1000 Mahasiswa PTKIS Terima Beasiswa Bidikmisi Kemenag

1000 Mahasiswa PTKIS Terima Beasiswa Bidikmisi Kemenag

1000 Mahasiswa PTKIS Terima Beasiswa Bidikmisi Kemenag

1000 Mahasiswa PTKIS Terima Beasiswa Bidikmisi Kemenag
1000 Mahasiswa PTKIS Terima Beasiswa Bidikmisi Kemenag

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam, telah memberikan beasiswa Bidikmisi kepada 1000 mahasiswa yang kuliah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).

Hal ini diungkap Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Imam Safei

saat memberikan pembekalan kepada Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Bidikmisi Kemenag dalam Orientasi dan Bimbingan Teknis Beasiswa Bidikmisi, 16-18 September di Bogor.

Imam Safei berpesan agar PTP Bidikmisi melakukan seleksi calon penerima sesuai aturan yang ada.

“Jangan sampai langkah baik berakhir tidak baik karena pemeriksa menganggap apa yang kita lakukan tidak prosedural, sehingga dianggap merugikan negara,” papar Imam di Bogor, Rabu (18/9).

Alumni IAIN Samarinda ini juga minta agar penerima Bidikmisi

dijaga prestasinya melalui pembinaan yang baik, sistematis, terstruktur dan berkesinambungan.

“Jadikan mereka fider untuk atlit-atlit di ajang Nasional seperti PIONIR dan kompetisi lainnya karena mereka adalah anak-anak yang hebat,” katanya.

Imam meminta kepada Direktorat PTKI utuk memberikan reward kepada PTP yang sukses mengawal mahasiswa Bidikmisi, menjadi lebih baik, lebih hebat dan lebih berprestasi. Salah satunya dengan memberikan tambahan kuota besiswa pada tahun yang akan datang.

Doktor Riset dan Evaluasi Universitas Negeri Jakarta ini juga meminta 35 PTP

Bidikmisi dan 13 Sekretaris Kopertais untuk membuat proyeksi lulusan penerima Beasiswa Bidikmisi.

“Kalau mau bekerja, di mana mereka disalurkan dan kalau mau studi lanjut, di perguruan tinggi mana sehingga ada perbaikan nasib bagi mereka,” lanjutnya.

Imam Safei berharap, Bidikmisi menjadi program unggulan sekaligus penanda kehadiran negara untuk anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi tetapi memiliki prestasi.

“Di tangan bapak-bapak dan ibu, anak-anak bangsa inilah akan tumbuh dan berkembang, karena sejatinya tidak ada anak yang bodoh karena semuanya memiliki potensi yang dapat dikembangkan,” katanya.

 

Sumber :

https://iway.rosemont.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Organization_of_African_American_Students/Home.jnz?portlet=Discussion_Board&screen=PostView&screenType=change&id=39005c5d-4db5-4a97-b8d4-83c29d27479e