Analisis Arus Kas

Analisis Arus Kas

Analisis Arus Kas

 Analisis Arus Kas
Analisis Arus Kas

Laporan arus kas yang sangat mendetal sangat diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS, dan standar akuntansi di sejumlah Negara yang jumlahnya semakin bertambah. Ukuran-ukuran yang berkaitan dengan arus kas sangat bermanfaat khusunya dalam analisis internasional karena tidak telalu dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi, bila dibandingkan dengan ukuran-ukuran berbasis laba Apabila laporan arus kas tidak disajikan, sering kali ditemukan kesulitan untuk menghitung arus kas dari operasi dan ukuran arus kas lainya dengan menyelesaikan laba berbasis actual.

Mekanisme untuk Mengatasi 
Untuk mengatasi perbedaan prinsip akuntansi lintas Negara, beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui secara internasional atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum. Beberapa yang lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di sekelompok Negara tertentu dan membatasinya analisis mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang berlokasi di Negara-negara tersebut.

Baca Juga :

ANALISIS KEUANGAN INTERNASIONAL

ANALISIS KEUANGAN INTERNASIONAL

ANALISIS KEUANGAN INTERNASIONAL

ANALISIS KEUANGAN INTERNASIONAL
ANALISIS KEUANGAN INTERNASIONAL

Tujuan analisis keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa kini dan masa lalu dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Terdapat dua alat penting dalam melakukan analisis keuangan :
a. Analisis Rasio
Analisis ini mencakup perbandingan rasio antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, perbandingan rasio suatu perusahaan antar waktu atau dengan periode fiscal yang lain dan atau perbandingan rasio terhadap beberapa acuan yang baku.
b. Analisis Arus Kas
Analisis ini berfokus pada laporan arus kas, yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar perusahaan, yang diklasifikasikan menjadi aktifitas operasi, investasi dan pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan non kas secara periodic. Misalkan, apakah perusahaan telah menghasilkan arus kas yang positif dari operasinya.

1. Analisis Rasio
Ada dua masalah yang harus dibahas ketika melakukan analisis rasio dalam lingkungan internasional :
a. Apakah perbedaan lintas Negara dalam prinsip akuntansi menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka-angka laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan dari Negara yang berbeda?
b. Seberapa jauh perbedaan dalam budaya serta kondisi persaingan dan ekonomi local memperngaruhi interpertasi ukuran akuntansi dan rasio keuangan, meskipun pengukuran akuntansi dari negeri yang berbeda disajikan ulang agar tercapai “ daya banding akuntansi”?
Sejumlah bukti yang kuat menunjukkan adanya perberdaan besar antarnegara dalam profitabilitas, pengungkit, dan rasio serta jumlah laporan keuangan lainnya yang berasal dari factor akuntansi dan non akuntansi.
c. Seberapa besar perbedaan dalam pos-pos laporan keuangan disebabkan oleh perbedaan prinsip-prinsip akuntansi nasional ?
Ratusan perusahaan non AS yang mencatatkan saham di Bursa-bursa efek AS melakukan pengungkapan rekonsiliasi berupa catatan kaki yang memberikan bukti terhadap pernyataan ini, setidaknya dalam konteks perbedaan antara nilai akuntansi berdasarkan GAAP AS dan berdasarkan GAAP non AS.
Suatu penelitian sebelumnya mengenai rekonsiliasi laporan keuangan oleh emiten asing yang disusun oleh SEC cukup informasi. Sekitar separuh dari 528 emiten non AS yang diteliti mengungkapkan perbedaan yang material antara laba yang dilaporkan laporan keuangannya mereka dengan laba bersih menurut GAAP AS. Lima jenis perbedaan laporan keuangan yang diungkapkan oleh sejumlah besar emiten adalah :
1. Depresiasi dan amortisasi
2. Biaya yang ditangguhkan
3. Pajak tangguhan
4. Pensiun
5. Transaksi mata uang asing
Penelitian ini menunjukan bahwa lebih dari 2/3 emiten yang mengungkapkan perbedaan laba yang material melaporkan bahwa laba menurut GAAP AS lebih rendah dibandingkan dengan laba menurut GAAP non AS. Hampir setengah dari antaranya melaporkan perbedaan laba lebih besar dari 25%. dua puluh lima dari 87 emiten yang melaporkan bahwa laba berdasarkan GAAP AS lebih besar daripada berdasarkan GAAP non AS melaporkan perbedaan lebih besar dari 25%. Hasil yang sam juga ditemukan untuk rekonsiliasi ekuitas pemegang saham. Secara keseluruhan, bukti dalam studi SEC ini menunjukan bahwa perbedaan laporan keuangan menurut GAAP AS dan GAAP non AS sangat material untuk kebanyakan perusahaan.

