Bahasa Indonesia akan jadi bahasa internasional

Bahasa Indonesia akan jadi bahasa internasional

Bahasa Indonesia akan jadi bahasa internasional

Bahasa Indonesia akan jadi bahasa internasional
Bahasa Indonesia akan jadi bahasa internasional

Pemerintah menargetkan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Persiapannya

dimulai dari memperbanyak penuturan, hingga menjadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair 2015 nanti.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Mahsun mengatakan, target tersebut dipatok karena Indonesia sangat unggul di bidang sosial budaya.

Apalagi karya sastra Indonesia, sudah menjadi acuan negara lain

. Lebih dari itu, katanya, jalan menuju bahasa internasional terbuka lebar, karena pada kamus besar melayu nusantara banyak kosa kata bahasa Indonesia yang tercantum di dalamnya.

Kami sangat beruntung, karena negara melayu lebih mengenal bahasa Indonesia. Sehingga dalam prosesnya, dunia internasional pun juga akan mengenal bahasa Indonesia,” katanya pada Seminar Majelis Sastra Asia Tenggara di Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Rintisan menjadi bahasa internasional juga disiapkan melalui pengembangan silabus bahasa Indonesia

untuk penutur asing (BIPA). Selanjutnya, pemerintah juga akan memutakhirkan alat uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI).

Mahsun menerangkan, Kemendikbud juga yang akan memfasilitasi negara-negara mana saja yang ingin menyelenggarakan BIPA. “Pemerintah juga membangun 174 tempat belajar bahasa Indonesia di 45 negara,” ungkapnya.

Mahsun menjelaskan, pemerintah juga mendorong pembuatan jurnal-jurnal penelitian internasional yang menggunakan bahasa Indonesia. Dengan metode ini, bahasa Indonesia akan mengglobal karena jurnal dibaca oleh banyak kalangan akademisi.

Makanya pemerintah harus mengapresiasi dunia akademik, agar mendorong lebih banyak kajian dan riset tentang bahasa Indonesia,” katanya.

Menurut Mahsun, untuk menginternasionalkan bahasa Indonesia ini, harus diupayakan agar bahasa Indonesia digunakan sebagai ilmu pengetahuan. Dia mencontohkan, bahasa Latin Yunani saat ini digunakan di seluruh dunia, sebagai bukti kolonialisasi pengetahuan. “Kuncinya, ilmu pengetahuan. Lahirkan ilmu dan karya baru,” katanya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/ciri-dan-jenis-jaringan-meristem-beserta-contohnya/