Kenapa tidak kamu saja yang kembali?” Balas yang satunya.

“Kamu harus kembali!” kata kambing pertama, “Karena aku lebih kuat darimu.”

“Kamu tidak lebih kuat dariku,” kata kambing kedua.

“Kita akan lihat siapa yang lebih kuat,” kata kambing pertama. Ia pun menyiapkan tanduknya untuk bertarung.

“Berhenti!” kata kambing kedua, “Jika kita bertarung, kita berdua akan jatuh ke sungai dan tenggelam. Sebaliknya, aku punya rencana. Aku akan berbaring dan kamu bisa berjalan di atasku.”

Kemudian kambing yang bijaksana itu berbaring di jembatan dan kambing lainnya berjalan dengan mudah di atasnya. Jadi, mereka melewati satu sama lain dan melanjutkan perjalanan.”

Lagi-lagi, lewat cerita dongeng anak lucu ini kamu bisa mengajarkan si kecil untuk bisa mengatasi sebuah masalah. Tentunya dengan cara yang baik dan bijak serta tidak merugikan orang lain.

Kisah ini juga bisa loh jadi pengingat untuk dirimu sendiri kalau sering merasa tertekan saat sedang mengalami masalah. Jadi, waktu mendongeng juga bisa sekalian membuatmu ikutan belajar.

Baca Juga :

Kisah Gelandangan dan Alexander the Great

Kisah Gelandangan dan Alexander the Great

Kisah Gelandangan dan Alexander the Great

Kisah Gelandangan dan Alexander the Great
Kisah Gelandangan dan Alexander the Great

Ada sebuah cerita Yunani Kuno yang menarik. Alkisah, ada gelandangan bernama Diogenes. Satu-satunya hal yang dibanggakan dalam hidupnya hanyalah peace of mind. Hasilnya tentu mudahdi tebak, ia menemukan dan memiliki banyak sekali hal dalam kehidupan. Diogenes terkenal dengan kebijaksanaannya yang menganggumkan. Tak heran, suatu kali Alexander the Great ingin mengujungi Diogenes yang oleh banyak orang di beri sebutan ‘Orang bijak di bak mandi’.Tentu saja ketika di kunjungi, Diogenes lagi berendam di bak mandi.Kagum dengan kebijaksanaan Diogenes, Alexander Agung menawarkan hadiah. Dia bertanya kepada gelandangan yang bijak itu, “Adakah halyang bisa ia hadiahkan untuk Diogenes?” Tanpa ada perubahan expresi sedikit pun di wajah manusia yang sudah menemukan keindahan ini, ia langsung menjawab sederhana. “Tolong jangan berdiri di situ, Anda menghalangi sinar matahari yang menghangatkan tubuh saya.”

Baca Juga : 

Kue Buatan Tuhan

Kue Buatan Tuhan

Kue Buatan Tuhan

Kue Buatan Tuhan
Kue Buatan Tuhan

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam rapor, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata,”Tentu saja mom, I love your cake.””Nih, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan.”Yaiks,” ujar anaknya. “Bagaimana dgn telur mentah” “You’re kidding me, Mom.” “Mau coba tepung terigu atau baking soda.” “Mom, semua itu menjijikkan” Lalu Ibunya menjawab,” Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak.”Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan? Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkansemuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancangan-Nya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Elang dan Kalkun

Elang dan Kalkun

Elang dan Kalkun

Elang dan Kalkun
Elang dan Kalkun
Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas. Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus”.
Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”. Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya,”Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”.
Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani. Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami samasekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksudkamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.
Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kitabisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan.
Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”. Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmatitantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana kedepannya.
Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun lalu suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanksgiving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk minggat dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang. Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisamengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanksgiving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.
Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinyasetelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…Selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus – Pepatah kuno

