BEM FKIP UNIKU Gelar KAPE 2019

BEM FKIP UNIKU Gelar KAPE 2019

BEM FKIP UNIKU Gelar KAPE 2019

BEM FKIP UNIKU Gelar KAPE 2019
BEM FKIP UNIKU Gelar KAPE 2019

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

(FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) menggelar Kajian Pendidikan 2019 dengan mengusung tema ‘P3K (Polemik Pemerataan Pendidikan di Kuningan)’. Kajian Pendidikan atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘KAPE’ ini digelar di Gedung Student Center Iman Hidayat, Jumat (06/12/2019).

Ketua BEM FKIP Uniku, Dini Rizky Amelia, mengungkapkan KAPE yang merupakan program tahunan BEM FKIP Uniku ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa FKIP dalam menyampaikan aspirasinya.

“Kajian Pendidikan atau KAPE ini merupakan program andalan dari BEM FKIP Uniku

yang rutin digelar setiap tahun. KAPE ini kami glear dengan tujuan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa FKIP untuk menyampaikan aspirasi dan pemikirinnya yang nantinya dapat dijadikan sebagai acuan pergerakan dalam menyikapi berbagai persoalan pendidikan khususnya di Kabupaten Kuningan,” ungkap Dini.

Selanjutnya, Dini menyampaikan tema yang diusung dalam KAPE 2019 ini berkaitan erat dengan salah satu isu pendidikan yang sedang hangat dibicarakan, yaitu sistem zonasi.

“KAPE 2019 mengambil tema Polemik Pemerataan Pendidikan yang lebih mengerucut lagi mengenai sistem zonasi yang sudah diterapkan di Kabupaten Kuningan. Dengan kajian ini, diharapkan setiap elemen mampu menampung pandangan-pandangan terkait polemik sistem zonasi agar bisa dijadikan sebagai sebuah evaluasi untuk pemerataan pendidikan, khususnya di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Lebih jauh, Dini mengatakan, kajian pendidikan yang diisi oleh Narasumber yang kompeten dibidangnya

ini berhasil mengungkap 3 poin penting yang harus diperhatikan untuk menciptakan pemerataan pendidikan di Kabupaten Kuningan.

“Pada KAPE 2019 ini, kami mengundang Narasumber yang kompeten dibidangnya, yaitu Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Sekretaris MKKS SMA dan SMK Kabupaten Kuningan, serta Dosen FKIP Universitas Kuningan. Dari pemaparan materi yang disampaikan oleh para Narasumber, ada 3 poin penting yang harus diperhatikan untuk menciptakan pemerataan pendidikan di Kabupaten Kuningan, yaitu pemerataan SDM guru, sarana prasarana sekolah serta kultur sekolah. Jika ketiga poin ini diperhatian secara serius, maka akan ada pemerataan yang nyata dalam dunia pendidikan,” jelasnya. (nit)

 

Baca Juga :

Rektor Isi Materi di IAIN Cirebon

Rektor Isi Materi di IAIN Cirebon

Rektor Isi Materi di IAIN Cirebon

Rektor Isi Materi di IAIN Cirebon
Rektor Isi Materi di IAIN Cirebon

Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., diundang

menjadi pemateri oleh Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) dalam kegiatan seminar Orientasi Kurikulum Berbasis KKNI dan SN Dikti bagi mahasiswa di Aula Pascasarjana IAIN Syech Nurjati Cirebon, Kamis (25/10/2018).

Acara yang bertemakan “Strategi Belajar Mahasiswa dalam Pencapaian Target Kurikulum Berbasis KKNI di FSEI” itu, dimulai pukul 09.30 – 11.30 WIB dengan dikuti oleh ratusan mahasiswa. Acara tersebut dibagi menjadi dua (2) sesi acara, pertama yaitu pemamparan materi oleh Rektor Uniku dan satu (1) sesi lainnya sebagai diskusi atau tanya jawab.

Dalam kesempatan itu, Rektor Uniku Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si.,

memaparkan materi mengenai “Strategi Belajar Mahasiswa Dalam Pencapaian Kurikulum Berbasis KKNI”.

