fungsi aqidah

Dalil / Argumentasi dalam Akidah

Argumentasi yang kuat dan benar yang memadai disebut Dalil. Dalil dalam akidah ada dua yaitu:
a. Dalil ‘Aqli
Dalil yang didasarkan pada penalaran akal yang sehat. Orang yang tidak mampu mempergunakan akalnya karena ada gangguan, maka tidak dibebani untuk memahami Akidah. Segala yang menyangkut dengan Akidah, kita tidak boleh meyakini secara ikut-ikutan, melainkan berdasarkan keyakinan yang dapat dipelajari sesuai dengan akal yang sehat.
b. Dalil Naqli
Dalil naqli adalah dalil yang didasarkan pada al-Qur’an dan sunah.Walaupun akal manusia dapat menghasilkan kemajuan ilmu dan teknologi, namun harus disadari bahwa betapapun kuatnya daya pikir manusia, ia tidak akan sanggup mengetahui hakikat zat Allah yang sebenarnya. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk menyelidiki yang ghaib, untuk mengetahui yang ghaib itu kita harus puas dengan wahyu Allah. Wahyu itulah yang disebut dalil Naqli.Kebenaran dalil Naqli ini bersifat Qoth’i (pasti), kebenarannya mutlak serta berlaku untuk semua ruang dan waktu. Dalil Naqli ada dua yaitu al-Qur’an dan hadis Rasul. Hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh akal, cukup diyakini kebenarannya tanpa harus membuktikan dengan akal. Termasuk ke dalam bagian ini adalah hakikat hal-hal yang ghaib, seperti kiamat, alam barzakh, alam makhsyar, surga, neraka, malaikat,dan lain sebagainya.

Tujuan Akidah Islam

Akidah Islam mempunyai banyak tujuan yaitu:
a. Untuk mengikhlaskan niat dan ibadah hanya kepada Allah. Karena Allah adalah Pencipta yang tidak ada sekutu bagi-Nya, maka tujuan dari ibadah haruslah diperuntukkan hanya kepada-Nya .
b. Membebaskan akal dan pikiran dari kegelisahan yang timbul dari lemahnya akidah. Karena orang yang lemah akidahnya, adakalanya kosong hatinya dan adakalanya terjerumus pada berbagai kesesatan dan khurafat.
c. Ketenangan jiwa dan pikiran tidak cemas. Karena akidah ini akan memperkuat hubungan antara orang mukmin dengan Allah, sehingga ia menjadi orang yang tegar menghadapi segala persoalan dan sabar dalam menyikapi berbagai cobaan.
d. Meluruskan tujuan dan perbuatan yang menyimpang dalam beribadah kepada Allah serta berhubungan dengan orang lain berdasarkan ajaran al-Qur’an dan tuntunan Rasulullah saw.
e. Bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu dengan tidak menghilangkan kesempatan yang baik untuk beramal baik. Sebab setiap amal baik pasti ada balasannya. begitu sebaliknya, setiap amal buruk pasti juga ada balasannya. Di antara dasar akidah ini adalah mengimani kebangkitan
serta balasan terhadap seluruh perbuatan.“Dan masing-masing orang yang memperoleh derajat-derajat (sesuai) dengan yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. al-An’am [6]: 132)
Nabi Muhammad Saw. juga mengimbau untuk tujuan ini dalam sabdanya:“Orang Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah dan pada masing-masing terdapat kebaikan. Bersemangatlah terhadap sesuatu yang berguna bagimu serta mohonlah pertolongan dari Allah dan jangan lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu, maka janganlah engkau katakan: Seandainya aku kerjakan begini dan begitu. Akan tetapi katakanlah: Itu takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki Dia lakukan. Sesungguhnya mengandai-andai itu membuka perbuatan setan.” (HR Muslim)
f. Meraih kebahagiaan dunia dan akhirat dengan memperbaiki individu-individu maupun kelompok-kelompok serta meraih pahala dan kemuliaan.“Barangsiapa yang mengerjakan amal baik, baik lelaki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” ( QS. An-Naতl [16] : 97)