Cerita Hewan: Anjing Gunung, Keledai dan Macan Tutul

Cerita Hewan: Anjing Gunung, Keledai dan Macan Tutul

Suatu hari seekor keledai pergi mencari seekor anjing gunung ke sebuah gunung yang sangat tinggi, keledai itu sengaja mencari anjing gunung untuk berburu bersama di sebuah hutan yang cukup lebat dan tidak lama keledai itu menaiki gunung akhirnya dia menemukan seekor anjing gunung sedang berjalan. Kemudian anjing itu dia ajak untuk berburu bersama dan akhirnya anjing gunung itu menerima ajakan dari sang keledai, kini sang keledai dan anjing gunung pergi ke hutan lebat itu namun sebelum mereka memasuki hutan itu sang keledai menemui seekor mancan tutul yang sedang tiduran di sebuah pohon besar. Sang keledai kemudian mengajak macan tutul itu pergi berburu bersama dan macan tutul itupun menerima ajakan sang keledai.

Setelah sang keledai mengumpulkan teman berburunya yaitu Anjing gunung dan Macan Tutul kini mereka pergi bersama-sama memasuki hutan lebat untuk berburu bersama, mereka menangkap hewan-hewan dengan kerjasama yang baik hewan apapun bisa mereka tangkap dengan mudah mereka berburu mulai dari pagi hari sampai dengan sore hari. Mereka berhasil mengumpulkan hewan-hewan tangkapannya kemudian mereka bawa ke tempat terbuka dan mereka tumpuk hewan-hewan hasil buruan mereka. Hewan hasil buruan mereka terdiri dari seekor kelinci, kambing, rusa, kerbau, kijang dan uncal, kini waktunya mereka membagi-bgaikan hewan tangkapan mereka.

Sang macan tutul menunjuk sang keledai untuk membagi hewan-hewan itu “Keledai silahkan kau bagi makanan-makanan itu” Perintah sang macan tutul lalu keledai itu menghitung dengan cermat hewan tangkapan itu, setelah sang keledai menghitung dia membagikan hewan-hewan itu secara adil dengan membagi tiga bagian yang sama banyak. Melihat pembagian itu sang macan tutul sangat marah kemudian dia menerkam sang keledai hingga keledai itu mati dan kini tumpukan makanan telah bertambah. Kemudian sang macan tutul menoleh ke arah anjing gunung “Sekarang kamu bagikan hewan-hewan itu”. Perintahnya dengan marah, kini sang anjing gunung mendekati makanan itu dia menumpukan kembali hewan-hewan yang telah dibagikan oleh sang kedelai menjadi tumpukan yang besar kemudian dia menggigit seekor kelinci di mulutnya untuk dirinya sendiri, itupun hanya seekor kelinci yang dagingnya sangat kecil dan tidak begitu berarti untuk sang macan tutul.

Macan tutul yang tadinya marah kini mulai reda dia melihat keputusan sang anjing gunung dengan tersenyum “Kau sangat pandai dalam mengambil sebuah keputusan wahai anjing gunung, kau membagikan makanan ini dengan sangat adil apakah kau mempelajarinya dari sang keledai?”. Tanya sang macan tutul “Ya aku belajar dari sang keledai” jawab anjing gunung itu sambil pergi dari hadapan sang macan tutul “aku juga tidak mau mengulangi nasib sama dengan keledai itu” celetuk sang anjing. Dalam hatinya anjing gunung sangat kecewa dengan keserakahan macan tutul, dia berjanji tidak akan bekerjasama dan membantu macan tutul di kemudian hari.

Baca Juga :