“Alhamdulillah, saya diundang oleh FSEI IAIN Syech Nurjati Cirebon untuk memberikan materi terkait “Strategi Belajar Mahasiswa Dalam Pencapaian Kurikulum Berbasis KKNI”. Pada intinya, kita saling berbagi dengan sesama demi kemajuan dunia pendidikan,” tuturnya.

Selain itu, Dikdik berharap, setelah dipaparkannya materi tersebut,

diharapkan bisa memberikan manfaat yang banyak untuk kita semua terutama bagi para peserta yang mana adalah mahasiswa dan mahasiswi.

“Semoga, materi yang saya sampaikan bisa memberikan manfaat untuk kita semua,” harapnya.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

Warek II Buka Ribuan Peserta TAEP

Warek II Buka Ribuan Peserta TAEP

Warek II Buka Ribuan Peserta TAEP

Warek II Buka Ribuan Peserta TAEP
Warek II Buka Ribuan Peserta TAEP

Sebanyak 1.500 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan umum mengikuti kegiatan

“Test of Academic English Proficiency atau TAEP” di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I Universitas Kuningan (Uniku), Sabtu (15/12/2018).

Kegiatan TAEP tersebut, merupakan salah satu bentuk realisasi kerjasama antara Pusat Bahasa Uniku dengan Lembaga Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sudah ditandatangani beberapa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah, TAEP yang pada hari ini digelar itu diikuti oleh 1.500 peserta yang terdiri dari mahasiswa,

dosen dan umum dengan dibagi menjadi tiga (3) sesi. Tiap sesinya itu diikuti oleh 500 peserta

yang sebelumnya sudah mendaftar kepada pihak panitia secara online dan gratis,” kata Marwito Wihadi, M.Pd., selaku Ketua Pusat Bahasa Uniku dalam laporannya.

Lebih jauh, sambung dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sedang melanjutkan S3 di Universitas Padjadjaran (Unpad) itu, berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan TAEP ini dapat meningkatkan kemampuan para peserta dalam bidang bahasa inggris.

“Saya rasa, kalau sering berlatih dan berlatih serta percaya diri akan kemampuannya sendiri, Insya Allah akan berhasil. Semoga, dengan diselenggarakan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta dengan meningkatkan kemampuan dalam bidang bahasa inggris,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) yang diwakili oleh Wakil Rektor II Fahmi Yusuf, MMSI.

, dalam sambutannya, mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi, mendukung dan menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga bagi para panitia pelaksana yang mana Pusat Bahasa Uniku yang telah mempersiapkan kegiatan TAEP ini dengan matang sehingga bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

“Terimakasih kepada seluruh jajaran panitia pelaksana, khususnya Pusat Bahasa Uniku yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan matang sehinga bisa terlaksana dengan baik, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” tuturnya.

Fahmi sapaan akrabnya, menjelaskan, bahwa kegiatan TAEP ini adalah salah satu bentuk realisasi kerjasama antara pihak Uniku dengan UMM yaitu Pusat Bahasa Uniku dengan Lembaga Bahasa UMM Malang Jawa Timur.

“TAEP adalah salah satu bentuk kegiatan realisasi kerjasama antara pihak Uniku melalui Pusat Bahasa dengan Lembaga Bahasa UMM Malang Jawa Timur,” jelasnya.

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

ilmu budaya dasar

ilmu budaya dasar

ilmu budaya dasar

 ilmu budaya dasar
ilmu budaya dasar

Pendidikan humaniora adalah suatu bahan pendidikan yang mencerminkan keutuhan manusia dan membantu agar manusia menjadi lebih manusiawi, yaitu membantu manusia untuk mengaktualkan potensi-potensi yang ada, sehingga akhirnya terbentuk manusia yang utuh, yang memiliki kematangan emosional, kematangan moral dan kematangan spiritual.