Sumber : https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/seva-mobil-bekas/

TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA PASAR BERKEMBANG

TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA PASAR BERKEMBANG

TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA PASAR BERKEMBANG

TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA PASAR BERKEMBANG
TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA PASAR BERKEMBANG

Pengungkapan laporan tahunan perusahaan di Negara-negara pasar berkembang secara umum kurang ekstentif dan kurang kredibel dibandingkan dengan pelaporan perusahaan di negara-negara maju. Sebagai contoh, pengungkapan yang tidak cukup dan yang menyesatkan dan perlindungan konsumen yang terabaikan disebut-sebut sebagai penyebab krisis keuangan Asia Timur tahun 1997.

PENDAHULUAN
Tingkat pengungkapan yang rendah di Negara-negara pasar berkembang tersebut konsisten dengan system tata kelola perusahaan dan keuangan di Negara-negara itu. Pasar ekuitas tidak terlalu berkembang, baik, bank dan pihak internal seperti kemompok keluarga menyalurkan kebutuhan penadanaan dan secara umum tidak terlalu banyak adanya kebutuhan akan pengungkapan public yang kredibel dan tepat waktu, bila dibandingkan dengan perekonomian yang lebih maju.
Namun demikian, permintaan investor akan informasi mengenai perusahaan yang tepat waktu dan kredibel di negara-negara pasar berkembang semakin banyak dan pihak regulator memberikan respons terhadap permintaan ini dengan membuat ketentuan pengungkapan yang lebih ketat dan meningkatkan upaya-uoaya pengawasan penegakan aturan.

Tingkat Pengungkapan Perusahaan Industri di Beberapa Negara Pasar Berkembang dan Negara Maju Tertentu

Rangking Negara Rata-rata Nilal Rangking Negara Rata-rata Nilai
1 Inggris 85 11 Spanyol, Zimbawe 72
2 Firlandia, Swedia 83 12 Jepang, Meksiko 71
3 Irlandia 81 13 Nigeria 70
4 Ausrtalia, Selendia Baru, Swiss 80 14 Argentina, Belgia, Korea selatan 68
5 Malaysia 79 15 Jerman 67
6 Chili 78 16 Italia, Thailand 66
7 Amerika Serikat 76 17 Filipina 64
8 Kanada, Denmark, Norwegia 75 18 Austria 62
9 Israel, Belanda, Sri Lanka 74 19 Yunani, India 61
10 Hongkong, Pakistan 73 20 Kolombia, Taiwan, Turki 58

Dari data diatas dapat diketahui, bahwa 12 dari 20 negara dengan tingkat pengungkapan relatif rendah adalah Negara-negara pasar berkembang. Sebaliknya hanya tiga dari Negara-negara dengan tingkat pengungkapan yang relative tinggi merupakan Negara-negara pasar berkembang.

Bukti empiris praktik pelaporan di Negara-negara pasar berkembang masih terbatas hingga akhir-akhir ini. Namun demikian, seiring dengan upaya pasar saham dan perusahaan- perusahaan yang tercatat sahamnya di Negara-negara ini untuk meningkatkan kehadirannya, para peneliti sedang mengembangkan bukti lebih jauh terhadap praktik-parktik apa saja yang dijalankan dan apa saja perbedaan dengan Negara-negara maju.

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/

8 Pengertian Peran Menurut Para Ahli Lengkap

8 Pengertian Peran Menurut Para Ahli Lengkap

8 Pengertian Peran Menurut Para Ahli Lengkap

8 Pengertian Peran Menurut Para Ahli Lengkap

Pengertian Peran

Perilaku individu dalam kesehariannya hidup bermasyarakat berhubungan erat dengan peran. Karena peran mengandung hal dan kewajiban yang harus dijalani seorang individu dalam bermasyarakat. Sebuah peran harus dijalankan sesuai dengan norma-norma yang berlaku juga di masyarakat. Seorang individu akan terlihat  status sosialnya hanya dari peran yang dijalankan dalam kesehariannya.

Pengertian Peran Menurut Para Ahli

Soekanto (1990:268)

Peran adalah aspek dinamis dari kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka dia menjalankan suatu peran

R. Linton

Peran adalah the dynamic aspect of status. Dengan kata lain, seseorang menjalankan perannya sesuai hak dan kewajibannya

Merton

Pelengkap hubungan peran yang dimiliki seseorang karena meduduki status sosial tertentu

King

Peran merupakan seperangkat perilaku yang diharapkan dari orang yang memiliki posisi dalam sistem sosial

Palan

Peran adalah merujuk pada hal yang harus dijalankan seseorang di dalam sebuah tim

Alo Liliweri

Peran adalah sebuah harapan budaya terhadap suatu posisi atau kedudukan

Paula J. Christensen & Janet W. Kenney

Peran adalah pola perilaku yang ditetapkan saat anggota keluarga berinteraksi dengan anggota lainnya

Donna L. Wong

Peran adalah kreasi budaya, oleh karena itu budaya menentukan pola perilaku seseorang dalam berbagai posisi sosial


Baca Juga :

