Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila sebagai Dasar NegaraPancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila dalam kedudukannya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia sering disebut sebagai Dasar Filsafat atau Dasar Falsafah Negara atau Philosofische Grondslag dari negara, ideologi negara atau Staatsidee.

 

Dalam pengertian ini Pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan negara atau dengan kata lain Pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara.

Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum, Pancasila merupakan sumber kaidah hukum negara yang secara konstitusional mengatur negar Republik Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya yaitu rakyat, wilayah serta pemerintahan negara.

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tersebut dapat dirinci sebagai berikut :

  1. Pancasila sebagai dasar negara adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia.
  2. Meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945.
  3. Mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara (baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis).
  4. Mengandung norma yang megharuskan Undang-Undang Dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara.
  5. Merupakan sumer semangat bagi UUD 1945, bagi penyelenggara negara, para pelaksana pemerintahan.

Sebagaimana telah ditentukan oleh pembentukan negara bahwa tujuan utama dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara Indonesia. Oleh karena itu fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negar Republik Indonesia.

Hal ini sesuai dengan dasar yuridis sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, Ketetapan MPR No. XX/MPRS/1966.

Pancasila sebagai falsafah negara (philosohische gronslag) dari negara, ideology negara, dan staatside. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan atau penyenggaraan negara. Hal ini sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945, yang dengan jelas menyatakan

“……..maka sisusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu udang-undang dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suat susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada…..”

Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara Indonesia mempunyai beberapa fungsi pokok, yaitu:

Pancasila dasar negara sesuai dengan pembukaan UUD 1945 dan yang pada hakikatnya adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum. Hal ini tentang tertuang dalam ketetapan MRP No. XX/MPRS/1966 dan ketetapan MPR No. V/MP/1973 serta ketetapan No. IX/MPR/1978. merupakan pengertian yuridis ketatanegaraan

  1. Pancasila sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya (merupakan pengertian Pancasila yang bersifat sosiologis)
  2. Pancasila sebagai pengatur tingkah laku pribadi dan cara-cara dalam mencari kebenaran (merupakan pengertian Pancasila yang bersifat etis dan filosofis)

3.3 Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Sebagai suatu ideologi bangsa dan negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil peranungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara dengan kata lain unsur-unsur yang merupakan materi (bahan) Pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri, sehingga bangsa ini merupakan kausa materialis (asal bahan) Pancasila.


Baca juga:

Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila

Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila

Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam PancasilaNilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila:

  1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai-nilainya meliputi dan menjiwai ke4 sila lainnya, dalam sila ketuhanan YME terkandung nilai bahwa negara didirikan sebagai Pengejawantahan (penjabaran) tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan YME.

Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraaan negara harus dijiwai oleh nilai-nilai Ketuhanan YME.

  1. Kemanusiaan yang adil dan beradab

Mengandung nilai secara sistematis didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan YME serta mendasari dan menjiwai ke3 sila berikutnya, dalam sila kemanusiaan juga terkandung nilai bahwa negara harus menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berada.

  1. Persatuan Indonesia

Didasari dan dijiwai oleh Sila ke-1 dan Ke-2 serta mendasari dan menjiwai sila ke4 dan ke 5, dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sipat kodrat manusia monodualis yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.

 

 

13.

Nasionalisme Indonesia adalah Religius yaiut nasionalisme yang bermoral Ketuhanan YME, Nasionalisme yang Humanistik yaitu yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan.

  1. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan

Nilai yang terkandung dalam sila ke4 yaitu didasari oleh Sila ke-1, 2, dan 3 dan mendasari serta menjiwai sila ke-5.

  1. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Nilai yang terkandung dalam sila ke-5 didasari dan dijiwai oleh sila ke-1, 2, 3 dan 4, dalam sila tersebut terkandung niali-nilai yang merupakan tujuan negara sebagai tujuan dalam hidup bersama, maka dalam sila ke-5 terkandung nilai keadilan yang harus terwujud dalam kehidupan bersama atau kehidupan sosial.