Recent Posts

landasan aqidah islam itu adalah

PENGERTIAN AKIDAH

Kata aqidah berasal dari salah satu kata dalam bahasa Arab yaitu ‘aqad, yang artinya ikatan.Dalam pembahasan yang masyhur akidah diartikan sebagai iman, kepercayaan atau keyakinan.Dalam kajian Islam, akidah berarti tali pengikat batin manusia dengan yang diyakininya sebagai Tuhan yang Esa yang patut disembah dan Pencipta serta Pengatur alam semesta ini. Akidah sebagai sebuah keyakinan kepada hakikat yang nyata yang tidak menerima keraguan dan bantahan. Apabila kepercayaan terhadap hakikat sesuatu itu masih ada unsur keraguan dan kebimbangan, maka tidak disebut akidah. Jadi akidah itu harus kuat dan tidak ada kelemahan yang membuka celah untuk dibantah.

Berikut ini pengertian aqidah menurut beberapa ulama:

Aqidah merupakan sesuatu yang dipegang teguh dan tertancam kuat di dalam hati dan tak dapat beralih dari padanya (M Hasbi Ash Shiddiqi).
Aqidah yaitu sesuatu yang diharuskan hati membenarkannya sehingga menjadi ketentraman jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan (Syekh Hasan Al-Banna).
Aqidah adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, tentang sifat-sifat yang wajib tetap pada-Nya, juga membahas tentang Rasul-rasul-Nya, meyakinkan mereka, meyakinkan apa yang wajib ada pada mereka, apa yang boleh dihubungkan pada diri mereka dan apa yang terlarang menghubungkannya kepada diri mereka (Syekh Muhammad Abduh).
Aqidah ialah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal sehat, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh manusia di dalam hati serta diyakini keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu (Abu Bakar Jabir al-Jazairy).
Sedangkan M. Syaltut menyampaikan bahwa akidah adalah pondasi yang di atasnya dibangun hukum syariat. Syariat merupakan perwujudan dari akidah. Oleh karena itu hukum yang kuat adalah hukum yang lahir dari akidah yang kuat. Tidak ada akidah tanpa syariat dan tidak mungkin syariat itu lahir jika tidak ada akidah. Ilmu yang membahas akidah disebut ilmu akidah.

Adapun Ilmu akidah menurut para ulama adalah sebagai berikut:
a. Syekh Muhammad Abduh mengatakan ilmu akidah adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, tentang sifat-sifat yang wajib tetap ada pada-Nya, juga membahas tentang rasul-rasul-Nya, meyakinkan mereka, meyakinkan apa yang wajib ada pada mereka, apa yang boleh dihubungkan pada diri mereka dan apa yang terlarang menghubungkan kepada diri mereka.
b. Ibnu Khaldun mengartikan ilmu akidah adalah ilmu yang membahas kepercayaan-kepercayaan iman dengan dalil-dalil akal dan mengemukakan alasan-alasan untuk menolak kepercayaan yang bertentangan dengan kepercayaan golongan salaf dan ahlus sunnah.Dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu akidah adalah ilmu yang membicarakan segala hal yang berhubungan dengan rukun iman dalam Islam dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang meyakinkan.