Setiap bangsa pasti ditandai dengan pluralitas agama dan budaya. Kehidupan dalam iklim yang berbeda ini diharapkan manusia atau setiap pribadi itu memiliki dimensi individual dan sosial. Hal ini sangat berkaitan dengan bagaimana hidup bersama orang lain, mengembangkan kepekaan untuk saling menghormati dan menghargai.

Dalam mencapai kesempurnaan kehidupan setiap individu memiliki akal dan budi atau yang lazim disebut pikiran dan perasaan yang memungkinkan munculnya tuntutan-tuntutan hidup manusia yang lebih daripada tuntutan hidup makhluk lain dan memungkinkan munculnya karya-karya manusia yang sampai kapanpun tidak pernah akan dapat dihasilkan oleh makhluk lain.

Berdasarkan uraian di atas kita mengetahui bahwa tujuan dari pendidikan humaniora adalah untuk membimbing manusia menjadi manusia seutuhnya dan mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan yang semakin terkikis, untuk kehidupan yang lebih sempurna.

  1. Pengertian Humaniora

Menurut bahasa latin, humaniora disebut artes liberales yaitu studi tentang kemanusiaan. Sedangkan menurut pendidikan Yunani Kuno, humaniora disebut dengan trivium, yaitu logika, retorika dan gramatika. Pada hakikatnya humaniora adalah ilmu-ilmu yang bersentuhan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mencakup etika, logika, estetika, pendidikan pancasila, pendidikan kewarganegaraan, agama dan fenomenologi.

  1. Pentingnya Mempelajari Pendidikan Humaniora

Berbagai macam kasus kekerasan yang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, tindakan anarkis dan pelanggaran nilai kemanusiaan bahkan sudah menjadi keseharian. Indikatornya adalah pendidikan belum berperan signifikan dalam proses membangun kepribadian bangsa yang berjiwa sosial dan kemanusiaan. Tampaknya, manusia harus lebih “dimanusiakan” lagi. Keterpurukan bangsa yang berlarut-larut juga berhubungan dengan kegagalan pendidikan di masa lalu yang mengakibatkan terjadinya proses dehumanisasi.

Gagasan dan langkah menuju pendidikan yang berorientasi kemanusiaan merupakan salah satu upaya mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan yang semakin terkikis. Melalui pendidikan de-humanioradiharapkan manusia dapat mengenal dirinya, kemanusiaannya yang utuh, dan tidak hanya dapat menundukkan lingkungan alam fisik melalui kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada prinsipnya, pendidikan humaniora bertujuan membuat manusiawi/untuk keselamatan dan kesempurnaan manusia.

  1. Latar Belakang Pendidikan Humaniora
  2. Pengertian kebudayaan

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar, yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat.

Untuk lebih jelas dapat dirinci sebagai berikut :

  1.  Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia yang meliputi kebudayaan material dan kebudayaan non material.
  2.  Kebudayaan itu diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  3.  Kebudayaan itu adalah kebudayaan manusia dan hampir semua tindakan manusia

Baca Juga :

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih
Manusia dan Cinta Kasih

Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta. Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada). Ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (saying) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan.
Pengertian tentang cinta dikemukakan oleh Dr. Sarlito.W.Sarwono dikatakan bahwa cinta memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan.
• Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.
• Keintiman yaitu adanya kebiasaan kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang.
• Kemesraan yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapanyang mengungkapkan rasa sayang.
Didalam kitab suci Al Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah.
• Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah.
• Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat.
• Cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Kasih Sayang
Kasih sayang adalah perasaan saying, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggungjawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya,saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsure kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggungjawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu.
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta. Cinta Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. Dan ketiga cinta erros atau amor ini ialah cinta antara pria dan wanita.Beda antara cinta amor dan eros ini adalah citna eros cinta karena kodrati sebagi laki-lakai dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsure-unsur yang sulit dinalar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau menikahi seorang pemuda yang kerdil.
Cinta terhdap sesame merupakan perpaduan cinta agape dan cinta philia. Cinta sesame ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Dalam cinta kepada sesame ini diberi istilah belas kasihan, karena cinta disini buka karena cakapnya, kayanya, cantiknya,penderitaannya.