Bangsa Indonesia berpancasila dalam TRIPRAKARA yang terdiri sebagai berikut:

  1. Bahwa unsur-unsur pancasila sebelum disahkan menjadi dasar filsafat negara secara Yuridis sudah dimiliki oleh Bangsa Indonesia yaitu sebagai azas dalam adat istiadat dan kebudayaaan dalam arti luas.
  2. Pancasila juga telah terdapat dalam Bangsa Indonesia sebagai azas dalam Agama-agama.
  3. Unsur-unsur tadi yang diatas diolah, dibahas dan dirumuskan secara seksama oleh para pendiri agama yaitu dalam sidang2 BPUPKI, Panitia 9, yang kemudian disahkan oleh PPKI sebagai Dasar Filsafat Negara Indonesia.

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dalam perjuangan untuk mencapai ehidupan yang lebih sempurna senantiasa memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjungnya sebagai suatu pandangan hidup.

Nilai-nilai luhur adalah merupakan suatu tolok ukur kebaikan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mendasar dan abadi dalam hidup manusia seperti cita-cita yang hendak dicapainya dalam hidup manusia.

Proses perumusan pandangan hidup masyarakat dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup bangsa yang disebut sebagai ideologi bangsa (nasional) dan selanjutnya pandangan hidup bangsa dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup negara yang disebut sebagai ideologi negara.

Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi pandangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi pandangan dasar negara juga terjadi pada pandangan hidup Pancasila. Pancasila sebelum dirumuskan menjadi dasar negara dan ideologi negara, nilai-nilainya telah terdapat pada bangsa Indonesia dalam adat istiadat, budaya serta dalam agama-agama sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia.

Dengan suatu pandangan hidup yang jelas maka bangsa Indonesia akan maniliki pegangan dan pedoman bagaimana mengenal dan memecahkan berbagai masalah politik, sosial budaya, eonomi, hukum, hankam dan persoalan lainnya dalam gerak masyarakat yang semakin maju.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan sutau kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, maka pandangan hidup tersebut dijunjung tinggi oleh warganya karena pandangan hidup Pancasila berakar pada budaya dan pandangan hidup masyarakat.

Dengan demikian pandangan hidup Pancasila bagi bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika harus merupakan asas pemersatu bangsa sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman.


Sumber: https://gurupendidikan.org/

Sila kedua Rantai

Sila kedua Rantai

Sila kedua RantaiSila kedua Rantai

Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

 

Sila ketiga Pohon Beringin.

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Sila keempat Kepala Banteng

  • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  • Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Sila kelima Padi Dan Kapas.

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Menghormati hak orang lain.
  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  • Suka bekerja keras.
  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Sumber: https://dosenpendidikan.id/

AI mendeteksi driver yang menggunakan ponsel di Australia

AI mendeteksi driver yang menggunakan ponsel di Australia

AI mendeteksi driver yang menggunakan ponsel di Australia

 

AI mendeteksi driver yang menggunakan ponsel di Australia
AI mendeteksi driver yang menggunakan ponsel di Australia

Penggunaan ponsel saat mengemudi masih menjadi masalah di banyak bagian dunia, dan sampai batas tertentu

kesulitan menegakkan hukum bertanggung jawab. Contoh sederhana adalah bahwa seseorang dapat dengan mudah mengklaim bahwa dia tidak menggunakan ponselnya dan telah dituduh secara tidak adil. Namun, polisi Australia memutuskan untuk memberikan hukum kepada “tangan” sistem AI .

Sistem baru dan sanksi bagi pelanggar
Pemerintah New South Wales telah mulai menggunakan kamera pertama yang dapat secara otomatis mendeteksi jika driver menggunakan ponsel mereka.

Sistem menggunakan AI untuk memindai foto untuk penggunaan telepon . Seorang pengontrol kemudian memeriksa

gambar-gambar yang disimpan oleh sistem untuk setiap kesalahan positif. Polisi telah memperbaiki kamera, tetapi juga kamera portabel yang akan digunakan oleh pengontrol untuk pemindaian manual.

Selama tiga bulan pertama pengoperasian sistem AI, pemerintah akan memberikan peringatan sederhana kepada mereka yang melanggar hukum untuk pertama kalinya.

