Pengertian Teknologi Informasi

Pengertian Teknologi Informasi

Pengertian Teknologi Informasi

Pengertian Teknologi Informasi
Pengertian Teknologi Informasi

 Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan pemrosesan tertentu (Haag dan Keen, 1996).
 Teknologi informasi tidak hanya sebatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).
 Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (Williams dan Sawyer, 2003).
 Dari ketiga pengertian di atas, maka pengertian teknologi informasi dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh individu (brainware)
B. Penggunaan Teknologi Informasi dalam BK
Penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan. Namun demikian yang paling besar pengaruhnya adalah di Perguruan Tinggi, di mana hampir semua perguruan tinggi di Indonesia sudah memanfaatkan teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun secara online. Sebagai contoh seorang dosen dalam menyampaikan materinya tidak hanya mengandalkan media konvensional saja, melainkan sudah menggunakan unsur teknologi di dalamnya. Biasanya seorang dosen atau guru di PT tertentu dalam menyampaikan materi kuliah ditampilkan dalam bentuk slide presentasi dengan bantuan komputer. Dengan teknologi ini mahasiswa atau siswa bisa mengikuti mata kuliah dengan baik, karena materi yang disampaikan selain mengandung materi yang berbobot juga mengandung unsur multimedia yang bisa menghibur. Di mana dengan bantuan komputer yang dihubungkan dengan multimedia projector seorang dosen tidak perlu menekan tombol keyboard atau papan ketik melainkan cukup menekan remote control yang dipegangnya.

Baca juga : 

Hasil Perubahan Anggota Kelompok

Hasil Perubahan Anggota Kelompok

Hasil Perubahan Anggota Kelompok

Hasil Perubahan Anggota Kelompok
Hasil Perubahan Anggota Kelompok
b.      Tugas dan Peranan
Menurut Prof. Munggin (2005 : 107-105)D tugas dari pemimpin kelompok adalah :
1)   Membuat dan Mempertahankan Kelompok
Pemimpin mempunyai tugas untuk membentuk dan mempertahankan kelompok. Melalui wawancara awal dengan calon anggota dan melalui seleksi yang baik, pemimpin kelompok membentuk konseling.
2)   Membentuk budaya
Setelah kelompok terbentuk, pemimpin kelompok mengupayakan agar kelompok menjadi sistem sosial yang terapeutik kemudian dicoba menumbuhkan norma – norma yang dipakai sebagai pedoman interaksi kelompok.
3)   Membentuk norma – norma
Norma – norma di dalam kelompok dibentuk berdasarkan harapan anggota kelompok terhadap kelompok dan pengaruh langsung maupun tidak langsung dari pemimpin dan anggota yang lebih pengaruh.
Menurut Prayitno peran pemimpin kelompok adalah :
1)   Pembentukan kelompok dari sekumpulan (calon) peserta.
2)   Penstrukturan, yaitu membahas bersama anggota kelompok apa, mengapa dn bagaimana layanan BKp atau KKp dilaksanakan.
3)   Pertahapan kegiatan BKp dan KKp
4)   Penilain segera (laiseg )hasil layana BKp dan KKp
5)   Tindak lanjut layanan.
c.       Keterampilan yang harus dimiliki
Pemimpin kelompok harus menguasai dan mengembangkan kemampuan atau ketrampilan dan sikap  untuk terselenggaranya kegiatan kelompok. Ketrampilan dan sikap yang perlu dimiliki menurut Prof. Mungin(2005 :123 – 130 ) meliputi :
1)        Aktif mendengar
2)        Refleksi
3)        Menguraikan dan menjelaskan pertanyaan.
4)        Meringkas.
5)        Penjelasan singkat dan pemberian informasi
6)        Mendorong dan mendukung
7)        Pengaturan nada suara
8)        Pemberian model dan penyiapan diri.
9)        Penggunaan mata.
Hasil Perubahan Anggota Kelompok
Hasil yang dharapkan pada kelompok yaitu dengan anggota memperoleh pemahaman baru dari kegiatan bimbingan dan konseling kelompok. Juga terentaskanya masalah anggota dalam kelompok dalam kegiatan koseling kelompok. Anggota dapat terbuka dalam mengungkapkan pendapat , saran, taupun masalah. Terciptanya hubungan yang hangat / terciptanya dinamika dalam kelompok.