4 Pengertian Visi Menurut Para Ahli dan Syaratnya

4 Pengertian Visi Menurut Para Ahli dan Syaratnya

4 Pengertian Visi Menurut Para Ahli dan Syaratnya

4 Pengertian Visi Menurut Para Ahli dan Syaratnya

Pengertian Visi

Visi adalah suatu pernyataan tentang gambaran keadaan clan karakteristik yang ingin di capai oleh suatu lembaga pada jauh dimasa yang akan datang. Banyak intepretasi yang dapat keluar dari pernyataan keadaan ideal yang ingin dicapai lembaga tersebut. Visi itu sendiri tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, oleh kemungkinan kemajuan clan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut. Pernyataan Visi tersebut harus selalu berlaku pada semua kemungkinan perubahan yang mungkin terjadi sehingga suatu Visi hendaknya mempunyai sifat / fleksibel.

Pengertian Visi Menurut Para Ahli

An. Ubaedy

Visi adalah bayangan batin tentang diri kita atau usaha kita yang belum nyata di alam nyata

Aries Heru Prasetyo

Visi merupakan sebuah impian yang sifatnya reachable, dapat diraih, bukan sekadar impian di siang bolong

Agus Suryo Sulaiman

Visi adalah kekuatan pikiran anda yang memberi gambar hidup anda secara lengkap dan menyeluruh

Jim Tehusijarana

Visi adalah kunci dasar yang menentukan apakah kita berjalan ke arah impian kita atau tidak. Dengan kata lain, visi adalah kompas perjalanan karier kita. Tidak memiliki visi, sama dengan mencari arah tanpa kompas

Syarat-Syarat Visi

Untuk itu ada beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan Visi:

  • Berorientasi pada masa depan;
  • Tidak dibuat berdasar kondisi atau tren saat ini;
  • Mengekspresikan kreativitas;
  • Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat ;
  • Memperhatikan sejarah, kultur, clan nilai organisasi meskipun ada perubahan terduga ;
  • Mempunyai standard yang tinggi, ideal serta harapan bagi anggauta lembaga ;
  • Memberikan klarifikasi bagi manfaat lembaga serta tujuan-tujuannya ;
  • Memberikan semangat clan mendorong timbulnya dedikasi pada lembaga ;
  • Menggambarkan keunikan lembaga dalam kompetisi serta citranya ;
  • Bersifat ambisius serta menantang segenap anggota lembaga (Lewis & Smith 1994)

Sumber: https://ronzoniglutenfree.com/nitro-racing-go-apk/

Macam-Macam Bentuk Bagan Dalam Struktur Organisasi

Macam-Macam Bentuk Bagan Dalam Struktur Organisasi

Macam-Macam Bentuk Bagan Dalam Struktur Organisasi

Macam-Macam Bentuk Bagan Dalam Struktur Organisasi
Macam-Macam Bentuk Bagan Dalam Struktur Organisasi

Dalam suatu Organisasi pasti lah ada juga sebuh Stuktur nya jika dalam organisasi tidak ada strukturnya maka suatu perusahaan itu pasti akan bobrok dan hancur dalam penyusunan jabatannya masing-masing dan berikut adalah contoh dari gambar Bagan yang biasa perusahaan-perusahaan pakai pada umumnya yaitu:

  1. Bagan Horizontal

 mengapa bagan tersebut di katakan horizontal karena pada bagan tersebut jika semakin banyak jabatan-jabatan yang di buat dalam perusahaan tersebut maka bagan ini akan semakin luas menyamping

Bagan Struktur Organisasi Berbentuk Horizontal

  1. Bagan Vertikal

  Bagan vertikal adalah kebalikan dari bagan Horizontal. Bagan Vertikal pada umumnya bagan ini jika dalam perusahaan banyak sekali jabatan atau kepala-kepala bagian dari masing-masing divisi maka bagan ini akan semakin panjang ke bawah.

Bagan Struktur Organisasi Berbentuk Vertikal

  1. Bagan Lingkaran

Kenapa bagan ini berbentuk lingkaran karna mungkin dalam suatu perusahaan memang sangat memiliki perbedaan tersendiri dalam menyusun bagian-bagian dari perusahaan itu tersebut oleh karena itu banyak sekali model bagan yang terbentuk. pada model bagan ini jika setiap penambahan anggota maka bagan ini akan bertambah diameternya dan semakin membesar.

Bagan Struktur Organisasi Berbentuk Lingkaran

  1. Bagan Piramid

Bagan ini sangat mudah digunakan karna bentuknya seperti Piramid yang menempatkan bagian-bagian dalam perusahaan yang paling tertinggi di letakan pada bagian TOP dan untuk karyawan di letakan MID dan untuk Office Boy di letakan pada Bagian LOWER.