Mulai saat itu, pengemudi yang tertangkap basah sedang mengemudi saat berbicara di ponsel mereka akan didenda $

344 Australia, atau sekitar 210 euro, dan akan menerima lima poin penalti. Jika pelaku pindah ke zona sekolah, denda dinaikkan menjadi $ 457 Australia, atau sekitar 280 euro, dan poinnya adalah 10.

Para pejabat yakin bahwa ini akan mengurangi pelanggaran dan mencegah setidaknya 100 kecelakaan mobil fatal atau serius dalam lima tahun.

Baca Juga:

iPhone 2020: Akankah mereka datang dengan AirPod gratis dan harga murah?

iPhone 2020 Akankah mereka datang dengan AirPod gratis dan harga murah

iPhone 2020: Akankah mereka datang dengan AirPod gratis dan harga murah?

 

iPhone 2020 Akankah mereka datang dengan AirPod gratis dan harga murah
iPhone 2020 Akankah mereka datang dengan AirPod gratis dan harga murah

Tampaknya Apple mempertahankan penurunan harga, kali ini dengan cara yang berbeda, karena rencana untuk

menawarkan pasangan AirPod gratis dengan semua iPhone 2020 yang baru.

Akankah itu benar-benar memberikan AirPod gratis?
Menurut laporan, beberapa produsen, termasuk Apple, Samsung dan Xiaomi, tertarik untuk menggabungkan smartphone baru yang akan dirilis tahun depan dengan TWS. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan TWS, ini adalah headphone nirkabel tanpa kabel, seperti Apple AirPods dan Samsung ‘s Galaxy Buds .

Kami tidak tahu apakah kami bisa percaya laporan ini, karena AirPods memiliki harga mulai $ 159, dan tampaknya

sangat tidak mungkin bahwa Apple akan memasangkan pasangan gratis di dalam kotak iPhone 2020 . Apalagi tanpa menaikkan harga smartphone.

Selain itu, AirPod sangat populer dan selama mereka menghasilkan pendapatan yang baik bagi perusahaan, kami tidak menemukan alasan untuk tiba-tiba menawarkannya secara gratis kepada mereka yang membeli iPhone.

Beberapa mungkin mengandalkan fakta bahwa Apple telah memberikan sepasang headphone kabel secara gratis selama beberapa tahun. Namun, EarPod dihargai hanya $ 29 di situs web resmi perusahaan.

Mungkin Apple memutuskan untuk menawarkan kepada pelanggannya sesuatu yang lebih modern daripada EarPods

. Namun, kami percaya bahwa ini akan meningkatkan harga dari iPhone 2020 .

Karena laporan ini tidak berasal dari sumber resmi, kami sarankan menyimpan sekeranjang kecil. Lagi pula, yang bisa kita lakukan adalah menunggu sampai iPhone berikutnya diluncurkan. Sampai saat itu, tidak ada yang bisa diterima begitu saja.

Sumber:

https://bloggermuslimah.id/ram-manager-pro-apk/

Redmi K30: Materi promosi mengungkapkan modul yang sangat tidak biasa

Redmi K30 Materi promosi mengungkapkan modul yang sangat tidak biasa

Redmi K30: Materi promosi mengungkapkan modul yang sangat tidak biasa

 

Redmi K30 Materi promosi mengungkapkan modul yang sangat tidak biasa
Redmi K30 Materi promosi mengungkapkan modul yang sangat tidak biasa

Bulan lalu, anak perusahaan Xiaomi mengonfirmasi pembebasan Redmi K30, presentasi resmi yang dijadwalkan 10

Desember. Setelah serangkaian kebocoran dan permainan asah, desain akhir smartphone kini telah terungkap.

Apa yang kita ketahui sejauh ini
Pada teaser pertama kami mengetahui bahwa versi 5G dari Redmi K30 akan mendukung dual-mode 5G . Foto yang menyertai teaser mengungkapkan bahwa smartphone akan memiliki lubang pukulan ganda, sesuatu yang telah dikonfirmasi beberapa kali hingga saat ini.

Berkat foto ponsel cerdas langsung , kami mengetahui bahwa Redmi K30 akan memiliki layar 6,66 inci dengan kecepatan refresh 120Hz dan resolusi 1.080 × 2.400 piksel. Dalam bocoran yang sama terungkap bahwa itu akan dilengkapi dengan Snapdragon 730 atau 730G .