Semua yang terkait dengan rukun iman tersebut sudah disebutkan dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 285: Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul Nya. (mereka mengatakan): «Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya», dan mereka mengatakan: «Kami dengar dan Kami taat.» (mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”(Q.S. Al-Baqarah [2] :285)
Dalam suatu hadis Nabi Saw. menjawab pertanyaan Malaikat Jibril mengenai iman dengan mengatakan:“Bahwa engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kitab-kitab Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhirat. Dan juga engkau beriman kepada qadar, yang baik dan yang buruk.” ( HR. Bukhari )
Berdasarkan hadis tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa rukun iman itu ada enam:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat Allah
3. Iman kepada kitab-kitab Allah
4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah
5. Iman kepada hari akhir,
6. Iman kepada qada’ dan qadar.
Sebagaimana telah kita diketahui bahwa agama Islam itu berasal dari empat sumber: al-Qur’an, hadis/sunnah Nabi, ijma’ (kesepakatan) dan qiyas. Akan tetapi untuk akidah Islam sumbernya hanya dua saja, yaitu al-Qur’an dan hadis sahih, Hal itu berarti akidah mempunyai sifat keyakinan dan kepastian sehingga tidak mungkin ada peluang bagi seseorang untuk meragukannya. Untuk sampai pada tingkat keyakinan dan kepastian ini, akidah Islam harus bersumber pada dua warisan tersebut yang tidak ada keraguan sedikitpun bahwa ia diketahui dengan pasti berasal dari Nabi. Tanpa informasi dari dua sumber utama al-Qur’an dan hadis, maka sulit bagi manusia untuk mengetahui sesuatu yang bersifat gaib tersebut.


Sumber: https://voi.co.id/jasa-penulis-artikel/

sila ke-2 pancasila mengamanatkan adanya

PENTINGNYA KEADILAN

Islam sangat menekankan sikap adil dalam segala aspek kehidupan. Allah SWT memerintahkan kepada umat manusia supaya berprilaku adil, baik kepada Allah SWT, dirinya sendiri maupun orang lain. Al Qur’an memandang bahwa keadilan merupakan inti ajaran Islam yang mencakup semua aspek kehidupan. Prinsip keadilan yang dibawa Al Qur’an sangat kontekstual dan relevan untuk diterapkan kedalam kehidupan beragama, berkeluarga dan bermasyarakat.

2. Karakteristik Sikap Adil

Islam mengajarkan bahwa semua orang mendapat perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum. Dalam Islam , tidak ada diskriminasi hukum karena perbedaan kulit, status social, ekonomi, atau politik .

Alqur’an secara spesifik menegaskan perilaku adil Yaitu ;
1. Keadilan dalam menetapkan hukum(QS An Nisa’ 58)
2. Keadilan memberikan hak kepada orang lain ((QS An NAhl 90)
3. Keadilan dalam berbicara (QS Al an’ am 152)
4. Keadilan dalam kesaksian (QS An Nisa’ 135)
5. Keadilan dalam pencatatan utang (QS Al Baqarah 282)
6. Keadilan dalam mendamaikan perselisihan ( QS Al Hujurat 9)
7. Keadilan dalam menghadapi orang yang tidak disukai (QS Al Maidah 8)
8. Keadilan dalam memberikan balasan ( QS Al Maidah 95)

Prilaku orang yang berbuat adil antara lain :
Bertindak bijaksana dalam memutuskan perkara orang yang berselisih
Arif dan bijaksana dalam bermusyawarah
tidak mengurangi timbangan dan takaran
Bekerja secara optimal dan profesional
Belajar secara maksimal dan sungguh-sungguh
Membantu fakir miskin dan dhuafa’ untuk mengelarkan zakat infak dan shodaqah
Tolong menolong dan bekerjasama dalam kebaikan
Saling menyayangi dan mengasihi diantara anggota keluarga
3. Nilai Positif Sikap Adil

Keadilan merupakan sesuatu yang bernilai tinggi, baik, dan mulia. Apabila keadilan diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan Negara, sudah tentu ketinggian, kebaikan, dan kemuliaan akan diraih. Jika seseorang mampu mewujudkn keadilan dalam dirinya sendiri, tentu akan meraih keberhasilan dalam hidupnya, memperoleh kegembiraan batin, disenangi banyak orang, dapat meningkatkan kualitas diri, dan memperoleh kesejahteraan hidup duniawi serta ukkhrawi (akhirat).
Jika keadilan dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, akan terwujud masyarakat yang aman,tentram , serta damai sejahtera lahir dan batin. Hal ini disebabkan masing-masing anggota masyarakat melaksanakan kewajiban terhadap orang lain dan akan memenuhi hak orang lain dengan seadil-adilnya .