Sumber: https://henri-bienvenu.com/alpha-beta-apk/

Bentuk Bentuk Kerjasama di Dalam Organisasi

Bentuk Bentuk Kerjasama di Dalam Organisasi

Bentuk Bentuk Kerjasama di Dalam Organisasi

Bentuk Bentuk Kerjasama di Dalam Organisasi
Bentuk Bentuk Kerjasama di Dalam Organisasi
Bentuk-bentuk kerjasama di dalam Organisasi dibagi menjadi 4, yaitu ;
  • Joint Venture

Join Venture adalah bergabungnya suatu perusahaan dengan perusahaan lain untuk menjalankan aktivasi ekonomi secara bersama-sama. Pihak pihak itu setuju untuk berkelompok dengan menyumbang keadilan pemilikan dan kemudian saham dalam penerimaan biaya dan control perusahaan, ada satu contoh joint venture yaitu sebagai berikut :
– Contoh dari Kerjasama Joint Venture : Perusahaan ASUS dan Gigabyte, Asosiasi Panel Kayu Indonesia (ASI) dan Asosiasi Pabrik Kertas Indonesia (APKI).
  • Holding company

Holding Company adalah perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan. Melalui pengelompokan perusahaan kedalam induk perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai pasar perusahaan (market value creation), ada satu contoh holding company sebagai berikut :
– Contoh dari Kerjasama Holding Company : Trans Corp mempunyai 2 cabang stasiun televise, yaitu Trans7 dan TransTV.
  • Trust

Trust atau kepercayaan adalah suatu kepercayaan dari atasan kepada bawahannya atau sebaliknya. Hubungan tersebut merupakan hal yang sangat penting agar kerjasama dapat tercipta dengan efektif. Bentuk trust yang muncul sangat jelas terjadi ketika atasan dan bawahan saling mengenal, contohnya sebagai berikut :
– Contoh dari Trust : Atasan yang memberikan suatu pekerjaan kepada bawahannya dengan penuh kepercayaan.
  •  Kartel

Kartel sering terbentuk oleh para peserta tender yang bertujuan untuk memanipulasi pemenang tender, yang menguntungkan salah satu anggota kartel tersebut. Praktik yang juga digolongkan sebagai korupsi ini dapat dilakukan dengan atau tanpa adanya keterlibatan pejabat Negara didalamnya.
– Contoh dari Kartel yaitu Praktik monopoli dan persaingan usaha kesepakatan dalam penetapan dan kenaikan harga serta pembagian pasar.

Baca Juga :

KONFLIK DALAM ORGANISASI

KONFLIK DALAM ORGANISASI

KONFLIK DALAM ORGANISASI

KONFLIK DALAM ORGANISASI
KONFLIK DALAM ORGANISASI
Didalam suatu Organisasi juga dapat terjadi sebuah konflik. Berikut ini adalah penjelasan dari konflik tersebut sendiri dan cara untuk menangani konflik tersebut ;

Sumber Konflik

Konflik di dalam suatu Organisasi rata-rata dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa dari masing-masing individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan ciri-ciri individual dalam interaksi sosial tersebut, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Penanganan Konflik 

Metode yang sering digunakan untuk menangani konflik adalah pertama dengan mengurangi konflik tersebut; kedua dengan menyelesaikan konflik. Untuk metode pengurangan konflik salah satu cara yang sering efektif adalah dengan mendinginkan persoalan tersebut terlebih dahulu. Meskipun begitu cara seperti ini sebenarnya belum menangani kepada persoalan yang sebenarnya. Cara lain adalah dengan membuat “musuh bersama”, sehingga para anggota di dalam kelompok tersebut bersatu untuk menghadapi “musuh” tersebut. Cara semacam ini sebenarnya juga hanya mengalihkan perhatian para anggota kelompok yang sedang mengalami konflik tersebut (kurang efektif).
Selain itu, juga ada cara yang dapat ditempuh untuk menangani konflik tersebut, adalah dengan , menyelesaikan masalah tersebut secara integratif, mendominasi atau menekan dan berkompromi.
Berikut adalah penjelasannya ;

Menyelesaikan dengan Cara Integratif

Dengan menyelesaikan konflik secara integratif, konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan persoalan bersama yang bisa dipecahkan dengan bantuan tehnik-tehnik pemecahan masalah (problem solving). Pihak-pihak yang bertentangan bersama-sama mencoba memecahkan masalahnya,dan bukan hanya mencoba menekan konflik atau berkompromi. Meskipun hal ini merupakan cara yang terbaik bagi organisasi, dalam prakteknya sering sulit tercapai secara memuaskan karena kurang adanya kemauan yang sunguh-sungguh dan jujur untuk memecahkan persoalan yang menimbulkan persoalan.