Apa yang diungkapkan poster

Poster yang berkaitan dengan promosi Redmi K30 diterbitkan di Weibo. Kurang lebih, foto-foto tersebut mengkonfirmasi apa yang kami ketahui. Smartphone akan memiliki lubang punch ganda di sudut kanan atas dan beberapa bezel kecil di semua sisi, kecuali bagian bawah.

Dalam poster kedua, modul K30 yang benar-benar tidak biasa terungkap. Kita tahu bahwa smartphone akan memiliki empat kamera belakang , yang telah dipilih pabrikan untuk dipasang dalam modul bundar seperti pada OnePlus 7T .

Namun, tata letak kamera Redmi K30 sangat berbeda. Perusahaan telah menempatkan kamera secara vertikal di

dalam modul, satu di bawah yang lain. Tepat di bawah ini kami menemukan flash LED ganda dan indikator 5G.

Cara kamera dipasang menunjukkan bahwa desain modul murni dekoratif . Kecuali Redmi mengungkapkan sesuatu yang berbeda ketika datang ke smartphone.

Sumber:

https://bloggermuslimah.id/nevergone-apk/

 Kondisi Belajar Untuk Berbagai Jenis Belajar

 Kondisi Belajar Untuk Berbagai Jenis Belajar

Gagne (dalam Richey, 2000) menyatakan bahwa dibutuhkan belajar yang efektif untuk berbagai jenis/ kategori kemampuan belajar. Kondisi belajar dibagi atas lima kategori belajar sebagai berikut:

1. Keterampilan intelektual (Intellectual Skill): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali keterampilan keterampilan bawahan (yang sebelumnya), pembimbing dengan kata-kata atau alat lainnya, pendemonstrasian penerapan oleh siswa dengan diberikan balikan, pemberian review.

2. Informasi verbal (Verbal Information): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali konteks dari informasi yang bermakna, kinerja (performance) dari pengetahuan baru yang konstruktsi, balikan

3. Stategi kognitif (Cognitive Strategy/problem solving): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali aturan-aturan dan konsep-konsep yang relevan, penyajian situasi masalah baru yang berhasil, pendemonstrasian solusi oleh siswa.

4. Sikap (Attitude): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali informasi dan keterampilan intelektual yang relevan dengan tindakan pribadi yang diharapkan. Pembentukan atau pengingatan kembali model manusia yang dihormati, penguatan tindakan pribadi dengan pengalaman langsung yang berhasil maupun yang dialami oleh orang lain dengan mengamati orang yang dihormati.

5. Keterampilan motorik (Motor Skill): untuk jenis belajar ini, kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali rangkaian unsur motorik, pembentukan atau pengingatan kembali kebiasaan-kebiasaan yang dilaksanakan, pelatiahn keterampilan-keterampilan keseluruahn, balikan yang tepat.

C. Masalah-masalah Belajar Internal dan Eksternal

Secara umum kondisi belajar internal dan eksternal akan mempengaruhi belajar. Kondisi itu antara lain, pertama, lingkungan fisik. Lingkungan fisik yang ada dalam proses dan di sekitar proses pembelajaran memberi pengaruh bagi proses belajar. Kedua, suasana emosional siswa. Suasana emosional siswa akan memberi pengaruh dalam proses pembelajaran siswa. Hal ini bisa dicermati ketika kondisi emosional siswa sedang labil maka proses belajarpun akan mengalami gangguan. Ketiga, lingkungan sosial. Lingkungan sosial yang berada di sekitar siswa juga turut mempengaruhi bagaiman seorang siswa belajar.

Di bawah ini adalah masalah-masalah belajar yang bersifat internal dan masalah-masalah yang bersifat eksternal:

1. Masalah belajar internal adalah masalah yang timbul dari dalam diri siswa atau faktor-faktor internal yang ditimbulkan ketidak beresan siswa dalam belajar. Faktor internal berasal dari dalam diri anak itu sendiri, seperti:

a. Kesehatan
b. Rasa aman
c. Faktor kemampuan intelektual
d. Faktor afektif seperti perasaan dan percaya diri
e. Motivasi
f. Kematangan untuk belajar
g. Usia
h. Kematangan untuk belajar
i. Usia
j. Jenis kelamin
k. Latar belakang sosial
l. Kebiasaan belajar
m. Kemampuan mengingat
n. Dan kemampuan penginderaan seperti: melihat, mendengar atau merasakan.