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

 MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

 MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

a. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri

manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.
Contoh:
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
Contoh:
Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh:
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.

d. Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan kepada negara.
Contoh:
Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.

e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawabmelainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
Contoh:
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum yang ada pada agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan diri kepada Tuhan demi rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini ia berkorban tidak memenuhi kodrat manusia pada umumya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan.

Baca Juga : 

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab timbul karena telah diterima wewenang. Tanggung jawab juga membentuk hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan penerima wewenang. Jadi tanggung jawab seimbang dengan wewenang.
Sedangkan menurut WJS. Poerwodarminto, tanggung jawab adalah sesuatu yang menjadi kewajiban (keharusan) untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya.
Dengan demikian kalau terjadi sesuatu maka seseorang yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung segala sesuatunya. Oleh karena itu manusia yang bertanggung jawab adalah manisia yang dapat menyatakan diri sendiri bahwa tindakannya itu baik dalam arti menurut norma umum, sebab baik menurut seseorang belum tentu baik menurut pendapat orang lain.
Dengan kata lain, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Sumber : https://forbeslux.co.id/

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.

Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: “Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu.”
Dalam wacana keislaman, tanggung jawab adalah tanggung jawab personal. Seorang muslim tidak akan dibebani tanggung jawab orang lain. Allah berfirman: “Setiap jiwa adalah barang gadai bagi apa yang ia kerjakan.” Dan setiap pojok dari ruang kehidupan tidak akan lepas dari tanggung jawab. Kullukum râ’in wa kullukum mas’ûlun ‘an Ro‘iyyatih…..

Tanggung jawab bisa dikelompokkan dalam dua hal. Pertama, tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi. Dia harus bertanggung jawab terhadap akal(pikiran)nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum. Rasulullah bersabda: “Bani Adam tidak akan lepas dari empat pertanyaan (pada hari kiamat nanti); Tentang umur, untuk apa ia habiskan; Tentang masa muda, bagaimana ia pergunakan; Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan; Tentang ilmu, untuk apa ia amalkan.”

Kedua, tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup. Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluq yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita.
Ada sebagian orang yang berkata bahwa kesalahan-kesalahan yang ia lakukan adalah takdir yang telah ditentukan Tuhan kepadanya. Dan dia tidak bisa menolaknya. Satu misal sejarah; suatu ketika di masa Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan kemudian dibawa ke hadapan khalifah. Beliau bertanya: “Mengapa kamu mencuri?”, pencuri itu menjawab “Ini adalah takdir. Saya tidak bisa menolaknya.” Khalifah Umar kemudian menyuruh sahabat-sahabat untuk menjilidnya 30 kali. Para sahabat heran dan bertanya “Mengapa dijilid? bukankah itu menyalahi aturan?” Khlaifah menjawab “Karena ia telah berdusta kepada Allah.”

Seorang muslim tidak boleh melepas tangan (menghindar dari tanggung jawab) dengan beralasan bahwa kesalahan yang ia kerjakan adalah takdir yang ditentukan Allah kepadanya. Tanggung jawab tetap harus ditegakkan. Allah hanya menentukan suratan ulisan) tentang apa yang akan dikerjakan manusia berdasarkan keinginan mereka yang merdeka, tidak ada paksaan. Dari sinilah manusia dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan. Mulai dari hal yang sangat kecil sampai yang paling besar. “Barang siap yang berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya pula” (al Zalzalah 7-8)

Sumber : https://cialis.id/

Optical tablet

Optical tablet

Optical tablet

Optical tablet
Optical tablet

Optical tablet beroperasi oleh kamera digital yang sangat kecil di stylus, dan kemudian melakukan pencocokan pola pada gambar kertas. Contoh yang paling berhasil adalah teknologi yang dikembangkan oleh Anoto .

Akustik tablet

Model awal yang digambarkan sebagai tablet-percikan generator suara kecil dipasang di stylus, dan sinyal akustik dijemput oleh dua mikrofon ditempatkan di dekat permukaan menulis. Beberapa desain modern yang mampu membaca posisi dalam tiga dimensi.