Adapun nilai positif perbuatan adil antara lain :
Keadilan membawa ketentraman
Keadilan membawa kedamaian
Keadilan menimbulkan kepercayaan
Keadilan dapat meningkatkan kesejahteraan
Keadilan dapat meningkatkan prestasi belajar
Keadilan dapat menciptakan kemakmuran
Keadilan dapat mengurangi kecemburuan sosial
Keadilan dapat mempererat tali persaudaraan
Keadilan dapat menimbulkan kebaikan dan mencegah kejahatan

4. Membiasakan Sikap Adil

Seorang hendaknya membiasakan diri berlaku adil, baik terhadap dirinya,kedua orang tuanya,saudara-saudaranya,anak-anaknya, teman-temannya, tetangganya, masyarakatnya, bangsa dan Negaranya, maupun terhadap sang Khalik(Allah swt).
Apabila keadilan itu ditegakan dalam setiap aspek kehidupan, tentu keamanan, ketentraman,kedamaian, serta kesejahteraan lahir dan batin, duniawi dan ukhrawi akan dapat diraih.


Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Definisi Persekutuan Komanditer (CV)

Definisi Persekutuan Komanditer (CV)

Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Menurut Pasal 19 KUHD perseroan komanditer adalah perseroan menjalankan suatu perusahaan yang dibentuk antara satu orang atau beberapa orang pesero yang secara lansung bertanggung jawab untuk seluruhnya pada satu pihak, dan satu orang atau lebih sebagai pelepasan uang pada pihak lain

CV berada di antara Firma dan Perseroan Terbatas, dengan demikian, CV adalah perekutuan dengan setoran uang, barang tenaga atau sebagai pemasukan para sekutu, dibentuk oleh satu orang atau lebih anggota aktif yang bertanggung jawab secara renteng, di satu pihak dengan satu atau lebih orang lain sebagai pelepas uang (Hukum Dagang, 2009 : 144). Perbedaan PT dan CV yang mendasar adalah Modalnya. Didalam Perseroan Komanditer modal perusahaan tidak disebutkan didalam akta pendirian atau perubahannya.Terkait hal itu maka para pendiri harus membuat kesepakatan tersendiri dan membuat catatan yang terpisah mengenai modal yang disetor.

Dari pengertian di atas, sekutu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

1)      Sekutu aktif atau sekutu Komplementer,

adalah sekutu yang menjalankan perusahaan dan berhak melakukan perjanjian dengan pihak ketiga. Artinya, semua kebijakan perusahaan dijalankan oleh sekutu aktif. Sekutu aktif sering juga disebut sebagai persero kuasa atau persero pengurus.

2)      Sekutu Pasif atau sekutu Komanditer,

adalah sekutu yang hanya menyertakan modal dalam persekutuan. Jika perusahaan menderita rugi, mereka hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disertakan dan begitu juga apabila untung, uang mereka memperoleh terbatas tergantung modal yang mereka berikan. Status Sekutu Komanditer dapat disamakan dengan seorang yang menitipkan modal pada suatu perusahaan, yang hanya menantikan hasil keuntungan dari inbreng yang dimasukan itu, dan tidak ikut campur dalam kepengurusan, pengusahaan, maupun kegiatan usaha perusahaan. Sekutu ini sering juga disebut sebagai persero diam.