PSIKOLOGI MENGAJAR

PSIKOLOGI MENGAJAR

Pendidikan diwujudkan melalui proses pengajaran. Proses pengajaran yang efektif terbentuk melalui pengajaran yang meliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berpusat pada siswa
  2. Interaksi edukatif antara guru dengan siswa
  3. Suasana demokratis
  4. Variasi metode mengajar
  5. Guru profesional
  6. Bahan yang sesuai dan bermanfaat
  7. Lingkungan yang kondusif
  8. Sarana belajar yang menunjang

Model mengajar dikelompokkan dalam empat rumpun yaitu

  1. Rumpun model pemrosesan informasi, model ini berorientasi pada kecakapan siswa dam memproses informasi. terdiri atas:  model berpikir induktif, model latihan inkuri, inkuri ilmiah, penemuan konsep, pertumbuhan kognitif, model penata lanjutan dan memori.
  2. Rumpun model-model personal, model ini berorientasi kepada individu dan perkembangan keakuan (selfhood), terdiri atas; pengajaran non-direktif, latihan kesadaran, sinektik, sistem-sistem konseptual dan pertemuan kelas.
  3. Rumpun model interaksi sosial, model ini menekankan hubungan individu dengan orang lain atau masyarakat, terdiri dari; penentuan kelompok, inkuiri (penemuan sosial), metode laboratori, jurisprudensial, bermain peran, model penata lanjutan, dan simulasi sosial.
  4. Rumpun model behavior (perilaku), model ini menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perilaku yang tidak dapat diamati, terdiri dari: manajemen kontingensi, kontrol diri, relaksasi, pengurangan ketegangan, latihan asertif desensitasi, latihan langsung.

Komentar /refleksi:
Dalam bab ini meliputi psikologi belajar yang di dalamnya terdapat proses pengajaran yang efektif. Agar dapat terjadi proses pengajaran seperti itu maka guru harus mampu menciptakan proses pengajaran dalam suasana pembelajaran yang baik. Selanjutnya yaitu mengenal model-model mengajar, seperti kita ketahui bahwa mengajar merupakan tugas utama seorang guru, dengan bahasan yang ada pada bab ini, dapat diharapkan ketika menjadi seorang guru dapat mengenal model-model mengajar dan memilihnya secara tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta keadaan lingkungannya.

BAB IX PSIKOLOGI GURU

Peranan (role) guru artinya keseluruhan perilaku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Di dalam keluarga guru perperan sebagai pendidik dalam keluarga atau family educator, sedangkan di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (sosial developer), pendorong (social motivator), penemu (sosial inovator) dan sebagai agen masyarakat (social agent).

Beberapa faktor yang ikut mempengaruhi kinerja guru:

  1. imbalan kerja
  2. rasa aman dalam pekerjaan
  3. kondisi kerja yang baik
  4. kesempatan pengembangan diri
  5. hubungan pribadi

Kompetensi guru adalah pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus ada pada seseorang agar dapat menunjukan perilakunya sebagai guru. Kompetensi guru meliputi kompetensi personal, kompetensi profesional, kompetensi sosial, kompetensi intelektual dan kompetensi spiritual. Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian, tanggung jawab dan rasa kesejawatan yang didukung oleh etika profesi yang kuat.

Kepribadian merupakan keseluruhan perilaku dalam berbagai aspek yang secara kualitatif akan membentuk keunikan atau kekhasan seseorang dalam interkasi dengan lingkungan diberbagai situasi dan kondisi. Dalam lingkup pendidikan, penampilan guru merupakan hal yang amat penting untuk mewujudkan kineja secara tapat dan efektif. Dengan demikian sifat utama seorang guru adalah kemampuannya dalam mewujudkan penampilan kualitas kepribadian dalam interaksi pendidikan yang sebaik-baiknya agar kebutuhan dan tujuan tercapai secara efektif.