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA DENGAN MASYARAKAT DESA

PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA DENGAN MASYARAKAT DESA

PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA DENGAN MASYARAKAT DESA

PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA DENGAN MASYARAKAT DESA
PERBEDAAN MASYARAKAT KOTA DENGAN MASYARAKAT DESA

 Pada mulanya mAsyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.

   Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata permasalahan.

    Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.

  1. Sederhana
  2. Mudah curiga
  3. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
  4. Mempunyai sifat kekeluargaan
  5. Lugas atau berbicara apa adanya
  6. Tertutup dalam hal keuangan mereka
  7. Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
  8. Menghargai orang lain
  9. Demokratis dan religius
  10. Jika berjanji, akan selalu diingat

    Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.

   Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban community.

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:

  1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.
  2. orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
  3. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
  4. jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
  5. interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.

Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.

Sumber : https://obatpenyakitherpes.id/

Penanggulangan Penderita Ansietas

Penanggulangan Penderita Ansietas

Penanggulangan Penderita Ansietas

Penanggulangan Penderita Ansietas
Penanggulangan Penderita Ansietas

1. Menjelaskan kelainan yang dideritanya, yakni mengungkapkan trauma dimasa lampau yang mungkin mengakibatkan konflik dihatinya.
2. Psikoterapi, yakni memberikan kepastian dan keyakinan bahwa sang penderita akan selalu dilindungi fan dimengerti serta diberikan rasa simpati dan perhatian kepadanya.
3. Berupaya agar dirinya memasuki suatu keadaan yang rileks.
4. Mendekatkan diri kepada Allah.
5. Pemberian obat penenang
Bentuk-bentuk kegelisahan
1. Keterasingan
Keterasingan mempunyai arti perihal yang berkenaan dengan ketersisihan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.

Sumber-sumber dari keterasingan:
~ Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat
contoh: mencuri, angkuh, keras kepala,dll
~ Sikap rendah diri, merasa tidak berharga karena cacat fisik, pendidikan rendah dan sebagainya

2. Kesepian
Perasaan sepi singgah dihati manusia tergantung dari masalah yang menimpa jiwa orang yang mengalaminya. Orang yang mengasingkan diriny sehingga terjadi kesepian mungkin karena kesombonganya atau sikap rendah dirinya. Namun sebab utama orang kesepian adalah takut kehilangan hak hidup dan hak memilih nama baik, selain itu juga disebabkan oleh frustasi.

3. Ketidakpastian
Orang yang pikiranya terganggu tidak lagi berpikir secara jernih, teratur untuk logis mengambil kesimpulan, karena dalam pikiranya selalu menerima rangsangan lain yang baru, sehingga pikiranya kacau.

4. Kecemasan
Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam :
A . Kecemasan tentang kenyataan
adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakanya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda tertentu atau keadaan tertentu dilingkunganya.

B. Kecemasan neurotis(saraf)
ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah.Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam 3bentuk:
~ Bentuk kecamasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada lingkungan yang kiranya cocok.
~ Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional(phobia)
~ Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba- tiba.

C. Kecemasan moril
merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani.

Baca Juga :

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

MANUSIA DAN KEGELISAHAN
MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa kwatir tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situai tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekwatiran ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena pa yang diinginkan tidak tercapai.
Manusia dan Kegelisahan

Takut atau gelisah menurut istilah biasanya disebut ansietas. Ansietas merupakan suatu jenis neurosis yang tanda utamanya adalah rasa cemas atau takut berkebihan, sering sekali datangnya secara tiba- tiba, timbul sebagai akibat dari adanya konflik internal atau konflik dari dalam hati, misalnya perasaan tentang kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintainya.