 

Recent Posts

terjaga dari dosa dan perbuatan tercela

TOBAT ADALAH

Pengertian Taubat

Kata “taubat” berasal dari bahasa arab, taba-yatubu-taubatan yang berarti “kembali ke jalan yang benar. Secara istilah, taubat berarti kembali kepada Allah dengan melepaskan segala ikatan penyimpangan yang pernah dilakukan, kemudian bertekat untuk melaksanakan segala hak-hak Allah SWT. Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata taubat mengandung dua pengertian. Pertama, taubat berarti sadar dan menyesali dosanya (perbuatan salah atau dosa) dan berniat memperbaiki tingkah laku dan perbuatannya. Kedua, berarti kembali ke jalan agama (jalan, hal) yang benar. Bertaubat berarti menyadari, menyesali, dan berniat hendak memperbaiki (perbuatan yang salah).
Kata “taubat” dapat disandarkan kepada manusia maupun Allah. Kata “taubat” yang disandarkan kepada manusia berarti “memohon ampun atas segala dosa dan kembali ke jalan Allah”. Orang yang melakukan taubat disebut ta’ib dan orang yang selalu dan senantiasa bertaubat disebut tawwab. Adapun kata “taubat” yang disandarkan kepada Allah berarti memberi apapun kepada hamba yang bertaubat. Allah disebut at-tawwab, karena Allah senantiasa memberikan pengampunan kepada hamba-hambaNya. At-tawwab adalah salah satu nama Allah (al-Asma’ Al-Husna) yang sangat Agung. Dengan sifat At-Tawwab itu Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.
Asal makna taubat adalah “ar-ruju’ min adz-dzanbi” (kembali dari kesalahan dan dosa kepada kebenaran dan ketaatan). Adapun taubat nasuha yaitu taubat yang ikhlas, taubat yang jujur, taubat yang benar, dan taubat yang tidak diiringi lagi dengan keinginan berbuat dosa. [2]
Abdul Jalil berpendapat demikian dengan dalil Allah selalu mencantumkan kalimat إِنه هوالتواب الرحيمsesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”. Dari pernyataan Abdul Jalil tersebut, banyak orang awam yang mengartikan bahwasanya Allah menerima tobat hamba-hambanya, tanpa melihat apa sajakah dosa yang telah dilakukan seseorang, apakah seseorang yang tengah melakukan
tobat benar-benar melaksanakan syarat-syarat tobat yang telah ditentukan.

Recent Posts

kufur adalah perbuatan zalim terhadap

ZALAM DALAM PRESPEKTIF AL-QURAN HADIS

JENIS KEZALIMAN

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Zalim secara bahasa maknanya adalah meletakan sesuatu bukan pada tempatnya (wadh’usy syai-i fi ghairi maudhi’ihi). Lawan katanya adalah adil. Yakni meletakkan sesuatu pada tempatnya (wadh’usy syai-i fi maudhi’ihi).

Kalau ada orang meletakkan sandal di kepalanya, namanya zalim. Sebaliknya bila sandal diletakkan di kaki, itu adil namanya.

Para ulama membagi zalim menjadi 3 bagian. Sebagaimana dikatakan oleh seorang ulama salaf ahlussunnah wal jamaah.

✅ Berkata Qatadah dan Hasan Rahimahumallah :

الظلم ثلاثة : ظلم لا يغفر وظلم لا يترك وظلم يغفر فأما الظلم الذي لا يغفر فالشرك بالله وأما الظلم الذي لا يترك فظلم الناس بعضهم بعضا وأما الظلم الذي يغفر فظلم العبد نفسه فيما بينه وبين ربه

“Zalim itu ada tiga: Zalim yang tidak diampuni, zalim yang tidak ditinggalkan begitu saja, dan zalim yang diampuni. Adapun zalim yang tidak diampuni adalah menyekutukan Allah, Sedangkan zalim yang tidak ditinggalkan adalah kezaliman manusia antara yang satu dengan yang lainnya, adapun zalim yang diampuni adalah kezaliman seorang hamba terhadap dirinya, antara dirinya dan Rabbnyw.” (Al-Mushannaf, AbdurRazzaq, hal. 20276)

Penulis kali ini akan menguraikan ketiga macam zalim tersebut.

➡ Pertama, Zalim Yang Tidak Diampuni.
Kezaliman yang tidak diampuni adalah kezaliman seorang hamba kepada Tuhan-nya. Bentuk kezalimannya adalah dengan menyekutukanNya. Menyembah dan beribadah kepada selain Allah.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (لقمان : 13).

Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Lukman : 13).

Perbuatan syirik inilah yang menyebabkan seseorang tidak diampuni dosanya oleh Allah Ta’ala.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا (النساء : 48).

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An Nisa 48).

✅ Dan Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا (النساء : 116).

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa yang memperse-kutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (An Nisa 116).

Seandainya pelaku syirik ini tidak bertobat dengan sungguh-sungguh, maka dosa-dosanya tidak akan terampuni. Namun jika dia bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, Allah Ta’ala akan mengampuninya.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

{وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71) }

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. (QS. Al Furqon : 68-71)


Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

pengertian sejarah lengkap

Etnisitas dan Ras Sebagai Kekuatan Sejarah

Etnisitas dan ras menduduki peran penting dalam pertumbuhan suatu daerah. Kota-kota besar seperti Batavia, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya penuh dengan permasalahan etnisitas dan ras. Dulu sering terjadi perkelahian antar etnis di kota-kota itu dengan berbau masalah SARA. Sekalipun Indonesia sangat rawan dengan SARA, tetapi sumbangan masing-masing etnisitas dan ras itu perlu ditulis. (Kuntowijoyo, 2013, hal. 110-111)
12. Mitos Sebagai Kekuatan Sejarah
Mitos dikatakan sebagai kekuatan sejarah karena ia dapat menggerakkan kelompok atau individu untuk merubah maupun melakukan sesuatu. Sebagai contoh Mitos tentang datangnya Ratu adil yang sering kita jumpai pada ramalan Joyoboyo. Mitos tentang Ratu adil ini menggerakkan orang jawa untuk melawan belanda. Diponegoro juga dianggap sebagai Ratu adil, dialah yang dianggap mendapatkan pulung. Tidak hanya itu, bahkan Soekarno pun juga diangap sebagai Ratu adil karena kecakapannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Seperti itulah Mitos berpengaruh terhadap sejarah. tanpa kita sadari mitos dapat menggerakkan masyarakat untuk melakukan perubahan. (Kuntowijoyo, 2013, hal. 111-112)

13. Budaya Sebagai Kekuatan Sejarah

kita telah ketahui bersama bagaimana renaissance membawa kemajuan pada kebudayaan eropa. Romantisme, sekulerisme, rasionalisme, nasionalisme, kapitalisme, Demokrasi dan lain sebagainya telah melahirkan kebudayaan eropa yang modern dan maju baik dibidang politik, ekonomi , sastra, seni, arsitektur, olahraga, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Olahraga, seperti sepak bola, desain interior rumah, seperti meja dan kursi, celana, makanan kaleng, mulai dikenal setidaknya pada awal abad ke 20. Kebudayaan eropa semakin berkembang dan bepengaruh dengan adanya proses globalisasi. Adanya globalisasi mempermudah pengaruh barat untuk masuk dan melakukan penetrasi terhadap kebudayaan local yang nantinya akan membawa perubahan dalam kehidupan sosial.[7]


Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Metode Penentuan Harga Transfer

Metode Penentuan Harga TransferMetode Penentuan Harga Transfer

Tentunya dalam penentuan harga transfer manajemen tidak dapat sembarangan menentukan harga, secara garis besar harga tersebut sebisa mungkin tidak merugikan salah satu pihak yang terlibat, selain itu harga transfer dalam praktiknya harus terusdiperhatikan agar tujuan manajemen sesuai dengan tujuan perusahaan. Prinsip dasarnya adalah bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan dikenakan seandainya produk tersebut dijual ke konsumen luar atau dibeli dari pemasok luar. Namun hal tersebut dalam dunia nyata sangat sulit diterapkan, hanya sedikit perusahaan yang menetapkan prinsip ini.