Komentar /refleksi:
Dalam keseluruhan proses pendidikan, khususnya di sekolah guru memegang peranan yang paling utama, perilaku guru dalam proses pendidikan akan memberikan pengaruh bagi pembinaan siswa. Dalam psikologi guru pada bab ini merupakan kajian psikologis terhadap berbagai aspek perilaku guru khasnya dalam proses pendidikan di sekolah.

https://carbomark.org/league-of-masters-apk/

ASPEK-ASPEK PERILAKU PEMBELAJARAN

ASPEK-ASPEK PERILAKU PEMBELAJARAN

Motivasi dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan dorongan untuk mewujudkan perilaku tertentu yang terarah kepada pencapaian suatu tujuan tertentu. Perilaku belajar terjadi dalam situasi interaksi belajar-mengajar dalam mencapai tujuan dan hasil belajar. Dalam berbagai teori penelitian, ternyata terdapat kaitan yng erat antara kepuasan yang dicapai dalam elajar denga unjuk kerja dan motivasi. Kepuasan yang diperoleh siswa dari prosse belajar dapat menunjukkan unjuk kerja yang  dan dapat meningkatkan motivasi belajar. Unjuk kerja yang dicapai seseorang dapat mendapatkan kepuasan dan kemudian dapat meningkatkan motivasi, dalam kaitan ini hendaknya dapat ditimbulkan suasana belajar yang sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan agar dapat menghasilkan unjuk kerja yang baik. Faktor yang mempengaruhi kepuasan siswa dalam belajar yaitu imbalan hasil belajar, rasa aman dalam belajar, kondisi belajar yang memadai, kesempatan untuk memperluas diri, hubungan pribadi.
Ada beberapa prinsip motivasi yang dapat dijadikan acuan yaitu prinsip kompetisi, prinsip pemacu, prinsipganjaran dan hukuman, kejelasan dan kedekatan tujuan, pemahaman hasil, peengembangan minat, lingkungan yang kondusif, keteladanan.

Pengamatan dan perhatian merupakan aspek tingkah laku yang mempunyai peranan penting dalam proese pembelajaran. Keefektipan suatu pross peembelajaran akan banyak dipengaruhi oleh kulitas pengamatan dan perhatian yang diberikan. Pengamatan atau perception, merupakan salah satu bentuk perilaku kognitif, yaitu suatu proses mengenal lingkungan dengan menggunakan alat indera. Prosses pengmatn tejadi karena adanya rangsangan dari lingkungan yang diterima oleh individu denan enggunaan alat indera. Rangsangan itu kemudian diteruskan ke pusat kesadaran yaitu otak untuk kemudian diberika makna dan tafsiran. Dilihat dari proporsi penggunaan alat indera ada beberapa gaya pengamatan yaitu: gaya pengamatan visual, gaya auditif, gaya taktil, gaya kinestetik.

Perhatian dapat diartikan sebagai peningkatan aktivitas mental terhadap suatu rangsangan tertentu. Perhatian dapat lebih memusatkan pengamatan individu kepada suatu rangsangan, sehinnga pengamatan menjadi lebih efektif. Guru dapat membantu siswa dalam memusatkan memelihara perhatan dalam proses pembelajaran dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Isyarat, memberikan isyarat-isyarat tertentu kepada siswa pada saat memulai pelajaran atau pada saat pergantian aktivitas.
  • Gerakan, senantiasa bergerak dan berkeliling ke seluruh kelas selama menyajikan pelajaran.
  • Variasi,menggunakan gaya variasi dalam gaya mengajar.
  • Minat, memberikan minat siswa sebelum dan selama proes pengajaran.
  • Pertanyaan, mengajukan pertanyaan selama proses pengajaran berlangsung, mendorong siswa untuk memberikan jawaban denga kata-kata sendiri.

