Budaya Politik Indonesia Memiliki 3 Ciri Dominan

Budaya Politik Indonesia Memiliki 3 Ciri Dominan

Budaya Politik Indonesia Memiliki 3 Ciri Dominan

Budaya Politik Indonesia Memiliki 3 Ciri Dominan
Budaya Politik Indonesia Memiliki 3 Ciri Dominan

Hierarki yang ketat, yaitu

Adanya tingkatan-tingkatan dalam kelas masyarakat (penguasa dengan rakyat biasa) Wong Gedhe dan Wong Cilik

Masyarakat Jawa, dan sebagian besar masyarakat lain di Indonesia, pada dasarnya bersifat hirarkis. Stratifikasi sosial yang hirarkis ini tampak dari adanya pemilahan tegas antara penguasa (wong gedhe) dengan rakyat kebanyakan (wong cilik). Masing-masing terpisah melalui tatanan hirarkis yang sangat ketat. Alam pikiran dan tatacara sopan santun diekspresikan sedemikian rupa sesuai dengan asal-usul kelas masing-masing. Penguasa dapat menggunakan bahasa ‘kasar’ kepada rakyat kebanyakan. Sebaliknya, rakyat harus mengekspresikan diri kepada penguasa dalam bahasa ‘halus’. Dalam kehidupan politik, pengaruh stratifikasi sosial semacam itu antara lain tercemin pada cara penguasa memandang diri dan rakyatnya.

 

Patronage (Patron), merupakan

Salah satu budaya politik yang menonjol di Indonesia.Pola hubungan ini bersifat individual. yaitu

interaksi timbal balik antara patron (pemilik kekuasaan, harta) dengan Klien (pemilik tenaga, dukungan, kesetiaan).

Dalam kehidupan politik, tumbuhnya budaya politik semacam ini tampak misalnya di kalangan pelaku politik. Mereka lebih memilih

mencari dukungan dari atas daripada menggali dukungn dari basisnya. Seperti majikan dengan buruh

3. Neo-patrimonialistik, yaitu praktek politik yang meskipun memiliki atribut modern dan

rasionalistik seperti birokrasi, namun perilaku tokohnya masih mencerminkan tradisi dan

budaya patrimonial.

 

Ciri-ciri birokrasi modern:

Adanya suatu struktur hirarkis yang melibatkan pendelegasian wewenang dari atas ke bawah dalam organisasi
Adanya posisi-posisi atau jabatan-jabatan yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tegas
Adanya aturan-aturan, regulasi-regulasi, dan standar-standar formalyang mengatur bekerjanya organisasi dan tingkah laku anggotanya
Adanya personel yang secara teknis memenuhi syarat, yang dipekerjakan atas dasar karier, dengan promosi yang didasarkan pada kualifikasi dan penampilan.
Untuk menambah pemahaman mengenai Budaya politik dan tipe-tipe budaya politik kerjakanlah beberapa soal di bawah ini:

 

Rumuskan kembali pemahaman anda pengertian budaya politik!

Coba kalian perhatikan dengan seksama nilai-nilai manakah yang termasuk nilai budaya politik dari contoh nilai-nilai budaya yang ada !.
Orientasi warga negara terdiri atas berapa komponen ? sebutkan!
Bagaimanakah menurut pendapat kalian apakah budaya politik itu ada yang baik dan ada yang tidak baik ? coba kemukakan dengan contoh !.
Apa yang dimaksud dengan obyek politik umum ?
Jelaskan tipe-tipe budaya politik menurut G. Almond!
Termasuk budaya politik apakah jika kita membayar pajak tepat waktu !
Bagaimanakah budaya politik yang berkembang di Indonesia menurut Clifford Geertz, khususnya bagi masyarakat Jawa !
Berikan alasan, mengapa di dalam kehidupan masyarakat ada sebagian yg memiliki budaya politik parokial !
Berikan alasan, mengapa di dalam kehidupan masyarakat muncul tipe-tipe budaya politik!

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/