Dominasi 

Dominasi dan penekanan mempunyai persamaan makna, yaitu keduanya menekan konflik, dan bukan memecahkannya, dengan memaksanya “tenggelam” ke bawah permukaan dan mereka menciptakan situasi yang menang dan yang kalah. Pihak yang kalah biasanya terpaksa memberikan jalan kepada yang lebih tinggi kekuasaannya, menjadi kecewa dan dendam. Penekanan dan dominasi bisa dinyatakan dalam bentuk pemaksaan sampai dengan pengambilan keputusan dengan suara terbanyak (voting).
  • Kompromi
Melalui kompromi mencoba menyelesaikan konflik dengan menemukan dasar yang di tengah dari dua pihak yang berkonflik ( win-win solution ). Cara ini lebih memperkecil kemungkinan untuk munculnya permusuhan yang terpendam dari dua belah pihak yang berkonflik, karena tidak ada yang merasa menang maupun kalah. Meskipun demikian, dipandang dari pertimbangan organisasi pemecahan ini bukanlah cara yang terbaik, karena tidak membuat penyelesaian yang terbaik pula bagi organisasi, hanya untuk menyenangkan kedua belah pihak yang saling bertentangan atau berkonflik.

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN
BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

Definisi dan Tujuan

Umum :
Bahan-bahan yang ditambahkan kedalam makanan selama produksi, pengolahan, pengemasan atau penyimpanan utk tujuan Tertentu.

CODEX ALEMENTARIUS

Bahan yang tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan & biasanya bukan merupakan ingridien khas makanan. Dapat bernilai gizi atau tidak bernilai gizi, ditambahkan kedalam bahan makanan dengan sengaja utk membantu teknik pengolahan makanan. Baik dalam proses pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, pengangkutan, & penyimpanan produk olahan makanan, agar menghasilkan / diharapkan menghasilkan

DEPKES RI : No. 722 / Menkes / Per / IX / 88
Mendefinisikan BTM seperti CODEX ALEMENTARIUS

CANADA (The Canadian Food & Drug regulations)
Setiap bhn, termasuk sinar radiasi apapun, yang penggunaannya dlm makanan diharapkan menghasilkan a/ mempengaruhi karakteristik makanan tsb.

Peranan

1. utk mempertahankan nilai gizi makanan, mis. BHA
2. utk konsumsi segolongn orang tertentu yg memerlukan makanan diit, mis. Sakarin
3. utk mempertahankan mutu/ kestabilan makanan a/ utk memperbaiki sifat-sifat organoleptik hingga tidak menyimpang dari sifat alamiahnya, yang dpt membantu mengurangi makanan yang dibuang a/ limbah.
4. Untuk keperluan pembuatan, pengolahan, penyediaan, perlakuan, pembungkusan dan pengangkutan.
Mis. Bahan penstabil, penjernih, dan pengikat logam
5. Membuat makanan lebih menarik
Mis. Pewarna dan pemantap tekstur

Penggunaan Bahan Tambahan Makanan tdk dperbolehkan utk :
1. meyembunyikan cara pembuatan a/ pengolahan yg tidak baik
2. menipu konsumen
3. mengakibatkan penurunan nilai gizi pd mak.

1. PENGAWET

Bahan yang digunakan untuk mengawetkan suatu produk makanan atau minuman agar tidak terjadi kerusakan akibat penguraian oleh suatu mikroorganisme sehingga bahan makanan tersebut lebih tahan lama.
Pengawet Alami
1. Asam cuka pada saos tomat.
2. Asam sitrat pada sari buah.
Pengawet Buatan
1. Natrium benzoat atau asam benzoat pada produk makanan dan minuman kemasan. Seperti pada coca cola, saos. Asam benzoat tidak berbahaya karena didalam tubuh akan diubah menjadi asam hipurat dan diekskresikan dalam urine.
2. NaNO2 pada daging agar daging tahan lama dan warna tidak pucat.
Pengawet yang tidak diperbolehkan pada bahan makanan :
1. Boraks
2. Formalin

2. ANTIOXIDANT

Anti oksidant adalah bahan yang digunakan untuk mencegah olsidasi lemak. Oksidasi lemak dapat menyebabkan flavor, odor, color dan texture/viscositas bahan makanan berubah. Contoh antioksidant :
– BHA : Butylated Hidroksi Anisol dosis 0,02 % dari kandungan fat/lemak.
– BHT : Butylated Hidroksi Toluene dosis 0,02 % dari kandungan fat.
– NDGA : antioksidant ini banyak dipakai pada bahan makanan berlemak, misal : minyak goreng, mentega.

3. SEQUESTRANT (Pengikat logam)

Bahan yang dapat mengikat logam-logam seperti Fe, Cu, Mn, Mg sehingga bahan makanan bebas dari logam-logam tersebut. Logam-logam merupakan katalisator oksidasi yang baik sehingga dapat menyebabkan reaksi-reaksi perubahan warna yang tidak diinginkan dalam bahan makanan. Logam-logam ini terdapat dalam bentuk senyawa kompleks misal : Mg dalam klorofil, Fe dalam Hemoglobin, Co dalam vitamin B12, Cu, Zn, Mn dalam enzim. Dengan adanya sequestrant ion-ion logam akan berikatan dengan sequestrant dan membentuk senyawa kompleks sehingga perunahan yang terjadi dalam bahan makanan dapat dihindarkan. Contoh : EDTA dosis 500 ppm dan asam sitrat dengan dosis 20-30 ppm.