https://ntclibya.com/maze-bandit-apk/

Pengertian Konsep Dasar Manajemen Berbasis Sekolah

Pengertian Konsep Dasar Manajemen Berbasis Sekolah

 Mallen, Ogawa dan Kranz (dalam Abu-Duhou, 2002) memandang Manajemen Berbasis Sekolah sebagai suatu bentuk desentralisasi yang memandang sekolah sebagai suatu unit dasar pengembangan dan bergantung pada redistribusi otoritas pengambilan keputusan. Suatu definisi yang menyeluruh dan koleks juga dikmukakan oleh Neal (1991, h.17) sebagai berikut :

  1. Manajemen Berbasis Sekolah adalah sekolah yang berdasarkan penelitian, komitmen, system tertentu dan pengoperasian sekolah dari suatu wilayah menggunakan metode sentralsasi dengan parameter dan peran staf yang akan terlibat untuk memaksimalkan efektifitas penggunaan sumber daya.
  2. Bagian anggaran yang diberikan dalam bentuk keseluruhan secara atur berdasarkan alokasi persiswa yang berbeda misalnya untuk SD, SMP, SMA dan SLB masing-masing perhhitungannya berbeda demi kepentingan siswa di sekolah tersebut.
  3. Rencana anggaran dan pendapatan belanja sekolah (RABBS) dalam pemberian kewenangan untuk mengambil keputusan pada setiap sekolah.

Manajemen berbasis sekolah ini diterapkan dengan tujuan agar sekolah diberi wewenang untuk mengelola sekolahnya semaksimal mungkn sesuai dengan visi dan misi sekolah tersebut agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan dalam modal manajemen berbasis sekolah kewenangan pengambilan keputusan tidak berada pada kepala sekolah seorang diri, seperti yang terjadi selama ini, tetapi dilakukan secara kolektif sesame guru dibantu dengan komite sekolah untuk mendukung pelaksaan manejemen berbasis sekolah sebagai satuan pendidikan untuk mengetahui alasan dan bagaimana menerapkan konsep manajemen berbasi sekolah.

  1. Manajemen Berbasis Sekolah dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Kualitas dalam arti luas dapat diartikan dengan dua konsep yaitu;  Absolut, dan relatif. Dalam konsep absolut suatu (barang) dapat diartikan berkualitas apabila telah memenuhi standart tinggi dan sempurna. pencapaian ini dapat diartikan bahwa (barang) tersebut tidak melebihi standart yang ada.

Dalam konsep Absolut, kualitas diartikan sebagai kecantikan, kebaikan, kepercayaan yang ideal tanpa adanya kompromi. Apabila dipraktikkan dalam dunia pendidikan, konsep Absolut bersifat elastis. Hal ini dikarenakan minimnya lembaga pendidikan yang mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didik, dan sedikit jumlah peserta didik yang akan mampu membayarnya.

Sedangkan dalam konsep relatif kualitas bukan merupakan atribut dari suatu jasa melainkan kualitas dinilai apabila telah mencapai spesifikasi yang ditetapkan. Sehingga konsep relatif mengartikan kualitas sebagai alat ukur produk akhir dari standar yang ditentukan. Nilai suatu barang atau jasa dalam konsep relatif ini tidak harus mahal, eklusif danspesial. Hal ini dikarenakan konsep relatif meyakini bahwa barang yang berkualitas bias biasa-biasa saja, bersifat umum, dan dikenal banyak orang sehingga konotasi cantik akan terlihat dengan sendirinya.

Konsep relatif menitik beratkan produk atau jasa yang berkualitas pada kesesuaian produk dengan tujuan. Konsep relatif juga melihat kualitas dengan dua aspek yaitu ;

  1. Sudut pandang produsen sudut pandang ini kualitas dilihat dari spesifikasi yang ditetapkan.
  2. Sudut pandang konsumen atau pengguna dapat diartikan bahwa kualitas ditujukan untuk memenuhi tuntutan pelanggan.

Selain itu, kualitas juga diukur oleh beberapa elemen yaitu ;

  1. Usaha untuk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.
  2. Mencangkup adanya jasa, produk, manusia, proses, serta tersedianya lingkungan.
  3. Kondisi yang selalu berubah.

Berdasarkan elemen-elemen tersebut kualitas dapat didefinisikan sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasan, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Dalam konteks pendidikan pengertian mutu dalam hal ini mengacu pada “proses pendidikan” dan “hasil pendidikan”.