Metode penentuan Harga Transfer :

  1. a) Metode Variable Cost

Adalah penetapan harga transfer yang sama dengan biaya variabel unit penjualan, Standard + Laba. Hal ini dilakukan apabila penjual mempunyai kapasitas yang berlebihan. Tujuan utamanya adalah untuk memuaskan permintaan internal karena harganya cukup rendah.

  1. b)  Metode Full Cost,

Adalah penetapan harga transfer berdasarkan pembebanan penuh dan yang paling umum digunakan karena dapat dipahami dengan baik dan informasinya siap tersedia pada catatan akuntansi. Kelemahannya adalah termasuk biaya-biaya tetap yang berpengaruh terhadap keputusan jangka pendek.

  1. c) Metode Market Price,

Adalah penetapan harga transfer berdasarkan harga pasar, dan metode ini paling disukai. Keunggulannya bahwa harga transfernya cukup obyektif. Kelemahannya bahwa harga pasar produk/jasa tertentu tidak tersedia.

  1. d)  Metode Negotiated Price,

Adalah penetapan harga transfer berdasarkan negosiasi antara 2 (dua) pusat pertanggungjawaban. Metode ini dilakukan jika terdapat suatu pertentangan yang cukup signifikan diantara keduanya sehingga dicapai kesepakatan harga oleh kedua belah pihak, sehingga tidak perlu arbitrasenya. Keterbatasannya adalah mengurangi otonomi unit-unit tersebut.

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/07/08/jasa-penulis-artikel/

Pengertian Harga Transfer

Pengertian Harga TransferPengertian Harga Transfer

Ø  Harga transfer (dalam arti luas) adalah penentuan harga barang atau jasa yang ditransfer kepada antar pusat pertanggung-jawaban dalam satu organisasi tanpa memandang bentuk pusat pertanggungjawabannya.

Ø  Harga transfer (dalam arti sempit) adalah harga perpindahan barang antara duapusat laba atau lebih.

Untuk pembahasan lebih lanjut, maka harga transfer ini digunakan untuk kepentingan penilaian kemampuan laba divisi. Oleh sebab itu di dalam suatu perusahaan terdapat :

  1. Divisi yang menjual produk (barang/jasa) = penjual.
  2. Divisi yang membeli produk (barang/jasa) = pembeli.

Sehingga dalam divisi-divisi tersebut perlu dibuat 2 (dua) macam keputusan :

  1. Keputusan pemilihan sumber, adalah menetapkan membeli dari luar perusahaan atau eksternal (pemasok) atau membeli dari dalam perusahaan atau internal (divisi penjual).
  2. Keputusan penetapan (penentuan) besarnya harga transfer Harga transfer sering memicu masalah terutama pada penentuan harga sepakatannya, karena melibatkan dua unit, yaitu unit pembeli dan unit penjual, dan harga transfer  juga mempengaruhi pengukuran laba unit, harga transfer yang tinggi akan merugikan unit pembeli sedangkan harga transfer yang terlalu rendah akan merugikan unit penjual, maka penentuan harga transfer menjadi hal yang sangat penting.
  1. Tujuan harga transfer

Harga transfer yang terjadi antar unit harus mencapai beberapa tujuan, antara lain:

  1. Memberi informasi yang relevan kepada masing-masing unit usaha untuk menentukan imbal balik yang optimum antara biaya dan pendapatan perusahaan.
  2. Menghasilkan keputusan yang selaras dengan cita-cita (meningkatkan laba unit usaha namun juga dapat meningkatkan laba perusahaan).
  3. Membantu pengukuran kinerja ekonomi dari unit usaha individual.
  4. Sistem tersebut harus mudah dimengerti dan dikelola.