4. EMULSIFIER

Bahan yang digunakan untuk menstabilkan emulsi. Ada 2 macam tipe yaitu : o/w oil in water misal : susu dan w/o water in oil misal : mentega, margarin.
Contoh emulsifier : kuning telur, lechitin, fosfolipid, gliserol. Lechitin merupakan fosfatida ester gliserol asam lemak dan asam fosfat sehingga mempunyai gugusan yang larut dalam lemak dan gugusan yang larut dalam air (gugus fosfat) dengan demikian gugusan ini berfungsi sebagai emulsifier.

5. THICKENER (Pengental)
Bahan yang dapat memekatkan atau mengentalkan makanan yang bila dicampur dengan air akan membentuk kekentalan tertentu atau gel. Misal : agar-agar, arabic gum, carboxymethylcelulose (cmc), Ca.alginate dan tragacant.

6. BLEACHING AGENT (Pemucat)
Bahan yang digunakan untuk memutihkan atau memucatkan warna. Misalnya : Benzoyl peroksida (C6H5CO)2. Benzoyl peroksida akan membuat tepung menjadi putih. Warna kekuning-kuningan pada tepung disebabkan oleh adanya Xantofile, xantofile ini dengan adanya pemucat bersifat oksidator akan teroksidir menghasilkan senyawa yang tak berwarna. Contoh pemucat lain : KBrO3, HClO, Nitrosil chlorida.

7. BUFFER (Penyangga pH)
Zat yang digunakan untuk menyesuaikan dan memantapkan pH makanan pada pH yang diinginkan. Misal : aluminium sulfat, aluminium sodium sulfat, aluminium potasium sulfat, aluminium bi karbonat.

8. COLORING AGENT (Zat Pewarna)
Zat yang digunakan untuk mewarnai makanan. Tujuan penambahan zat pewarna dalam makanan dan minuman untuk menarik selera dan keinginan dari konsumen. Berdasarkan asalnya pewarna ada 2 macam yaitu pewarna alam dan pewarna sintetis.
Pewarna alami : Pewarna sintetis
Klorofil pada daun Amarant : merah
Kurkumin pada kunir Brillian Blue : biru
Myoglobin pada daging Erythrosin : merah
Kuinoline Yellow : kuning
Tartrazine : kuning
Di Amerika zat warna digolongkan menjadi Food (F), Drug (D) dan Cosmetic (C) zat warna yang diizinkan. D dan C zat warna yang diizinkan dalam batas-batas tertentu untuk drug dan cosmetics.

9. SWEETEMER (Pemanis Buatan)
Adalah pemanis yang tidak menghasilkan kalori tetapi dapat membantu mempertajam penerimaan rasa manis. Contoh : Sakarin, Na, K, Mg, Ca Siklamat.

10. NUTRIENT SUPLEMEN
Bahan yang ditambahkan dalam makanan untuk menambah zat-zat gizi yang telah ada dalam bahan makanan tersebut. Misal vitamin D pada susu, vitamin A kedalam margarin, vitamin C kedalam sari buah.

11. FLAVORING AGENT
Digolongkan menjadi 2 flavor yaitu flavor alami contoh : bumbu dapur dan flavor sintetis contoh :
Ethyl butirat mempunyai sita rasa seperti nenas
Benzaldehide mempunyai cita rasa seperti cerry
Amyl acetate mempunyai cita rasa seperti pisang
Amyl caproat mempunyai cita rasa seperti apel

12. LAIN-LAIN
Food additives yang lain yang termasuk dalam golongan ini. Misal :
MSG untuk menegaskan rasa, CaCl2 sebagai pengeras (farming agent), Ca.fosfat sebagai bahan penjernih (clarifiying) dan NaHCO3 sebagai pengembang adonan.

Berdasarkan dr asalnya BTM dibagi dua :
1. Sumber alamiah, misal : Lesitin, asam sitrat dll

2. Bahan sintetik :
Dibuat dari bahan kimia, yang mempunyai sifat sepertt bahan alamiah sejenis. Baik susunan kimia maupun sifat metabolismenya.
Pd umumnya bahan sintetik mempunyai kelebihan yaitu lebih pkt, lebih stabil, & lebih murah.
Tetapi kelemahannya :
Sering terjadi ketdksempurnaan proses, sehingga mengandung zat-zat yg berbahaya bagi kesehatan dan kadang-kadang bersifat karsinogenik.

Peranan Depkes
Agar dpt dg baik melindungi konsumen dari berbagai maslh keamanan pangan & industri pangan di Indonesia, bbg peraturan tlh dikeluarkan o/ paling sdkt 4 dept.
1. Dept. Kes
2. Dept. Pertanian
3. Dept. Perdagangan
4. Dept. Perindustrian
Dari keempat dept. ini, hanya depkes yg paling berwenang dlm mengawasi & mengeluarkan berbagai peraturan & perundang-undangan yg berkenaan dgn pangan & keamanannya bg konsumen.