Elektromagnetik tablet

Wacom adalah salah satu contoh dari tablet grafis yang bekerja dengan menghasilkan dan mendeteksi sinyal elektromagnetik: Wacom dalam desain, sinyal yang dihasilkan oleh pena, dan terdeteksi oleh jaringan kabel dalam tablet. Desain lainnya seperti yang dengan Pencept menghasilkan sinyal dalam jaringan kabel dalam tablet, dan mendeteksi dalam pena.

Capacitive tablet

Tablet ini juga telah dirancang untuk menggunakan sinyal elektrostatik atau kapasitif. Scriptel adalah salah satu contoh dari tablet kinerja tinggi mendeteksi sinyal elektrostatik. Berbeda dengan jenis desain kapasitif yang digunakan untuk layar sentuh , desain Scriptel mampu mendeteksi posisi pena ketika sedang dekat dengan, atau melayang di atas, tablet. Banyak multi-touch tablet menggunakan penginderaan kapasitif.

Untuk semua teknologi ini, tablet dapat menggunakan sinyal yang diterima juga untuk menentukan jarak stylus dari permukaan tablet, kemiringan (sudut dari vertikal) dari stylus, dan informasi lainnya di samping posisi horisontal dan vertikal.

Dibandingkan dengan sentuhan-sensitif sentuh , tablet grafis umumnya menawarkan banyak presisi tinggi, kemampuan untuk melacak obyek yang tidak menyentuh tablet, dan dapat mengumpulkan informasi lebih banyak tentang stylus, tetapi biasanya lebih mahal, dan hanya dapat digunakan dengan stylus khusus atau aksesoris lainnya.

Beberapa tablet, terutama murah yang ditujukan pada anak-anak muda, datang dengan stylus dijalin dgn tali, menggunakan teknologi mirip dengan tablet RAND lebih tua, meskipun desain ini adalah tidak lagi digunakan pada setiap tablet yang normal.

Baca Juga : 

Operasi

Operasi

Operasi

Operasi
Operasi

Ada banyak usaha untuk mengkategorikan teknologi yang telah digunakan untuk tablet grafis, beberapa yang tercantum di bawah ini:

Tablet pasif

Tablet pasif, terutama yang dikeluarkan oleh Wacom , menggunakan induksi elektromagnetik teknologi, dimana kabel horizontal dan vertikal dari tablet beroperasi sebagai pengirim dan penerima kedua kumparan (sebagai lawan dari kabel dari RAND Tablet yang hanya mengirimkan). Tablet menghasilkan sinyal elektromagnetik, yang diterima oleh sirkuit LC di stylus. Kabel dalam tablet kemudian mengubah ke mode penerimaan dan membaca sinyal yang dihasilkan oleh stylus. Pengaturan modern juga menyediakan tekanan sensitivitas dan satu atau lebih switch (mirip dengan tombol pada mouse), dengan informasi ini elektronik untuk hadir di stylus itu sendiri, bukan tablet. Pada tablet lama, mengubah tekanan pada pena stylus atau menekan sebuah saklar mengubah properti dari sirkuit LC, yang mempengaruhi sinyal yang dihasilkan oleh pena, yang modern sering menyandikan yang menjadi sinyal sebagai aliran data digital. Dengan menggunakan sinyal elektromagnetik, tablet dapat merasakan posisi stylus tanpa stylus harus bahkan menyentuh permukaan, dan powering pena dengan sinyal ini berarti bahwa perangkat yang digunakan dengan tablet tidak perlu baterai. Activslate 50, model yang digunakan dengan Promethean Ltd putih papan, juga menggunakan hibrida dari teknologi ini.

Tablet aktif

Tablet aktif menggunakan stylus yang berisi powered diri elektronik yang menghasilkan dan mengirimkan sinyal ke tablet. Jarum piringan hitam ini bergantung pada baterai internal daripada tablet untuk kekuasaan mereka, sehingga stylus bulkier. Menghilangkan kebutuhan untuk kekuatan pena berarti bahwa tablet tersebut dapat mendengarkan sinyal pena secara konstan, karena mereka tidak perlu bergantian antara mengirim dan menerima mode, yang dapat mengakibatkan kurang jitter.