Doa untuk Putraku

Doa untuk Putraku

Doa untuk Putraku

Doa untuk Putraku
Doa untuk Putraku

Pada masa Perang Dunia II, seorang jenderal kenamaan, Douglas McArthur, menullis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul “Doa untuk Putraku”. Inilah isi puisi tersebut: – Doa untuk Putraku – Tuhanku… Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan. Tetap Jujur dan rendah hatidalam kemenangan. Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan. Tuhanku… Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. Biarkan puteraku belajar untuktetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka. Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau. Dan, setelah semua menjadi miliknya… Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya. Tuhanku… Berilah ia kerendahan hati… Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki… Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna… Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia.” Kerabat Imelda…Puisi yang ditulis oleh Jenderal Douglas McArthur tersebut merupakan sebuah puisi yang luar biasa. Puisi itu adalah sebuah cermin seorang ayah yang mengharapkan anaknya kelak mampu menjadi manusia yang ber-Tuhan sekaligus mampu menjadi manusia yang tegar, tidak cengeng, tidak manja, dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Seperti contoh sepenggal puisi di atas yg berbunyi: “Janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.” Puisi ini menunjukkan bahwa sang jenderal sadar tidak ada jalan yang rata untuk kehidupan sukses yang berkualitas. Seperti kata mutiara yang tidak bosan saya ucapkan: “Kalau Anda lunak pada diri sendiri, kehidupan akan keras terhadap Anda. Namun, kalau Anda keras pada diri sendiri, maka kehidupan akan lunak terhadap Anda.” Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita yang destruktif, merusak, dan cenderung melemahkan. Maka, senantiasalah belajar bersikap tegas dan keras dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, demi menciptakankehidupan sukses yang gemilang, hidup penuh kebahagiaan! Selamat berjuang

Baca Juga : 

Bergulung Bersama Ombak Lautan

Bergulung Bersama Ombak Lautan

Bergulung Bersama Ombak Lautan

Bergulung Bersama Ombak Lautan
Bergulung Bersama Ombak Lautan

Sekelompok mahasiswa mengisi libur panjang mereka dengan berkemah di tepi pantai yang terpencil. Suasana di pantai begitu sepi dan tenang karena pantai tersebut belum dibuka untuk umum. Sebagaimana pantai laut lepas lainnya, ombak menderu, bergulung-gulung tinggi dan menghempas dengan ganas. Di siang hari menjelang sore, sekumpulan anak muda ini duduk-duduk di pantai memandangi laut lepas. Diiringi deburan ombak, mereka menceritakan kehidupan dan isi hati mereka. Kehidupan sebagai orang yang beranjak dewasa, tidaklah mudah bagi beberapa orang. Kerasnya kehidupan seringkali berbenturan dengan idealisme yang selama ini dipegang. Sore itu mereka berbagi kegelisahan dalam ketenangan pantai. Saat berbincang, nampaklah siluet tubuh manusia ikut bergulung dengan ombak. Dengan rasa terkejut, mereka segera berlari ke arah pantai dan mencari cara untuk menolong orang itu. Namun dari siluetnya yang lemah, mereka semua menduga orang itu sudah tak tertolong lagi. Maka mereka mencari sesuatu untuk menarik tubuhnya agar tidak hilang ditelan lautan. Saat mereka sibuk di pantai, gulungan ombak mengantarkan tubuh yang lemas itu ke pantai. Mereka yang tahu langsung berlari untuk menangkapnya di tempat yang agak dangkal. Namun betapa terkejutnya mereka ketika tubuh lemah itu mendadak berdiri, keluar dari air dan berjalan ke pinggir pantai. Para mahasiswa yang masih bingung mendekati si pria yang sedang menatap ombak sambil mengatur nafasnya. Mereka tidak tahan untuk tidak bertanya bagaimana pria itu bisa selamat dari arus lautan yang demikian. Selama ini orang yang terjebak di dalam arus demikian tidak pernah berhasil terbebas dengan kondisi selamat. Si pria menjawab, sebenarnya sangat mudah. Dia hanya mengikuti ke mana ombak membawanya, dia tidak berusaha melawan saat ombak menggulungnya tinggi dan juga tidak melawan saat ombak menghempas ke bawah. Ombak-ombak itu selalu mengarah ke pantai, tinggal menunggu waktu saja hingga sampai ke pantai selain berdoa agar semua berjalan dengan seharusnya. Hidup selalu memiliki masa-masa naik dan turun. Bagaimana kita menyesuaikan dan mengatur diri sendiri dalam setiap situasi, itulah yang menentukan sejauh mana keberhasilan kita dalam hidup. Saat Anda memutuskan untuk keluar atau lari dari situasi sulit, saat itulah Anda kalah dalam perang dan tenggelam ke dasar lautan

Sumber : https://icanhasmotivation.com/