Khusus mengenai BTM, depkes tlh menerbitkan bbrp Permenkes, yaitu :

1. Permenkes RI No. 237/Menkes/Per/VI/1979, yg mengharuskan pendaftaran BTM sblm diedarkan.

2. SK Menkes RI No 235/Menkes/Per/XI/1979, tentang BTM

3. SK Menkes RI No 43/Menkes/SK/II/1979, menetapkan persyaratan mutu u/ masing-masing BTM spt dimuat pd kodeks Makanan Indonesia (KMI)

4. SK Menkes RI No 346/Menkes/Per/IX/1983, ttg makanan kadaluarsa

5. SK Menkes RI No 359/Menkes/Per/IX/1983, ttg Bahan kosmetika & zat warna kosmetika

6. SK Menkes RI No 453/Menkes/Per/XI/1983, ttg Bahan berbahaya

7. SK Menkes RI No 208/Menkes/Per/IV/1985, ttg Pemanis buatan


Sumber: http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/seva-mobil-bekas/

HUKUM WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN

HUKUM WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN

HUKUM WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN

HUKUM WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN
HUKUM WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN
  1. Abstraksi

Wajib daftar perusahaan adalah daftar catatan resmi yng diadakan menurut aturan berdasarkan undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya dan memuat hal-hal yang wajib didaftrakan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari kantor pendaftaran perusahaan. wajib daftar perusahaan yang meliputi pengertian wajib daftar perusahaan, dasar hukum wajib daftar perusahaan, ketentuan umum wajib daftar perusahaan, tujuan dan sifat wajib daftar perusahaan, kewajiban pendaftaran, cara dan tempat serta waktu pendaftaran dan hal-hal yang wajib didaftarkan.Wajib daftar perusahaan memiliki UU yang akan dikenakan bila ada peusahaan baru yang hendak didirikan. Dalam jurnal ini akan menjabarkan bagaimana seharusnya para pendiri perusahaan baru mengetahui cara mendaftarkan perusahaan berdasarkan UU yang di terapkan .

II.Pendahuluan

Wajib daftar perusahaan memiliki aturan dasar hukum berdasarkan undang-undang No. 3 Tahun 1982.  Wajib daftar perusahaan itu sebuah catatan resmi yang diatur berdasarkan peraturan pelaksanaan. Wajib daftar perusahaan ini berguna untuk mengetahui perkembangan perusahaan sebenarnya didunia usaha diwilayah Indonesia termasuk perusahaan asing.Wajib daftar perusahaan memberikan perlindungan bagi perusahaan untuk menjalankan usaha yang jujur yang akan mencegah terjadinya praktek-praktek persaingan dan penyelundupan. serta wajib daftar perusahaan mempunyai sifat terbuka.

   III.Pembahasan

Daftar Perusahaan adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut aturan atau berdasarkan ketentuan undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya, dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari kantor pendaftaran perusahaan.

Wajib daftar perusahaan dilakukan berdasarkan Undang-Undang No. 3 Tahun 1982. Pendaftaran perusahaan ini penting bagi pemerintah guna melakukan pembinaan, pengarahan, pengawasan dan menciptakan iklim dunia usaha yang sehat.

Selain itu wajib daftar perusahaan ini memudahkan untuk sewaktu-waktu dapat mengikuti secara seksama keadaan perkembangan sebenarnya dari dunia usaha di wilayah Negara Republik Indonesia secara menyeluruh, termasuk tentang perusahaan asing. Bagi dunia usaha, daftar perusahaan penting untuk mencegah dan menghindari praktek-praktek usaha yang tidak jujur (persaingan, penyelundupan dll)

Manfaat daftar perusahaan untuk menciptakan keterbukaan antar perusahaan, memudahkan mencari mitra bisnis, mendasarkan investasi pada perkiraan yang jelas, meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Tujuan Undang-Undang tentang wajib daftar perusahaan adalah memberikan perlindungan kepada perusahaan-perusahaan yang menjalankan usahanya secara jujur dan terbuka, serta pembinaan kepada dunia usaha dan perusahaan, khususnya golongan ekonomi lemah.

ketentuan-ketentuan umum yang wajib dipenuhi dalam wajib daftar perusahaan adalah :

  1. Daftar Perusahaan

Daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan Undang-undang ini dan atau peraturan-peraturan pelaksanaannya, dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari kantor pendaftaran perusahaan.

Daftar catatan resmi terdiri formulir-formulir yang memuat catatan lengkap mengenai hal-hal yang wajib didaftarkan.

  1. Perusahaan

Setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.

Termasuk juga perusahaan-perusahaan yang dimiliki atau bernaung dibawah lembaga-lembaga sosial, misalnya, yayasan.

  1. Pengusaha

Setiap orang perseorangan atau persekutuan atau badan hukum yang menjalankan sesuatu jenis perusahaan;

Dalam hal pengusaha perseorangan, pemilik perusahaan adalah pengusaha yang bersangkutan.