Sumber : https://bingo.co.id/

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

Dunia telah berubah. Dewasa ini kita hidup dalam era informasi/global. Dalam era informasi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu (Dryden & Voss, 1999). Berbeda dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktifitas. Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia akan mampu bersaing dalam era global.

Oleh karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) untuk semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegaranya untuk untuk membangun dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era global. Apa akibatnya? Negara yang telah maju dan mampu mengintegrasikan teknologi tersebut secara sistemik/holistik, melompat berkali lipat jauh lebih maju. Beberapa contoh yang telah maju dan jauh meninggalkan diantaranya adalah Singapura, Jepang dan Korea. Sementara itu, negara-negara berkembang lain yang belum mampu mengintegrasikan teknologi tersebut secara komprehensif semakin berkali lipat jauh tertinggal. Kondisi seperti ini dinamakan kesenjangan digital (digital divide).

Indonesia, perlu segera mengurangi kesenjangan digital ini dengan mengintegrasikan TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) secara sistemik untuk semua sektor pemerintahan seperti perdagangan/bisnis, administrasi publik, pertahanan dan keamanan, kesehatan dan termasuk pendidikan. Dalam makalah ini, penulis ingin mengupas masalah pengintegrasian TIK dalam pendidikan. Tapi, penulis membatasi pembahasan hanya pada masalah yang lebih mikro, yaitu pengintegrasian TIK dalam lingkup pembelajaran (ruang kelas). Sementara itu, yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi disini meliputi teknologi cetak maupun non-cetak (seperti teknologi audio, audio-visual, multimedia, internet dan pembelajaran berbasis web).

Beberapa permasalahan yang penulis ingin coba dibahas dalam makalah ini meliputi: 1) apa yang dimaksud dengan pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran? 2) seperti apakah contoh bentuk pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran?; 3) mengapa TIK perlu diintegrasikan dalam pembelajaran?; 4) pendekatan seperti apa yang dapat digunakan dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran?; dan 5) pertimbangan apa sajakah yang perlu dilakukan dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran?

Sumber : https://andyouandi.net/

Sociogram

Sociogram

Sociogram
Sociogram

Sosiometri adalah alat yang tepat untuk mengumpulkan data mengenai hubungan-
hubungan sosial dan tingkah laku sosial murid (I. Djumhur dan Muh. Surya, 1985 ).

Sosiometri adalah alat untuk meneliti struktur sosial dari suatu kelompok individu
dengan dasar penelaahan terhadap relasi sosial dan status sosial dari masing-masing
anggota kelompok yang bersangkutan ( Depdikbud, 1975 ).

Sosiometri adalah alat untuk dapat melihat bagaimana hubungan sosial atau
hubungan berteman seseorang ( Bimo Walgito, 1987 ).
Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang hubungan
sosial dalam suatu kelompok, yang berukuran kecil sampai sedang ( 10 – 50 orang ),
berdasarkan preferensi pribadi antara anggota-anggota kelompok (WS. Winkel, 1985 ).
Sosiometri adalah suatu alat yang dipergunakan mengukur hubungan sosial siswa
dalam kelompok ( Dewa Ktut Sukardi, 1983 ). Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan pengertian sosiometri adalah
suatu tehnik untuk mengumpulkan data tentang hubungan sosial seorang individu
dengan individu lain, struktur hubungan individu dan arah hubungan sosialnya
dalam suatu kelompok.
B. Macam Sosimetri
Tes Sosiometri ada dua macam , yaitu :

1. Tes yang mengharuskan untuk memilih beberapa teman dalam kelompok sebagai
pernyataan kesukaan untuk melakukan kegiatan tertentu ( criterium ) bersama-
sama dengan teman-teman yang dipilih.

2. Tes yang mengharuskan menyatakan kesukaannya atau ketidaksukaannya
terhadap teman-teman dalam kelompok pada umumnya.

Tes sosiometri jenis pertama paling sering digunakan di institusi-institusi pendidikan
dengan tujuan meningkatkan jaringan hubungan sosial dalam kelompok,sedangkan
jenis yang kedua jarang digunakan, dan inipun untuk mengetahui jaringan hubungan
sosial pada umumnya saja.
C. Ciri khas penggunaan angket sosiometri atau tes sosiometri , yang terikat pada
situasi pergaulan sosial atau kriterium tertentu.
1. Dijelaskan kepada siswa yang tergabung dalam suatu kelompok, misalnya satuan
kelas, bahwa akan dibentuk kelompok-kelompok lebih kecil ( 4-6 orang ) dalam
rangka mengadakan kegiatan tertentu, seperti belajar kelompok dalam kelas,
rekreasi bersama ke pantai, dsb. Kegiatan tertentu itu merupakan situasi pergaulan
sosial ( criterion ) yang menjadi dasar bagi pilihan-pilihan.