Harga transfer sering memicu masalah terutama pada penentuan harga sepakatannya, karena melibatkan dua unit yaitu unit pembeli dan unit penjual, dan harga transfer juga mempengaruhi laba unit, harga tranfer yang tinggi akan merugikan unit pembeli sedangkan harga transfer yang terlalu rendah akan merugikan unit penjual, maka penentuan harga transfer menjadi hal yang sangat penting

 

Sumber :

http://dewi_marisa12u.staff.ipb.ac.id/2020/07/12/jasa-penulisan-artikel/

jurnal ilmu perbandingan agama

Pemikiran tentang Perbandingan Agama

Dalam bidang perbandingan agama, kontribusi pemikiran Al Faruqi tak kecil. Karyanya A Historical Atlas of Religion of the World, oleh banyak kalangan dipandang sebagai buku standar dalam bidang tersebut. Disamping itu dia juga mengarang buku Islam and Other Faiths dan Trialogue of Abrahamic Faiths. Dalam karya-karyanya itulah, ia selalu memaparkan pemikiran ilmiahnya untuk mencapai saling pengertian antarumat beragama, dan pemahaman intelektual terhadap agama-agama lain. Baginya, ilmu perbandingan agama berguna untuk membersihkan semua bentuk prasangka dan salah pengertian untuk membangun persahabatan antara sesama manusia.
Karena itu pula, Al Faruqi berpendapat bahwa Islam tidak menentang Yahudi. Yang ditentang Islam adalah Zionisme. Antara keduanya (Yahudi dan Zionisme) terdapat perbedaan mendasar. Ketidakadilan dan kezaliman yang dilakukan Zionisme, menurutnya, begitu rumit, majemuk, dan amat krusial, sehingga praktis tidak terdapat cara untuk menghentikannya tanpa suatu kekerasan perang. Dalam hal ini, negara zionis harus dihancurkan. Sebagai jalan keluarnya, orang-orang Yahudi diberi hak bermukim di mana saja mereka kehendaki, sebagai warga negara bebas. Mereka harus diterima dengan baik di negara Muslim.
Sikapnya yang demikian itu ternyata tidak disenangi oleh kalangan yahudi Amerika. Tindakan tersebut diuga disebabkan oleh kelompok-kelompok semaacam jerwish defense organization (organisasi pembelaan yahudi). Di tengah meningkatnya gerakan anti Arab dan yang berbau Arab itulah Prof.Dr. Ismail Raji al-Faruqi, istrinya (Dr.Lo’is Lamnya’ al –Faruqi), dan kedua anaknya dibunuh di rumahnya dalam suatu serangan oleh kelompok tak dikenal pada tengah malam 27 mei 1986.
Untuk mengenang jasa-jasa al-Faruqi organisasi masyarakat islam Amerika Utara (ISNA) berusaha mendirikan the Ismail and Lamnya Memorial Fund, yang bermaksud melanjurkan cita-cita islamisasi ilmu pengetahuan yang dicetuskannya. Kematian al-Faruqi merupakan duka seluruh umat islam. Sebab di tangan al-faruqi lah pemikiran kebudayan islam , terutama islmisasi ilmu pengetahuan menemukan bentuknya.

4. Manusia dan Tindakan Moral

Pandangan al-faruqi tantang manusia dan tindakan moral, yaitu suatu pandangan yang berasarkan pada pemahaman konsep dan prinsip tauhid. Ia tidak hanya mengakui unsure kebebasan dn kemerdekaan yang merupakan persyaratan yang diabsahkannya pembadaan kewajiban (taklif) atau tanggung jawab moral. Ia justru menegaskan bahwa kebebasan dan kemerdekaan diri merupakan syarat mutklak bagi aktualisasi kehendak tuhan di panggung sejarah dunia. Di sampiing itu ia juga mengembangkan konsep tanggung jawab sosial yang didasarkan pada pandangan ummatisme, yaitu bahwa orang –orang lain yang menjadi objek tindakan moral didekati dengan tujuan menyakinkan mereka akan sifat baik dari tindakan moral tersebut. Kemudian begitu mereka telah berrhasil diyakinkan, mereka akan melibatkan diri dan melahirkan eksisten-eksisten yang nyata atau akan mengaktualisasikan kehendak ilahi yang berupa nilai-nilai moral secara sukaarela dan sadar.[2]

Recent Posts