  1. Usaha

Setiap tindakan, perbuatan atau kegiatan apapun dalam bidang perekonomian, yang dilakukan oleh setiap pengusaha untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba;

  1. Menteri

Menteri yang bertanggungjawab dalam bidang perdagangan. .

Tujuan pendaftaran perusahaan ialah tidak hanya untuk mencegah agar supaya khalayak ramai terhadap suatu nama perusahaan mendapatkan suatu gambaran yang keliru mengenai perusahaan yang bersangkutan, tetapi terutama untuk mencegah timbulnya gambaran sedemikian rupa sehingga pada umumnya gambaran itu mempengaruhi terjadinya perbuatan-perbuatan ekonomis pihak-pihaik yang berminat mengadakan perjanjian. Sifat terbuka  daftar perusahaan itu dapat dipergunakan oleh pihak ketiga sebagai sumber informasi. Setiap perusahaan wajib didaftarkan dalam daftar perusahaan, Pendaftaran wajib didaftarkan oleh pemiliknya atau pengurus perusahaan yang bersangkutan atau dapat diwakilkan kepada orang lain dengan memberikan surat kuasa yang sah.

Badan Usaha Yang Tidak Perlu Menjadi Wajib Daftar

  1. Setiap perusahaan Negara berbentuk perjan → yang dikecualikan dari kewaiban pendaftran adalah peusahaan-perusahaan yang tidak bertujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
  2. Setiap perusahaan kecil perorangan yang dijalankan oleh sendiri atau hanya memperkerjakan anggota keluarga terdekat serta tidak memerlukan izin usaha dan tidak merupakan badan hukum atu suatu persekutuan. Perusahaan kecil perorangan yang melakukan kegiatan dan atau memperoleh keuntungan yang benar-benar hanya sekedar untuk mmenuhi keperluan nafkah sehari-hari. Anggota terdekat disini adalh termasuk ipar dan menantu.
  3. Usaha diluar bidang ekonomiyang tidak bertujuan mencari profit:

Pendidikan formal, pendidikan non formal, rumah sakit.

  1. Yayasan

Bentuk badan usaha yang masuk dalam wajib daftar perusahaan:

  1. Badan hukum
  2. Persekutuan
  3. Perorangan
  4. Perum
  5. Perusahaan Daerah, perusahaan perwakilan asing

Pendaftaran dilakukan dengan cara mengisi formulir pendaftaran yang ditetapkan oleh menteri pada kantor tempat pendaftaran.

Pendaftaran dilakukan di Kantor departemen perindustrian dan Perdagangan atau Dinas yang membidangi Perdagangan Kabupaten/Kota selaku kantor pendaftaran Perusahaan (KPP)

Caranya:

  • Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan
  • Membayar biaya administrasi
  • Pendaftaran Perusahan wajib dilakukan oelh pemilik/pengurus/penanggung jawab atau kuas perusahaan.

Pendaftaran wajib dilakukan dalam jangkawaktu 3 bulan setelah perusahaan mulai menjalankan usahanya. Suatu perusahaan dianggap mulai menjalankan usahanya pada saat menerima izin usaha dari instansi teknis yang berwenang.

Hal-Hal Yang Didaftarkan

  • Pengenalan tempat
  • Data umum perusahaan
  • Legalitas perusahaan
  • Data pemegang saham
  • Data kegiatan perusahaan

Kepada perusahaan yang telah disahkan pendaftarannya dalam daftar perusahaan diberikan tanda daftar perusahan yang berlaku untuk jangka waktu 5 tahun sejak tanggal dikeluarkannya dan wajib dipebaharui sekurang-kurangnya 3 bulan sebelum tanggal berlakunya berakhir.

Apabila tanda daftar perusahaan hilang, pengusaha berkewajiban untuk mengajukan permintaan tertulis kepada kantor pendaftaran perusahaan untuk memperolehpenggantinya dalam waktu selambat-lambatnya 3 bulan setelah kehilangan itu.

Apabila ada perubahan atas hal yang didaftarkan, wajib dilaporkan pada kantor tempat pendaftaran perusahaan dengan menyebutkan alas an perubahan tersebut disertai tanggal perubahan tersebut dalm waktu 3 bulan setelah terjadi perubahan itu.

Apabila ada pengalihan pemilikan atau pengurusan atas perusahaan atau kantor cabang, kantor pembantu, agen dan perwakilannya, pemilik atau pengurus lama berkewajiban untuk melaporkan.

Apabila terjadi pembubaran perusahaan atau kantor cabang, kantor pembantu atau perwakilannya, pemilik atau pengurus maupun likuidaror berkewjiban untuk melaporkanya.

IV.Kesimpulan

Wajib daftar perusahaan adalah daftar catatan resmi yng diadakan menurut aturan berdasarkan undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya dan memuat hal-hal yang wajib didaftrakan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari kantor pendaftaran perusahaan.

Sumber : http://riskyeka.web.ugm.ac.id/seva-mobil-bekas/