2. Setiap siswa diminta untuk menulis pada blanko yang disediakan nama beberapa
teman di dalam kelompok, dengan siapa dia ingin dan lebih suka melakukan
kegiatan itu. Jumlah teman yang boleh dipilih biasanya tiga orang, dalam urutan
pilihan pertama, kedua, dan ketiga. Yang terungkap dalam pilihan-pilihan itu
bukanlah jaringan hubungan sosial yang sekarang ini sudah ada, melainkan
keinginan masing-masing siswa terhadap kegiatan-kegiatan tertentu dalam hal
pembentukan kelompok. Pilihan-pilihan itu dapat berubah, bila tes sosiometri

diterapkan lagi pada lain kesempatan terhadap kegiatan lain (kriterium berbeda ).
Ada kemungkinan siswa akan memilih teman-teman yang lain untuk belajar
bersama di kelas, dibanding dengan pilihan-pilihannya untuk pergi piknik
bersama. Pilihan-pilihan siswa tidak menyatakan alasan untuk memilih, kecuali
bila hal itu dinyatakan dalam tes. Pilihan-pilihan juga tidak menyatakan tentang
sering tidaknya bergaul dengan teman-teman tertentu, atau intim tidaknya
pergaulan dengan teman-teman tertentu; bahkan tidak mutlak terungkapkan taraf
popularitas siswa tertentu, dalam arti biasanya mempunyai banyak teman,
beberapa teman atau sama sekali tidak mempunyai teman.

3. Setiap siswa dalam kelompok menangkap dengan jelas kegiatan apa yang
dimaksud, dan mengetahui bahwa kegiatan itu terbuka bagi semua.

4. Pilihan-pilihan dinyatakan secara rahasia dan hasil keseluruhan pemilihan juga
dirahasiakan. Hal ini mencegah timbulnya rasa tidak enak pada siswa, yang tidak
suka pilihannya diketahui umum atau akan mengetahui bahwa ia tidak dipilih. Ciri
kerahasiaan juga memungkinkan bahwa dibentuk kelompok-kelompok kecil yang
tidak seluruhnya sesuai dengan pilihan-pilihan siswa.

5. Biasanya siswa diminta untuk menyatakan siapa yang mereka pilih, bukan siapa
yang tidak mereka pilih dalam urutan tidak begitu disukai, kurang disukai, tidak
disukai, sama sekali tidak disukai. menyatakan pilihan yang negatif mudah
dirasakan sebagai beban psikologis.

6. Tenaga kependidikan yang dapat menerapkan tes sosiometri adalah guru bidang
studi, wali kelas, dan tenaga ahli bimbingan, tergantung dari kegiatan yang akan
dilakukan.

D. Kegunaan Sosiometri
Sosiometri dapat dipergunakan untuk :
1. Memperbaiki hubungan insani.
2. Menentukan kelompok kerja
3. Meneliti kemampuan memimpin seseorang individu dalam kelompok tertentu
untuk suatu kegiatan tertentu.
4. Mengetahui bagaimana hubungan sosial / berteman seorang individu dengan
individu lainnya.
5. Mencoba mengenali problem penyesuaian diri seorang individu dalam kelompok
sosial tertentu.
6. Menemukan individu mana yang diterima / ditolak dalam kelompok sosial
tertentu.
E. Norma-norma Sosiometri
Baik tidaknya hubungan sosial individu dengan individu lain dapat dilihat dari
beberapa segi yaitu :
1. Frekwensi hubungan, yaitu sering tidaknya individu bergaul. makin sering
individu bergaul, pada umumnya individu itu makin baik dalam segi hubungan
sosialnya. Bagi individu yang mengisolir diri, di mana ia kurang bergaul, hal ini
menunjukkan bahwa di dalam pergaulannya kurang baik.