Takut atau gelisah dalam bahasa arab sering disebut khauf yang artinya keadaan jiwa disaat manusia terancam.
Faktor terjadinya kegelisahan atau kecamasan :
1. Ketidakmampuan seorang dalamenghadapi kenyataan hidup.
2. Munculnya rasatakut tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
3. Situasi budaya kita yang belum mapan betul.
4. Adanya dorongan kegelisahan dari dalam hati nuraninya sendiri.
5. Adanya perasaan takut kehilangan hak maupun nama baiknya.
6. Karena sedang menunggu sesuatu.
7. Faktor dari luar yang terjadi karena lingkungan dimana ia tinggal dan masyarakat sekitarnya.
Sebab-sebab timbulnya rasa takut :
1. Kurang beriman
Pengaruh iman terhadap jiwa dan kehidupan manusia, diantaranya berani, sebab bagi yang beriman tidak ada yang l ebih kuat dari kekuatan Allah dan tidak ada kebesaran yang melebihi kebesaran Allah.

2. Kurang atau tidak yakin akan kekuatn diri sendiri
Kurang yakin akan kekuatan diri sendiri menjadi seorang yang pengecut, ancaman yang dihadapinya terasa begitu besar sebaliknya diri merasa kecil.

3. Karena merasa bersalah atau berdosa
Karena perbuatan dosa akan mengguncangkan jiwa dan menimbulkan keraguan didalam hatinya, oleh sebab itu orang yang jiwanya labil tidak akan memiliki keyakinan dan keberanian.

Sumber : https://obatpenyakitherpes.id/

Cara-cara untuk mengetahui suatu keindahan

Cara-cara untuk mengetahui suatu keindahan

Cara-cara untuk mengetahui suatu keindahan

Cara-cara untuk mengetahui suatu keindahan
Cara-cara untuk mengetahui suatu keindahan

1. Renungan
Renungan berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.[22]
Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
2. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi-serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatuhal.
3.Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.
4. kontemplasi
Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.
Disamping itu seni menurut waetaknya akan berpadu dengan keindahan karena itu menurut logika deduktiv dapa dikatakan bahwa keindahan dalam seni juuga harus di kontemplasikan. Keesimpulan ini mengandung dua saran :

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Sistem Komunikasi Online

Sistem Komunikasi Online

Sistem Komunikasi Online
Sistem Komunikasi Online

Pada sistem komunikasi On line ini, data yang dikirim melalui terminal komputer bisa langsung diperoleh, langsung diproses oleh komputer pada saat kita membutuhkan.

Sistem Komunikasi On line ini dapat berupa:

* Realtime system
* Batch Processing system
* Time sharing system
* Distributed data processing system
* Realtime system

Suatu realtime system memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat komputer, diproses di pusat komputer seketika pada saat data diterima dan kemudia mengirimkan kembali hasil pengolahan ke pengirim data saat itu juga. American Airlines merupakan perusahaan yang pertama kali mempelopori sistem ini. Dengan realtime system ini, penumpang pesawat terbang dari suatu bandara atau agen tertentu dapat memesan tiket untuk suatu penerbangan tertentu dan mendapatkan hasilnya kurang dari 15 detik, hanya sekedar untuk mengetahui apakah masih ada tempat duduk di pesawat atau tidak.

Sistem realtime ini juga memungkinkan penghapusan waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data dan distribusi data. Dalam hal ini berlaku komunikasi dua arah, yaitu pengiriman dan penerimaan respon dari pusat komputer dalam waktu yang relatif cepat.

Pada realtime system, merupakan komunikasi data dengan kecepatan tinggi. Kebutuhan informasi harus dapat dipenuhi pada saat yang sama atau dalam waktu seketika itu juga. Pada sistem ini proses dilakukan dalam hitungan beberapa detik saja, sehingga diperlukan jalur komunikasi yang cepat, sistem pengolahan yang cepat serta sistem memori dan penampungan atau buffer yang sangat besar.

Penggunaan sistem ini memerlukan suatu teknik dalam hal sistem disain, dan pemrograman, hal ini disebabkan karena pada pusat komputer dibutuhkan suatu bank data atau database yang siap untuk setiap kebutuhan. Biasanya peralatan yang digunakan sebagai database adalah magnetic disk storage, karena dapat mengolah secara direct access (akses langsung), dan perlu diketahui bahwa pada sistem ini menggunakan kemampuan multiprogramming, untuk melayani berbagai macam keperluan dalam satu waktu yang sama.

Baca