2. Intensitas hubungan, yaitu intim tidaknya individu bergaul. Makin
intim/mendalam seseorang dalam hubungan sosialnya dapat dinyatakan bahwa
hubungan sosialnya makin baik. Teman intim merupakan teman akrab yang
mempunyai intensitas hubungan yang mendalam.

3. Popularitas hubungan, yaitu banyak sedikitnya teman bergaul. Makin banyak
teman di dalam pergaulan pada umumnya dapat dinyatakan makin baik dalam
hubungan sosialnya. Faktor popularitas tersebut digunakan sebagai ukuran atau
kriteria untuk melihat baik tidaknya seseorang dalam hubungan atau kontak
sosialnya.
F. Manfaat Sosiometri dalam Bimbingan.
Dengan mempelajari data sosiometri seorang konselor dapat :
1. Menemukan murid mana yang ternyata mempunyai masalah penyesuaian diri
dalam kelompoknya.
2. Membantu meningkatkan partisipasi sosial diantara murid-murid dengan
penerimaan sosialnya.
3. Membantu meningkatkan pemahaman dan pengertian murid terhadap masalah
pergaulan yang sedang dialami oleh individu tertentu.
4. Merencanakan program yang konstruktif untuk menciptakan iklim sosial yang
lebih baik dan sekaligus membantu mengatasi masalah penyesuaian di kelas
tertentu.
Cara untuk menciptakan suasana / iklim sosial yang baik : Membentuk kelompok belajar / kelompok kerja . Mempersatukan kelompok minoritas dalam klik di dalamsatu kelas. Menciptakan hubungan baik dan harmonis Membangun perasaan berhasil dan berprestasi. Hendaknya ditanamkan rasa
bahwa kalau kompak, akan berhasil baik.
G. Tahap-tahap Pelaksanaan Sosiometri

1. Tahap Persiapan. Menentukan kelompok siswa yang akan diselidiki. Memberikan informasi atau keterangan tentang tujuan penyelenggaraan
sosiometri. Mempersiapkan angket sosiometri.
2. Tahap Pelaksanaan. Membagikan dan mengisi angket sosiometri. Mengumpulkan kembali dan memeriksa apakah angket sudah diisi dengan
benar
3. Tahap Pengolahan. Memeriksa hasil angket Mengolah data sosiometri dengan cara menganalisa indeks, menyusun tabel
tabulasi, membuat sosigram.

Sumber : https://aziritt.net/

Contoh Activity Diagram

Contoh Activity Diagram

Contoh Activity Diagram

Contoh Activity Diagram
Contoh Activity Diagram

Logika untuk table pendaftaran yaitu Siswa harus mendaftar terlebih dahulu kepada petugas, kemudian petugas registrasi dan membuatkan kartu untuk siswa tersebut, setelah kartu tersebut di buat maka siswa tersebut mendapatkan kartu dan syah menjadi anggota.

Diagram Peminjaman

2Untuk diagram peminjaman anggota harus membawa kartu jika ia ingin meminjam buku, kemudoan kartu tersebut diserahkan kepasa petugas, dan petugas mengecek kartu tersebut dan mengecek buku yang ingin di pinjam oleh anggota tersebut jika anggota tersebut memenuhi syarat-syarat untuk meminjam buku maka anggota berhak menerima buku tersebut dan jika tidak memenuhi syarat-syaratnya maka anggota tidak menerima buku yang akan ia pinjam.

Diagram Pengembalian

3Pada table pengembalian buku anggota harus membawa kartu untuk diserahkan kepada petugas, kemudian petugas mengecek validasi data dan cek buku maksudnya mengecek tanggal berakhirnya buku tersebut di kembalikan, jika melewati batas waktu yang ditentukan maka anggota tersebut harus membayar denda dan denda tersebut ditentikan oleh petugas. Anggota menerima jumlah denda yang sudah ditentukan oleh petugas dan jumlahnya tergantung validasi data yang diterima petugas. Jika anggota tersebut tidak terlambat mengembalikan buku maka anggota tersebut tidak dikenai denda.

Sumber : https://pesantrenkilat.id/beat-hopper-apk/